Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
Aneh


__ADS_3

Hari ini Arya memulai harinya dengan semangat, dia terlihat senyum-senyum sendiri mengingat ciuman paginya yang dramatis.


Karena dia tersenyum dari masuk kantor sampai ruangannya, sampai-sampai ada karyawan yang mengiranya sakit.


"Apakah bos sedang sakit?"


"Aku juga rasa dia sedang sakit"


"Bos sekarang sedang sakit jadi kita harus bersikap baik, kalau tidak pekerjaan kita yang menjadi taruhannya"


Begitulah percakapan antar karyawan, merka merasa bos mereka sakit karena tersenyum ramah pagi ini.


Tidak ada satupun karyawan yang mengira bos mereka sedang berbunga-bunga karena cinta, mereka berfikir bos mereka tidak menyukai wanita, Mungkin.


"Selamat pagi Pak" Sapa Rahma lembut dan tersenyum. Rahma kali ini merinding dengan tingkah bosnya yang senyum-senyum pada karyawan.


"Pagi Rahma, Sepertinya kau sangat bahagia hari ini" Balas Arya sambil tersenyum dan masuk ke ruangan besarnya


Rahma semakin merinding, bulu kuduk nya berdiri dengan sempurnah, ini pertama kali Bosnya membalas salam paginya.


Ya Tuhan, apa kiamat akan tiba? Kenapa aku merasa kiamat akan tiba. Kemarin aneh dan sekarang semakin anehh. Oh Tuhan jika memang kiamat akan tiba aku mohon maafkan salah dan dosaku. Batin Rahma.


***


Di ruangan Arya.


Arya masih tersenyum mengingat kejadian tadi.


"Bagaimana mukanya bisa semerah itu, aku hanya mencium nya, belum menidurinya dan dia malu sampai merona begitu" Arya bergumam dan tertawa sendiri, sedangkan Adi yang sedari tadi sedang bekerja itu hanya cuek tidak menghiraukan bosnya.

__ADS_1


Entah kenapa dia begitu merindukan istirnya itu, akhirnya dia menelfon istrinya.


"Asalamualaikum" suara di balik telfon itu menyapa.


"waalaikumsalam, kamu lagi ngapain?"


"Aku di perpustakaan, lagi baca buku"


"Ai"


"iya Ya, Kamu kenapa? kok tumben telfon aku pas lagi jam kerja, biasanya pas kamu istirahat. kamu lagi tidak enak badan?" tanya Aira heran.


"kangen" Arya mengucapkannya sambil tersenyum manja.


Satu kata itu membuat Adi yang sedari tadi cuek dengan bosnya sontak terbatuk. Bagaimana tidak terbatuk, ini kali pertama bosnya mengucapkan kata-kata itu.


Sedangkan dibalik pintu, Rahma terlihat kaget saat mendengar kata 'Kangen' yang di ucapkan bosnya.


Oh ternyata Bos sudah punya kekasih, pantas saja senyum-senyum sendiri. seperti orang gila saja. Batin Rahma.


"Kamu kangen? kamu baru pergi ke kantor beberapa menit lalu loh, dan skarang langsung kangen?" Aira merasa heran sekarang.


"Aku gak tau Ai, yang pasti aku kangen banget sama kamu sekarang aku pengen peluk"


Rahma yang baru masuk ke dalam ruangan bosnya pun merasa semakin kaget dengan ucapan atasannya itu.


Adi dan Arya kompak mengangkat kepala mereka dan menatap ke Rahma. Tetapi Arya kembali berbicara dengan istrinya.


"Kamu kekantor aku yah, Adi akan jemput kamu sekarang, Asalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam"


Arya memutuskan sambungan telfonnya dan menoleh pada Adi.


"Kamu jemput Aira di rumah sekarang. Saya mau makan siang sama dia disini" Wajahnya kembali datar tidak seperti dia berbicara dengan istri nya tadi.


"Baik Pak" Adi berdiri dari duduknya dan melangkah keluar tetapi langkahnya terhenti.


"Kalau kamu sudah di depan, telfon saya. Saya mau jemput dia di bawah"


"Baik Pak" Adi menunduk dan melanjutkan langkahnya


"Dan kamu, kamu bisa kan sebelum masuk ketuk pintu dulu" matanya menatap Rahma.


"Saya sudah ketuk pak, tapi tidak ada balasan dari bapak jadi saya masuk saja"


"Baiklah karena saya sedang senang jadi kamu saya maafkan"


"Terimakasih Pak, ini berkasnya" Rahma menyimpan berkas di meja Arya "Permisi pak" Rahma menundukan kepalanya hormat lalu berbalik ingin melangkah tetapi langkahnya di hentikan oleh Arya.


"Siapkan makanan yang enak, sekarang" Perintah Arya


"Tapi kan ini masih pagi pak, nanti makanannya keburu dingin"


Arya menaruh tangannya di dagu seperti memikir.


"Yasudah sebentar agak siangan baru kamu pesan makanan, tetapi beli snack yang enak dan mahal skarang"


"Baik Pak"

__ADS_1


__ADS_2