Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Lamaran Dadakan Part 1


__ADS_3

Didalam mobilnya, Arya menelfon salah satu anak buahnya, Arya ingin sekali bertemu dengan ayah dari wanita berhijab itu.


"halo, cari tau dimana alamat wanita berhijab yang tadi menabrakku di cafe, aku ingin bertemu orang tuanya malam ini" tanpa balasan dari orang yang di telfon Arya, Arya langsung mematikan sambungan ponselnya.


wajah Adi agak takut, dia takut tuannya melakukan hal yang tidak baik pada keluarga perempuan itu, karna Adi tau tuannya bisa melakukan apa saja jika dirinya sedang marah, apalagi wanita berhijab tadi sempat bersentuhan dengan Arya.


pikiran Adi kemana-mana Adi takut Arya akan menghancurkan keluarga gadis itu.


Arya melihat muka Adi yang camas dan Arya langsung membuka suara "sepertinya aku menyukai gadis berhijab tadi, aku mau melamarnya malam ini" Adi kaget mendengar pernyataan tuannya yang mengatakan dia menyukai gadis berhijab. sedangkan yang Adi tau Arya sulit sekali menyukai wanita apalagi gadis yang menutupi semua bagian tubuhnya dan hanya terlihat wajahnya, Adi merasa tidak percaya dan menanyakannya ulang kepada tuannya dia berfikir tuannya hanya bercanda.


"tuan sedang tidak bercanda kan, apa taun pernah bertemu dengannya sebelum bertemu dengannya di cafe? " tanya Adi yang memastikan kalau tuannya memang benar-benar tidak jatuh cinta.


"aku baru bertemu dengannya tadi, dan aku sadar aku mulai menyukainya" Arya meyakinkan Adi dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


"lalu bagaimana dengan wanita pilihan ibumu tuan" tanya Adi lagi.


Arya menarik napas dalam dan menghembuskannya dengan kasar dan berkata


"menurut aku, kalau aku menikahi gadis yang tidak aku cintai, aku akan membuatnya semakin sakit hati, jadi biarkan saja dia menikah dengan lelaki yang lebih mencintainya"


Adi hanya diam dan menyetir dengan konsentrasi tanpa berkata lagi. Dan dia merasa yakin kalau tuannya itu memang sepertinya benar-benar jatuh cinta.


terdengar bunyi notifikasi dari HP Arya.


"sudah tuan, saya akan kirim alamatnya melalui pesan singkat tuan"


"baiklah, kerja bagus kamu"

__ADS_1


setelah itu dia mematikan ponselnya dan menyuruh Adi ke alamat yang di kirimkan anak buahnya tadi.


***


"Saya ingin melamar anak anda" kata yang singkat padat dan jelas yang di lontarkan Arya kepada ayah aira.


ayahnya Aira terkejut mendengar lamaran dari Arya, tapi dia tidak bisa menolak karena ternyata ayahnya Aira adalah salah satu pengusaha yang bekerja sama dengan perusahaan milik Arya, ayahnya Aira yakin jika dia tidak mengizinkan Aira menikah perusahaannya mungkin akan bangkrut karna Arya tidak mau bekerja sama dengan perusahaannya lagi. sedangkan ibu tirinya Aira tidak setuju, jika Aira menikah cepat-cepat lalu siapa yang akan membersihkan rumah sebesar ini ibu tiri Aira berfikir dalam hatinya.


ya, Aira juga yang melakukan pekerjaan rumah karna semua pembantu yang dulu bekerja di rumah Aira di pecat oleh ibu tiri Aira, "kenapa harus bayar pembantu mahal-mahal kalau kamu ada disini" itu yang pernah ia katakan kepada Aira. ibu tiri Aira sadar dari lamunannya dan berkata pada Arya "Aira masih kuliah, dia masih harus menggapai cita-citanya, lagi pula bukanya anda adalah pria kaya, kenapa anda tidak mencari gadis lain saja"


Arya terlihat kesal dengan apa yang di lontarkan ibu tiri Aira, tetapi dalam hatinya berkata Ohh jadi mana ya Aira, nama yang cantik seperti orangnya dan Arya tersenyum lalu berkata pada orangtua Aira


"kalau kamu tidak mengizinkan anakmu menikah denganku, perusahaan kita tidak akan bisa bekerja sama lagi" Arya berbicara tegas.

__ADS_1


ibu tiri Aira langsung menjawab dengan sopan "kita dengarkan dulu pendapat nya Aira yah tuan, biar Aira yang menentukan apakah dia mau sama anda atau tidak" walaupun dia tidak stuju jika Aira menikah tetapi dia juga tidak ingin jatuh miskin dalam sekejab.


__ADS_2