Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Apa kau menyukainya?


__ADS_3

Aira menikmati cemilan yang di sediakan, sedangkan Arya terlihat sangat sibuk dengan dokumennya.


Setelah selesai memeriksa dokumen dan menandatanganinya Arya menatap istrinya yang sedang menikmati snack.


Arya berjalan menuju tempat duduk istrinya, lalu duduk di samping istrinya.


"Apa kau menyukainya? " Tanya Arya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Aira


"Iya, ini adalah snack favorit aku waktu aku masih kuliah" jawab Aira dengan semangat.


Arya mengangkat kepalanya yang sedari tadi bersandar di bahu istrinya dan menatap istrinya dengan tajam.


"Jadi kamu lebih suka sama snack ketimbang aku? Apa hebatnya snack ini coba, aku akan buat pabrik snack ini bangkrut"


"Ya ampun Arya, Ini itu makanan. Masa kamu sama-samain diri kamu sama makanan" Sambil menepuk jidatnya sendiri


"Pokonya aku cemburu kalau kamu lebih suka sama yang lain dari pada aku"


"Yaudah Iyah, Aku gak akan suka sama apapun yang lain selain kamu. Ochey" Jawab Aira yang harus mengalah.


"Ya.... Maaf yahhh aku belum bisa jadi istri seutuhnya buat kamu sekarang, aku jujur aku belum siap. " Sambung Aira, tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya.


Arya yang melihat istrinya menangis itupun menghapus air mata istrinya.


"tidak apa-apa sayang, dari awal kita nikah kan aku sudah bilang sama kamu. Aku akan nungguin kamu sampai kamu siap" Jawab Arya sambil mengelus pipi halus istrinya.


"Terimakasih Arya, Aku sayang sama kamu" Entah mulai dari mana perasaan sayang itu datang, tapi yang pasti sekarang dia sudah merasa sayang dan nyaman dengan suaminya.

__ADS_1


"Aku juga sayang sama kamu Ai. Sayang banget"


Pasangan itu saling berpelukan, meluapkan segala gejolak yang ada di dalam diri mereka.


Arya meraih dagu istrinya lalu m*****t bibir Aira, tidak ada penolakan lagi sekarang. Walaupun Aira belum tau cara berciuman dengan benar, tetapi dia tetap nyaman pada posisinya sekarang.


tok... tok... tok


Suara ketukan pintu membuat pasangan itu melepaskan ciuman mereka. Arya merapikan dirinya dan menatap Aira lalu mengusap lembut bibir istrinya lalu mengecup kening istrinya. Sedangkan Arya terlihat sangat malu dan menundukan kepalanya.


"Masuk" seru Arya


"Maaf Pak mengganggu, sekarang waktunya meeting pak" ucap rahma.


"Baiklah, dimana Adi?!" Tanya Arya karena sedari tadi dia memang tidak melihat Adi.


tanpa menjawab, Arya menoleh pada istri tercintanya.


"Kamu tunggu disini yahh, aku meeting gak akan sampai satu menit kok" pinta Arya sambil mengelus pipi lembut istrinya.


Apa ? gak sampai satu menit? belum selesai satu kata sudah bubar dong. Batin Rahma


"ochey, aku tunggu kamu disini" Sambil tersenyum.


Dalam hatinya ingin menanyakan kenapa tidak sampai satu menit, tetapi jika ia bertanya maka akan semakin lama mereka memulai meeting mereka, akhirnya Aira mengurungkan niatnya untuk bertanya.


"Rahma balik badan kamu, jangan lihat kesini" Perintah Arya.

__ADS_1


"Baik Pak" Rahma langsung membalikan badannya


iya... iyaa.... aku tau apa yang kau lakukan. Batin Rahma.


Cup.


Arya mencium bibir istrinya, Aira yang kaget langsung membulatkan matanya. Dia terkejut karena Arya bisa menciumnya walaupun ada Rahma di dalam.


Setelah selesai mencium bibir istrinya, Arya mencium kening istrinya


"Ayo jalan" perintah nya kepada Rahma.


****


Di ruangan bagian keuangan, Adi sedang memperhatikan beberapa dokumen.


Adi memang asisten kepercayaan Arya, tetapi dia juga pintar di bagian akuntansi jadi hal-hal yang menyangkut tentang keuangan, Arya selalu menyuruh Adi untung langsung mengatasinya.


"Kamu cari dokumen tahun kemarin, setelah itu letakan di meja presdir, saya akan mengurusnya dengan presdir. Lima menit lagi saya tunggu di ruangan presdir!" Perintah Adi kepada salah satu karyawan yang sedang magang.


Sebenarnya sekarang waktu mereka meeting, tetapi dia mengatakan kalau dia menunggu di ruangan presdir. Entah apa yang di pikirkan Adi tetapi dia ingin mengerjai anak magang itu.


"Baik Pak"Jawab karyawan itu dengan sopan.


Tanpa menunggu lama karyawan itu mencari dokumen itu, sedangkan Adi keluar menuju tempat meeting.


ℍ𝕒𝕝𝕝𝕠 𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜-𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜 😊 𝕁𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕥𝕖𝕜𝕒𝕟 𝕥𝕠𝕞𝕓𝕠𝕝 👍

__ADS_1


𝕆𝕔𝕙𝕖𝕪 𝕔𝕙𝕒𝕪𝕖𝕟𝕘 😊**


__ADS_2