
Belinda kembali ke kamarnya dengan penuh kemenangan, bagaimana tidak ia melihat kekesalan Arya pada Aira. Dia benar-benar puas dengan apa yang dia lakukan dia berterimakasih kepada matanya yang telah mengeluarkan air mata dan membuat Aira tersentuh.
"Haha Aku akan sering-sering menangis untuk membuat menantu kesayanganku merasa bersalah" Belinda tertawa dan dia merasa bahagia hari ini.
Dia bahagia karena telah membuat Arya dan Aira bertengkar dan karena ia telah menemukan titik lemah Aira.
***
Aira masuk kekamar dan mencari Arya dia melirik kearah kamar mandi karena mendengar suara air dari dalam.
Aira hanya duduk melamun di balkon kamarnya.
Dia berfikir kenapa semua ini terjadi. Di satu sisi dia bahagia karena Arya selalu menjaganya dan ingin ibunya mengakuinya sebagai menantu, Tapi disisi lain Dia kasian kepada ibu mertuanya dan merasa bersalah karena telah membuat ibu dan anak itu bertengkar.
"Clek"
__ADS_1
Arya membuka pintu kamar mandi dan keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk dan bertelanjang dada.
Karena hampir sebulan ini Aira selalu bersama Arya jadi Aira memang sudah tidak kaget jika suaminya bertelanjang dada.
Arya melihat aira yang berdiri melamun, tetapi kali ini Arya memang benar-benar kecewa sama Aira jadi dia menuju ke ruang penyimpanan pakaian dan mengenakan pakaiannya.
Aira yang sedari tadi melamun melihat pintu kamar mandi sudah tebuka dan itu artinya Arya telah keluar dari kamar mandi.
Setelah memakai pakaian nya Arya keluar dan menuju tempat tidur, namun langkahnya terhenti setelah melihat wanitanya menangis di hadapannya.
Arya menarik istrinya untuk duduk dikasur, dengan lembut Arya memegang dagu istrinya,mengangkat dagu istrinya dan mengusap air mata istrinya. Tatapan mereka bertemu dan Arya menggelengkan kepalanya menyuruh istrinya untuk berhenti menangis.
"Udah jangan menangis. Kalau kamu menangis kamu malah semakin membuat aku terluka" Arya berhenti sejenak dan melanjutkan kalimatnya "Aku ngelakuin hal tadi karena aku sayang sama kamu. Aku tidak mau mama terus nyakitin kamu. Walaupun kamu kasihan sama mama tapi mama sedikitpun tidak pernah kasihan sama kamu, jadi tolong jangan terlalu mikirin perasaan mama" Tegas Arya yang menatap istrinya dengan lekat.
Aira menganggukan kepalanya tanpa berkata apa-apa lagi walaupun dalam hatinya merasa tidak mungkin jika tidak memikirkan perasaan ibu mertuanya.
__ADS_1
Arya memeluk istrinya kuat sambil mencium kepala istrinya dan Aira membalas pelukan suaminya.
***
"Ya, besok aku bisa ketemu sama temen-temen gak" tanya Aira sambil menatap suaminya yang sedari tadi memeluknya sambil memainkan rambut istrinya.
yahh karena Aira sudah merasa nyaman dengan suaminya dan dia juga mulai mencintai suaminya akhirnya dia memutuskan untuk membuka hijabnya di depan suaminya dan karena Arya sekarang juga sedikit demi sedikit sudah mulai mengerti tentang agama. Tetapi untuk melakukan hal yang lebih Aira merasa dirinya belum siap dan Arya mengerti itu.
"Teman-teman kamu? Emang kamu punya teman?" Arya memang tidak tau siapa teman istrinya karena setelah menikah Aira hanya berada di rumah dan tidak pernah keluar menemui temannya.
"Iyalah masa aku nggak ada teman sih. Kami sudah tidak lama ketemu makanya merka mau ketemu besok, boleh yahhh?" aura memohon dengan wajah penuh senyum
"Iya boleh, tetapi pulangnya jangan lama-lama"
"iyahh, aku usahain datang sebelum kamu datang"
__ADS_1