
Di kantor, Arya terlihat sangat buru-buru tetapi sambil tersenyum berjalan keluar kantornya, Rahma yang melihat tingka atasannya itu merasa bingung karena atasanya itu selama ini tidak pernah tersenyum dan hanya memperlihatkan wajah datarnya saja. Tapi dia juga bahagia karena atasannya yang tidak pernah tersenyum itu akhirnya tersenyum.
Kenapa bos senyum-senyum begitu, Apa bos sedang jatuh cinta, Ahhh tapi tidak mungkin, siapa coba yang suka sama bos datar itu. Ehh tapi dia kan kaya, mana mungkin ada wanita yang tidak menyukainya. Aaahhh terserah saja lah. Rahma
Sementara Adi yang sedari tadi menunggu tuannya diluar membuka pintu mobil belakang tetapi Arya Melarangnya
"Aku nyetir sendiri. Kalau kamu sudah selesai kamu bisa pulang kerumah kamu dan tidur yang manis. Tidak usah ganggu saya hari ini"
Tumben banget bos mau nyetir sendiri
"Baik tuan" Sambil menundukan kepalanya memberi hormat pada bosnya.
Arya menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang sambil tersenyum karena ini kali pertamanya ia menjemput istirnya
***
Aira sedang duduk di luar cafe, melihat kendaraan lalu lalang sambil menebak-nebak apakah itu mobil suaminya atau tidak.
Suami, saat memikirkan kata itu Aira duduk sendiri memikirkan jika dulu dia tidak mengiyakan lamaran itu maka sekarang dia pasti akan menyesal. Dia duduk tersenyum sendiri mengingat bagaimana satu bulan ini ia telah menjadi istri seseorang Arya Wardana.
__ADS_1
Tetapi dia juga tengah berfikir tentang berkah mengajak suami bercinta yang dia baca di internet. Dia telah menolak berkah itu karena berkali-kali menolak suaminya dengan alasan belum siap. Sebenarnya dia sudah siap, tetapi dia merasa malu jika melakukan itu. Malu jika Arya melihatnya tanpa memakai sehelai benang pun di tubuhnya, Dia malu.
Arya memeluk istrinya dari belakang dan mencium kepala istrinya, Aira yang sedari tadi melamun akhirnya tebangun dari lamunannya
"Kamu sudah lama nunggu?" Tanya Arya yang masih membungkuk dan menyimpan dagunya di atas bahu kanan istinya.
"He he, belum lama. Aku kaget tau kamu peluk dari belakang" Arya berjalan dan duduk di depan aira
"Tapi kamu suka kan" menaikan kedua alisnya sambil tersenyum.
Aira menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya dengan halus dan menganggukan kepalanya sambil tersenyum agar suaminya tidak bicara kemana-mana lagi.
***
"Kenapa lirik-lirik terus senyum-senyum sendiri gitu? Aku ganteng yah?" tanya Arya sambil mengoda istrinya.
"Siapa yang lirik coba. Aku lihat kaca mobil kamu kok" Jawab Aira dengan pipi memerah.
"kaca mobil aku ganteng yah"
__ADS_1
"Mana ada coba kaca mobil ganteng"
"Ya terus ngapain coba kamu lihat kaca mobil aku, Ohh aku tau pasti di kaca ini ada muka ganteng aku kan makanya kamu lihatin terus" Arya terus menggoda istrinya dan pipi istrinya semakin memerah karena malu.
"ihh apasih, gak kayak gitu yah"
Suami istri itu terus menerus membahas masalah kaca mobil. Aira yang tidak mau mengakui bahwa sedari tadi ia memperhatikan suaminya sedangkan Aira yang terus menerus menggoda istrinya.
"Ya jangan lihatin kaya gitu dong fokus dong nyetirnya" Aira menegur Arya yang sedari tadi melihatnya dengan pandangan penuh gairah.
"Aku gak liat kamu kok, Aku lihat kaca mobil" Kata Arya sambil tersenyum sedangkan Aira melihatnya dengan tatapan penuh tanda tanya
"Kaca mobilnya cantik"lanjut Arya dengan senyum menggoda.
" Ihh apasih"
Dan mereka terus membahas masalah mobil.
πΌπ‘ππ€π ππ πππ ππππ πππ πππππ€ πͺππ π€£π€£π€£
__ADS_1