
Setelah sampai di rumah kedua pasangan suami istri itu membersihkan diri mereka
"Kamu mandi gih" Pinta Arya kepada istrinya.
"Emm duluan aja aku istirahat dulu sebentar"
"Yaudah nanti kita sama-sama, hari ini aku nungguin kamu" sambung Arya sambil tersenyum menggoda istrinya.
Aira yang tidak mengerti mengerutkan keningnya sambil bertanya
"Maksudnyaa?"
walaupun Arya ragu-ragu untuk menjawab namun dia sudah tidak tahan melihat istrinya yang masih malu-malu kepadanya. Pikirnya adalah kenapa istrinya harus malu, mereka sudah sah di mata Hukum dan Agama.
"Maksud aku... Kita... Kita... emmm..." Arya merasa tidak sanggup membicarakan hal ini sekarang, tetapi dia juga ingin menyampaikan nya. Sekarang yang dia rasakan adalah serba salah.
"maksudnyaa gimana sih? emm emm apa? aku gak ngerti" keningnya tambah mengkerut karena tidak mengerti.
"Maksud aku kita... istirahat dulu baru aku mandi"
Huh Arya merasa marah kepada dirinya sendiri yang tidak mampu mengatakan keinginannya untuk mandi bersama istrinya. Bagaimanapun dia adalah laki-laki normal yang bisa menginginkan hal itu.
"Cuman gitu aja harus pake emm emm yah mana aku ngerti"
suasana menjadi hening karena Arya masih marah pada dirinya sendiri jadi dia tidak terlalu fokus dan hanya tersenyum pada istrinya.
__ADS_1
"Setelah kamu mandi aku mau cerita-cerita sama kamu"
***
Keduanya sekarang telah selesai mandi walaupun tidak mandi bersama teetapi dia senang karena dia diberi kesempatan untuk memeluk istrinya, Yah walaupun haya memeluk tetapi itu sudah menjadi kebahagiaan untuk Arya.
Arya, Arya...Sampai kapan kamu bisa tahan dengan semua ini coba.
Arya yang tengah memeluk istrinya sambil mengusap lembut kepala istrinya itu tengah berfikir bagaimana caranya agar dia bisa mengatakan keinginannya dengan kata yang sehalus mungin agar istrinya tidak tersinggung.
"Tadi katanya kamu mau cerita. Cerita apa?" Tanya Arya yang tidak ingin ada keheningan.
"tadi aku ketemu sama teman-teman aku kan terus.....
Aira menceritakan kejadian yang menimpa Sona, jujur dia merasa jengkel dengan laki-laki seperti calon suami sahabatnya.
"Mungkin memang mereka tidak ditakdirkan bersama" Jawab Arya santai.
"Hah jangan persalahkan takdir disini Arya. Karena Jelas-jelas laki-laki jahat itu awalnya mau ketemu sama Sona" Jawab aira kesal
"iya aku tau, cuman yah menurut aku cinta tidak bisa di paksakan Aira Qaisarah Wardana"tegas Arya yang tidak mau mengalah.
entah kenapa dia merasa itu sepenuhnya bukan salah laki-laki, menurutnya cinta memang tidak bisa dipaksakan.
"Arya Wardana dulu kita juga tidak saling kenal kan pas kamu lamar aku dengan dramatis itu"
__ADS_1
"Jadi kamu tidak suka kalau aku lamar kamu dengan cara kaya gitu" entah kenapa Arya merasa tersinggung.
"Bukan gitu maksud aku Arya, maksud aku, dulu kita tidak saling kenal tapi sekarang kita saling menerima kan. Terus apa salahnya dengan laki-laki jahat itu dengan Sona coba. Kalau mereka dekat terus pasti mereka juga kayak kita"
Penjelasan Aira membuat Arya mati kutu, dia tidak tau mau jawab apa sekarang karena memang begitu kenyataannya.
"Sudahlah jangan bahas lagi, buat apa coba bahas mereka tidak penting juga kan" jawab Arya karena tidak ada kata-kata lain yang mampu ia katakan lagi.
"Yang penting aku tidak seperti laki-laki itu kan" Arya tersenyum tulus.
Aira yang sedari tadi membenamkan wajahnya di dada Arya mengangkat tepalanya dan menatap mata Arya lekat, ingin mencari kebenaran di dalam mata indah suaminya.
Mereka saling menatap cukup lama, saat ini Arya sudah tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya. Tanpa sadar Arya mendaratkan bibirnya ke bibir Aira. Mata Aira membulat sempurna karena terkejut dan dadanya berdebar lebih kencang dari biasanya
ya Tuhan, rasa apa ini, kenapa dadaku berdebar debar begini, kenapa dia menciumku secara tiba-tiba begini. ini ciuman pertamaku
Aira merasa sesak akhirnya ia menjauh dari bibir Arya dengan malu lalu membenamkan wajahnya ke dada Arya
Dia ingin menyembunyikan pipinya yang merah merona. karena ini adalah ciuman pertamanya, jadi dia merasa gugup.
"Maaf Ai, aku tidak bermaksud untuk yang lainnya aku hanya tidak bisa menahan diri"
Aira hanya diam karena kaget dan wajahnya tetap berada di dada bidang Arya.
"Boleh aku jujur Ai? Bibir kamu terlalu manis aku takut diabetes"
__ADS_1
Walaupun dia tau Aira merasa malu tetapi dia tetap menggoda istrinya.