Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Tentang Arya


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Sekarang dua orang wanita cantik tengah bercerita sambil memakan cemilan di pinggir kolam renang.


"Cuaca hari ini cerah yah Ai" ucap Ananya pada wanita yang menjadi kakak iparnya itu.


"Iya, sangat cerah" balas Aira sambil kepalanya melihat langit.


"Ehh lusa kan ulang tahun nya mas Arya, kamu ada rencana apa?" tanya Ananya mengingat lusa adalah hari ulang tahun kakak tersayangnya.


"Aku belum tau Nya, soalnya kan ini pertama kali bagi aku ngerayain ulang tahun sama dia" Jawab Aira


"Kalau ulang tahun sebelumnya gimana? apa kalian ngerayain ulang tahunnya dengan meriah sampai masuk ke TV ?" tanya Aira polos


Ini adalah yang pertama kali Aira merayakan ulang tahun dengan sang suami, jadi dia belum tau seperti apa biasanya mereka merayakan ulang tahun Arya.


Sambil tersenyum Ananya menjawab "Kami tidak pernah merayakan ulang tahun mas Arya sejak saat itu, saat dimana papa pergi meninggalkan kami semua, meninggalkan beban yang berat untuk mas Arya. Waktu itu mas Arya berumur sebelas tahun, papa pergi meninggalkan kami dan memberikan tanggung jawab besar untuk mas Arya karena penyakit kanker yang diderita papa. Saat mas Arya masih berumur sepuluh tahun, papa sudah mengajarkannya berbisnis karena papa tidak ingin perusahaan yang didirikannya dari nol dibebankan kepada orang lain, papa tidak ingin merepotkan orang jadi papa mengajarkan mas Arya agar bisa menggantikan papa" Ananya menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dan melanjutkan ceritanya.


"Waktu itu Teman-teman kolega papa sempat memutuskan kerja sama dengan Aero grup karena peresdirnya adalah anak kecil berusiah sebelas tahun, tapi mas Arya tidak pernah putus asah dan karena kejeniusannya dia bisa mengambil kembali hati Teman-teman kolega papa kembali dan akhirnya aero grup jadi seperti ini"


"Mas Arya tidak pernah melalaikan tanggung jawab nya sebagai kakak dan ayah untukku, walaupun dia sibuk bekerja tetapi dia tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai kakak sekaligus ayah bagi aku dan mama, mas Arya selalu menghibur mama dengan menirukan gaya bicara papa agar mama bisa tertawa" Ananya tersenyum tetapi terlihat ada luka di dalamnya


"Waktu itu aku masih berumur enam tahun, saat aku dan mama ingin memberi suprise ulang tahun untuk mas Arya, tapi mungkin karena mas Arya capek, jadi dia malah marah. Dia bilang dia udah gede jadi gak usah rayain lagi hahahah" Ananya tertawa tapi air matanya juga menetes.


"Orang-orang selalu bilang kalau mas Arya itu sombong, angkuh gak tau yang namanya senyum dan masih banyak lagi julukan tidak baik untuk mas Arya, sebenarnya mas Arya ngelakuin itu agar orang-orang tidak menganggapnya lemah tapi segan. Buktinya kalau saat bersama keluarganya, mas Arya selalu hangat.


Mas Arya sangat menghargai mama, saat mama bilang ini, dia akan ngelakuin untuk mama. Sama seperti mama ngaduin aku sama Danish mas Arya langsung stuju sama mama kan" cerita ananya akan tetap berakhir pada kekasih yang disayanginya. Entahlah tapi dia merasa ceritanya harus dihubungkan dengan Danish.

__ADS_1


Aira tidak menyangka, ternyata suaminya mengalami masa-masa yang sangat sulit sebelum sampai pada titik ini. Dia semakin bangga dengan Hubby nya itu.


Tapi mendengar tentang hubungan ananya dan mantan kekasihnya, Aira sadar ternyata Ananya sangat-sangat merasa sakit hati.


Aira mengusap lembut bahu adik iparnya itu


"Ananya, mungkin kalian berdua tidak ditakdirkan bersama. Kamu harus menghargai keputusan mama kamu dan mas kamu, walaupun berat. Maaf aku terlalu ikut campur urusan kamu, aku cuman gak mau kamu tetap berdiri di lingkaran kesedihan kamu itu terus. Kamu harus berusaha cari kebahagiaan kamu, mungkin dia juga udah bahagia sana kekasih barunya."


"Makasih Ai" Ucap Ananya lalu memeluk Aira.


setelah merasa legah, keduanya memutuskan untuk masuk ke kamar mereka masing-masing.


***


derrtt derrtt


handphone Aira berbunyi, dia menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan itu


"Asalamualaikum mas"


"Waalaikumsalam cantik, lagi apa?"


"Lagi nulis novel online mas, kalau mas ada waktu mas baca yah"


"InsyaAllah nanti mas baca, mas kangen sama kamu dek. kapan kamu main ke sini?"

__ADS_1


"Nanti deh mas, kalau Aira ada waktu"


"Yaudah deh, kamu jaga diri baik-baik yah. Mas tutup telfonnya. Assallamuallaikum"


"Waalaikumsalam mas"


Aira menutup sambungan telfonnya lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2