Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Kecewa


__ADS_3

Setelah kejadian menyakitkan tadi, Aira hanya merenung di kamarnya dia berfikir keras kenapa ibu mertuanya tidak menyukainya, kenapa ibu mertuanya mengatakan kata jijik.


Ya Allah, apa aku seburuk itu, sampai ibu mertuaku tidak pernah menganggapku menantunya, kenapa jadi seperti ini. Kalau begini terus aku takut aku akan menyerah.


"Tidak, aku tidak akan menyerah. Menikah dengannya adalah keputusanku jadi aku akan mempertahankan pernikahanku" Aira berbicara sendiri untuk menguatkan imannya agar tetap bertahan untuk suaminya.


***


"Tuan, ini adalah dokumen yang harus tuan tanda tangani" ucap sekertaris Arya yang bernama Rahma sambil memberikan beberapa dokumen kepada Arya.


Tanpa menjawab Arya mengambil dokumen itu


"Permisi tuan" Rahma langsung meninggalkan tempat itu tanpa menunggu jawaban dari tuannya.


Arya sedang serius membaca dokumen itu dengan serius dan menandatangani dokumen itu, tetapi setelah ia ingin menandatangani salah satu dokumen dia mendapat telfon dari Ema


"Ada apa? "


"Maaf tuan saya mengganggu"


"apa ada masalah? "

__ADS_1


"iya tuan, Tadi...... " ema menceritakan kejadian tadi dan itu membuat Arya marah. Dia mematikan telfonnya. dia meninggalkan pekerjaannya dan menuju ke mobilnya.


***


Matahari sudah mulai tidak terlihat.


Arya sampai di rumah dan bergegas masuk ke dalam rumah.


Dia berteriak memanggil mamanya.


"Ma... Ma....Mama... Arya mau bicara" Arya berteriak dengan suara keras dan kasar


Sementara dikamar, Aira Yang baru saja selesai shalat mendengar teriakan suaminya, dia beranjak dari duduknya dan melipat sajadah miliknya.


"Kenapa kamu teriak-terak Ya. Kamu manggil tanpa teriak juga mama dengar, Kenapa? ada apa?" Tanya Belinda tanpa ada rasa bersalah sedikitpun


Arya berbalik dan menarik lengan istrinya.


"Dia istri Arya mah, jadi tolong hargai usaha dia. Dia cuman mau mama sayang sama dia. tapi kenapa mama malah membuatnya sakit hati. Arya benar-benar kecewa sama mama"


"Ohhh jadi dia ngadu sama kamu?" Tatapan Belinda beralih ke Aira. Dan melanjutkan kalimatnya "saya tidak menyangka, wanita yang mengaku solehah ternyata ingin merusak hubungan ibu dan anak"

__ADS_1


Setelah mendengar itu Aira yang dari tadi menundukan kepalanya sekarang semakin menunduk dan airmatanya jatuh, tetapi tidak mengeluarkan suara tangisan sedikitpun.


Arya menyadari kalau istrinya sedang menangis dan dia langsung membelah istrinya


"Cukup mah, dia nggak ngaduh dan dia tidak tau apa-apa jadi jangan salahin dia" Arya berhenti sejenak dan melanjutkan kalimatnya "Dia adalah istri pilihan Arya, dan Arya sudah janji sama diri Arya untuk tetap sama dia, walaupun Arya harus menentang mama"


Karena Aira mendengar hal dari mulut Arya, dia semakin merasa bersalah kepada ibu mertuanya karena dia merasa dirinya yang membuat hubungan ibu dan anak itu menjadi hancur.


"Kamu tega sama mama Ya. Hanya karena dia kamu berani membentak mama, mama kecewa sama kamu" air mata Belinda seketika jatuh membasahi pipinya.


Aira menyadari bahwa ibu mertuanya menangis, dia semakin merasa bersalah.


"Sudah cukup Ya, kamu tidak usah bentak-bentak mama hanya gara-gara aku. Tolong Ya, jangan buat aku merasa semakin bersalah" Arya memohon sambil menangis


"Tapi aku cuman mau mama hargain kamu, aku cuman mau mama nggak bikin kamu sakit hati"


"Iya aku tau, tapi tolong jangan bentak mama lagi, aku tidak mau kamu jadi anak durhaka cuman karna belain aku" Aira terus menangis dengan wajah memohon


"Okey, baiklah. Mulai dari sekarang aku tidak akan belain kamu kalau kamu ada masalah sama mama"


Arya berjalan menuju kamarnya dengan perasaan campur aduk.

__ADS_1


sedangkan Aira menangis sejadi-jadinya karena perkataan Arya tadi.


Dan Belinda menyeka air mata palsunya dan tersenyum dengan menaikan salah satu alisnya. Dia merasa menang karena telah membuat suami istri itu bertengkar.


__ADS_2