Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Bersama Seharian part 2


__ADS_3

Di dalam lift pribadi, Arya masih menggoda istrinya karena panggilan baru Aira.


"Tadi aku dengar kamu bilang terimakasih. Terimakasih kenapa? " Tanya Arya.


"Terimakasih, sudah mau Terima aku. Sekarang aku merasa sangat spesial" Jawab Arya tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca


Tanpa menjawab, Arya langsung memeluk istrinya lalu mencium kepala istrinya sedangkan Aira membalas pelukan Arya.


Mereka tetap pada posisi mereka hingga pintu lift terbuka.


Rahma menunggu di depan pintu ruangan Arya karena sebelum Arya turun menjemput istrinya, dia berpesan kepada Rahma agar menyambut istrinya.


"Sebentar ada orang spesial yang datang kesini, kamu harus samut dia dengan baik. Mengerti! " Itu adalah pesan yang membuat Rahma penasaran.


Rahma terlihat antusias dengan kedatangan orang spesial yang membuat sikap atasannya berubah itu.


"Selamat datang Nona" Rahma tersenyum manis saat melihat wanita berjilbab itu.


cantik sekali orang spesial nya bos, pantas saja bos tersenyum sendiri seperti orang gila. Batin rahma

__ADS_1


"Terimakasih" Aira membalas dengan senyum yang tak kalah manisnya.


Ya Tuhan dia benar-benar cantik, dan suaranya sangat lembut, kalau aku bukan perempuan sudah pasti aku menyatakan cinta padanya. batin Rahma lagi.


"Apa kamu sudah membeli cemilan yang aku minta tadi?" Tanya Arya memecah lamunan Rahma


"Ehh iya, sudah pak."


"Apa yang kau lamunkan hah? Apa kau cemburu karna aku sudah memiliki istri? jika benar begitu, kamu harus kuat menghadapi ini karena aku tidak akan menyukai wanita lain selain istirku" ucap Arya dengan percaya diri. sedangkan Aira hanya tersenyum karena perkataan suaminya itu.


Apa? Jadi istrinya pak Arya? kenapa mereka tidak merayakan pesta mereka dengan meriah. dan ternyata istrinya pak Arya cantik sekali. Batin Rahma


percaya diri sekali suamiku ini. Batin aira


Sekertaris andalan itu memang sudah menyukai Adi sejak pertama bekerja di aero grup, walaupun Adi jarang bicara kepadanya dan hanya bicara hal penting saja, namun hal itu yang membuat Rahma semakin penasaran dengan asisten bosnya itu.


"Baiklah kalau kau sudah sadar kalau aku tidak menyikaimu" tegas Arya pada sekretarisnya namun Tatapannya tetap tertuju pada aira "Ayo kita masuk sayang" Ajak Arya sambil merangkul pinggang istrinya.


pasangan itu berjalan menuju ke dalam ruangan kerja Arya.

__ADS_1


Ya Ampun, bucun banget sih. Dulu aja pas di sapa diam aja kayak patung berjalan, sekarang pas sudah punya istri makin gila, mana tingkat percaya dirinya tinggi banget lagi sampai bilang aku suka sama dia. Please yahh hati aku cuman buat Pak Adi. Batin Rahma.


Rahma hanya bisa bicara dalam batinnya, kalau dia berbicara seperti itu dengan mulutnya maka masa depannya akan hancur.


Aira menutup mulutnya saat masuk ke ruangan suaminya saat melihat betapa luas dan mewah ruangan suaminya itu. Dia pernah ke ruangan ayahnya, ruangan ayahnya juga besar tetapi ruang kerja suaminya lebih besar.


Bahkan besar ruangan kerja Arya dua kali ruangan ayah. Batin Aira


Arya memeluk istrinya dari belakang saat melihat istrinya berdiri mematung menatap ruang kerjanya


"Sayang kamu kenapa? Apa kamu tidak nyaman disini? Kalau tidak nyaman bilang yahhh"


"Ehh aku nggak apa-apa kok, Kamu lanjut kerja gihh" Jawab Aira sambil melepaskan pelukan dari suaminya secara halus agar suaminya tidak menyadari.


Sebenarnya Aira merasa bahagia dengan sikap suaminya, namun dia malu jika nanti ada orang yang masuk dan melihat. itu akan sangat memalukan pikir Aira.


"Ya sudah kamu duduk di sini" Arya memegang bahu istrinya lalu mendudukan nya di sofa. "Aku akan menandatangani beberapa berkas" Arya mencium kening istrinya lalu berjalan menuju mejanya.


Sedangkan Aira memakan cemilan yang di sediakan oleh Rahma tadi.

__ADS_1


ℍ𝕒𝕝𝕝𝕠 𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜-𝕜𝕒𝕜𝕒𝕜 😊 𝕁𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕝𝕦𝕡𝕒 𝕥𝕖𝕜𝕒𝕟👍


𝕆𝕔𝕙𝕖𝕪 𝕔𝕙𝕒𝕪𝕖𝕟𝕘 😊😁


__ADS_2