
Setelah selesai makan, Aira membereskan alat makanya dan membawanya ke dapur. Tapi ketika ingin melangkah Arya menghentikan langkahnya, Arya menarik tangannya, lalu memakan sisa makanan yang menempel di bibirnya.
Aira membelakangi matanya karena terkejut dengan ciuman tiba-tiba dari suaminya. Maksud hati ingin memakan sisa makanan yang tertempel, tapi Arya malah ******* bibir istrinya. Aira melepaskan nampan berisi piring kotor itu ke nakas lalu mengalungkan tangannya ke leher suaminya dan memembalas ciuman suaminya. Akhirnya mereka melakukannya lagi.
Arya sangat buas, mungkin karena setelah menikah berbulan-bulan mereka baru melakukannya dia seperti melakukan pembalasan dendam karena telah menahannya selama berbulan-bulan ini.
***
Sementara di luar kamar, Adi sedang menunggu bosnya. Ia duduk di sofa ruang tamu sambil mengecek beberapa dokumen di Gmail nya.
Saat sedang mengecek dokumen, nyonya Belinda masuk bersama Ananya ke dalam rumah. Mereka baru pulang dari luar kota
"Lo Adi, kenapa disini? Kamu gak kerja? dimana Arya?" tanya nyonya Belinda karena tidak biasanya Adi duduk di ruang tamu pada jam kerja begini, kecuali Arya tidak masuk kantor.
Sebenarnya Adi ingin menunggu di dalam ruang kerja tetapi karena hanya beberapa dokumen saja yang dimintai tanda tangan oleh Arya, jadi dia memutuskan untuk menunggu di ruang tamu.
"Ehh tante, lagi nunggu Arya tante. Dia gak masuk kerja tapi ada dokumen yang harus di tanda tangani jadi saya ke sini" Jelas Adi. Adi adalah anak dari sahabat papanya Arya, jadi Adi dan Belinda cukup dekat satu sama lain.
"Kamu udah nelfon dia?" tanya Belinda. Dia khawatir Arya kenapa-napa.
"Udah tante tapi tidak di angkat, mungkin lagi sibuk di dalam" ucap Adi sambil tersenyum penuh makna.
Ananya yang mendengar ucapan Adi hanya tersenyum sedangkan Belinda, perasaanya campur aduk sekarang. Dia takut, hal yang tidak diinginkannya terjadi.
"Ema... Ema...." Teriak Belinda memanggil Belinda.
"Iya nyonya"
"Apa nyonya muda kamu itu belum turun dari tadi?" tanya Belinda dengan keras dan menekan kata nyonya muda
__ADS_1
"Nyonya muda sama tuan belum turun dari pagi nyonya"
Wah sepertinya aku melewatkan sesuatu kemarin malam. Batin Ananya sambil tersenyum bahagia
Pantas saja dia tidak mau bekerja, ternyata dia melakukan balas dendam. Dasar Arya. batin Adi
Belinda yang mendengar itu langsung berjalan menuju kamarnya sedangkan Ananya malah duduk di samping Adi lalu bercerita
"Mas Adi, menurut mas mereka lagi ngapain di dalam?" tanya Ananya.
"Mungkin mereka lagi buat ponakan untuk kita" ucap Adi sambil tertawa dan Ananya juga mengiyakan sambil tertawa.
"Seneng deh, akhirnya Aira belah duren juga kan" ucap Ananya.
"Anak kecil bicaranya kaya udah dewasa aja, anak gadis gak boleh ngomong kek gitu yah"
"Terserah kamu lah, jangan ganggu mas. Mas mau kerja"
Akhirnya Ananya berdiri dari duduknya, lalu berjalan menuju kamarnya. Adi yang melihat Ananya hanya tersenyum
Adi dan Ananya memang dekat, karena dari kecil Adi sering temani Ananya bermain karena Adi tidak punya adik dia anak tunggal jadi dia sangat sayang kepada Ananya. Dia sudah menganggap Ananya seperti adiknya sendiri.
Tapi Adi merasa gagal jadi kakak saat dia tidak bisa mencegah Ananya pergi dan membiarkan dia sakit hati. Waktu itu Ananya sempat meminta bantuan kepadanya, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena menghargai keputus nyonya Belinda.
Mulai saat itu mereka tidak lagi dekat, sama seperti Belinda dan Arya. Tapi sekarang melihat perubahan Ananya, Adi yakin kalau Ananya sudah memaafkan mereka.
Adi melanjutkan pekerjaannya, sambil menunggu Arya turun. Entah sampai kapan mereka dalam kamar, tapi Adi tetap setia menunggu.
***
__ADS_1
Sementara di kamar, nyonya Belinda sedang menelfon seseorang. dengan nada membujuk.
Saat ini nyonya Belinda memang sangat khawatir, dia takut Arya akan mempunyai anak dengan gadis itu. Jika mereka punya anak maka keinginan Belinda untuk menikahkan Arya dengan Sona hanya akan menjadi angan-angan belaka.
Sebenarnya saat nyonya Belinda mendengar dari putranya bahwa dia telah menikah dengan gadis pilihannya sendiri nyonya Belinda merasa bahagia. tetapi saat tau jika wanita itu sangat dibawah, Belinda menjadi tidak senang.
Belinda takut orang-orang akan meremehkan Arya seperti dulu, saat pertama kali Arya menjadi presdir aero grup. Nyonya Belinda takut teman-teman koleganya merendahkannya karena wanita pilihannya adalah gadis yang tidak sederajat dengannya.
"hallo sayang, kamu lagi apa?"
"lagi duduk aja tante, tante apa kabar?"
"kabar tante kurang baik, tante takut mereka akan semakin dekat. Tante mohon sama kamu Sona, kamu pulang dan menikahlah dengan Arya. Tante akan bantu kamu untuk memiliki Arya. Tante mohon sama kamu, hanya kamu satu-satunya harapan tante"
"Baik tante, besok Sona akan pulang. Mama juga tadi nelfon sona suruh sona pulang tante. dan sona udah mutusin, besok sona akan berangkat dari sini"
"Baik sayang, tante tunggu kamu disini sampai jumpa besok sayang"
"iya tante*"
.
.
.
.
.
__ADS_1