
"Apa kamu pernah dengar Aero Grup? " tanya Arya
"Pernah, itu perusahaan yang paling terkenal di negara ini kan."
"Kamu tau siapa pemiliknya?"
"Tidak, Aku tidak tau siapa pemiliknya, aku jarang melihat berita di TV maupun di majalah"
"Tapi kamu pasti tau siapa nama pemiliknya kan?" tanya Arya dengan wajah penuh harap
"Tau,namanya Arya Wardana." jawab Aira dengan santainya
Dia masih belum sadar kalau suaminya adalah pemilik perusahaan yang paling terkenal di negaranya.
"Aku pernah melamar pekerjaan disitu, tapi belum disetujui. Mungkin karena perusahaan mereka tidak menyukai wanita yang pakaiannya tertutup" sambil tersenyum.
ternyata perkataan Aira itu membuat Arya tersinggung, Arya mengambil HP nya dan menelfon seseorang tepat di depan Aira
"Apa ada orang yang bernama Aira Qaisarah melamar kerja di perusahaan?" tanya Arya dengan wajah dingin, dan saat itu Aira tersadar dan bergumam Ya Allah ternyata aku menikah dengan pemilik perusahaan Aero grup, tetapi kenapa aku baru tau setelah aku menikah dengannya dan aku sudah merendahkan aero grup di depan pemiliknya, bantu aku ya Allah dia pasti tidak akan membiarkanku hidup tenang.
sedangkan di sana terdengar seorang wanita sedang menjawab
"Ia pak, tapi kami belum menyetujuinya"
__ADS_1
"Baguslah, tidak usah disetujui"
setelah mengatakan itu Arya langsung mematikan telfon nya tanpa berpamitan.
Sedangkan Aira melamun sedari tadi ia sedang berpikir bahwa hari ini hidupnya tidak akan tenang walaupun dia tau suaminya menikahinya karna menyukainya tapi dia tetap tidak tenang dan Arya membangunkannya dari lamunannya
"Ai, aku sudah bilang sama sekertaris aku, kamu tidak akan bekerja disana" Arya berkata dengan halus.
Aira bagai tersambar petir, karna kesalahannya dia tidak akan bekerja.
"Aku minta maaf Tuan, tolong biarkan aku bekerja" Arya tertawa pikirannya berkata ternyata istrinya sepolos ini sedangkan Aira semakin ketakutan
"Aku tidak marah Ai, aku tidak mengizinkan kamu untuk bekerja karna aku tidak mau istriku lelah, jadi biar aku saja yang bekerja"
"Apa kamu punya keluarga? Kalau kamu punya keluarga, dimana mereka?" mengingat saat pernikahan mereka keluarga Arya tidak hadir, hanya seseorang bernama adi yang hadir.
sambil tersenyum Arya menjawab
"Ayah aku sudah meninggal saat aku berumur 11 tahun, saat itu aku terpaksa harus dewasa sebelum waktunya dan harus mengurus perusahaan, dan ibu skarang ada di luar negri nanti juga dia akan pulang"
"Ibu kamu tau kalau kita sudah menikah?"
"Iya dia tau, kamu tenang saja aku sudah memberi taunya"
__ADS_1
Aira tersenyum legah sedangkan Arya merasa berdosa karena ia telah membohongi istrinya.
Jika dia memberitahu ibunya tentang pernikahan ini, ibunya pasti syok karena ibunya telah memilih wanita untuknya, tetapi apa boleh buat, hatinya telah luluh karena cinta pada pandangan pertama
***
Saat ini pukul 11:30 di ruang kerja, Arya masih belum tidur dan memikirkan tentang pernikahannya yang belum diketahui keluarga.
Dia sangat bingung apakah dia harus memberitahu sekarang kepada ibunya tentang pernikahannya atau ia akan menunggu ibunya pulang. Dia berfikir jika dia menunggu ibunya pulang pasti ibunya akan kaget dan Aira pasti akan tau jika dia belum mengatakannya. akhirnya dia mengambil HP nya dan menelfon ibunya
"Hallo mah"
"Hallo sayang, kamu belum tidur? tumben telfon mama, ada apa sayang?"
"Iya ma, Arya belum tidur. Arya mau bilang hal penting sama mama, Arya harap mama senang saat mendengar ini"
"iya sayang, ada apa? apa kamu suka dengan gadis pilihan mama itu? " sambil tersenyum
"Ma Arya sudah menikah, dengan gadis pilihan Arya sendiri nanti mama pulang baru Arya jelaskan dengan baik ma"
karena kaget, HP ibu Arya jatuh ke lantai wajahnya langsung berubah. Dan malam itu juga ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya
sedangkan Arya merasa legah karena akhirnya ia sudah mengatakan semuanya pada ibunya
__ADS_1