Mencintaimu Adalah Takdirku

Mencintaimu Adalah Takdirku
birthday Arya part 3


__ADS_3

"Happy birthday hubby, maaf tidak ada kado spesial" Ucap Ai "Ayo tiup lilinnya, tapi Mekwish dulu" lanjutnya lagi.


Arya berdoa, lalu meniup lilinnya. Setelah tiup lilin, Aira meletakan cake itu ke atas meja


"Terimakasih, aku pikir kamu gak tau kalau aku ulang tahun hari ini" ucap Arya


"Kamu itu suami aku jadi tidak mungkin kalau aku tidak tau, Maaf cuman kayak gini doang yang bisa aku lakuin" Ucap Arya sambil melirik ke dalam kamar yang dia hias.


"Kayak gini juga aku udah senang banget Ai" Ucap Arya sambil memeluk istrinya dan menghujani istrinya dengan ciuman.


Dia merasa ada yang beda dari istrinya, dan sekarang dia sadar kalau istrinya memakai lingerie kimono dengan kain yang sangat tipis.


Glek


Arya menelan salivanya kasar tapi tetap menjaga raut wajahnya


"Kenapa kamu di luar pakai baju se tipis ini? nanti kamu kedinginan, ayo kita masuk" Arya menarik tangan Aira. Tapi Aira hanya berdiri dan tidak bergerak sedikitpun.


Arya menoleh, melihat istrinya.


Aira maju mendekati suaminya, lalu melingakarkan tangannya ke leher suaminya, Aira mengusir jarak dengan suaminya. Dia mencium bibir suaminya, Arya sangat kaget melihat perubahan Aira yang sangat posesif ini tapi dia tidak melepaskan kesempatan bagus ini. Saat Aira hendak melepaskan ciuman singkat itu, Arya menahan tengkuk istrinya, lalu ******* bibir ranum istrinya dan Aira membalasnya. Arya menggendong istrinya ke dalam pelukannya tangannya melingkar ke pinggang istrinya dan Aira melingkarkan kakinya ke pinggang suaminya tanpa melepaskan ciuman hangat mereka. Arya membawa istrinya ke kasur, meletakan secara perlahan tubuh istrinya. Dan akhirnya mereka melakukan apa yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri.


***


Matahari sudah mulai terlihat, tapi sepasang suami istri masih tertidur sambil memeluk di atas ranjang tanpa sehelai kain pun menempel di tubuh mereka, hanya ada selimut yang menutupi tubuh mereka.

__ADS_1


Arya terbangun dan menatap istrinya, istrinya terlihat sangat lelah karena entah berapa ronde semalam yang pasti Arya baru menyelesaikannya saat menjelang subuh.


Arya tersenyum lalu mengecup lembut kening istrinya, membelai lembut rambut panjang istrinya sambil berbisik "Terimakasih sayang"


Karena merasa terusik akhirnya Aira membuka matanya, dan langsung tersenyum malu ketika melihat suaminya berada di depannya dan mengingat apa yang kemarin mereka lakukan.


"Selamat pagi sayang" Ucap Arya sambil membelai lembut rambut istrinya


"Pagi, Jam berapa sekarang?" Tanya Aira.


"Jam 8 sayang"


"Astagah, kita kesiangan dong" Aira bangun dari tidurnya, sadar jika dia tidak memakai sehai kain pun di tubuhnya, akhirnya dia melilitkan selimut ke tubuhnya.


saat ingin berdiri dia merasakan perih di bagian kewanitaannya, dia meringis kesakitan.


"i.. itu aku s... sakit Ya" Jawab Aira, wajahnya sekarang sudah bersemu merah.


"Itu apa? Aku nggak ngerti, bilang dong yang jelas" Goda Arya.


Karena kesal Aira menoleh pada suaminya, tapi kaget karenaelihat suaminya tidak memakai sehelai kain pun seperti dirinya.


"Arya, kenapa tidak menutupi tubuhmu. Malu tau" Ucap Aira dengan pipi yang bersemu merah


"Kenapa harus malu, toh kamu udah lihat semuanya dan aku juga udah lihat setiap inci tubuh kamu bahkan aku juga sudah merasakan" ucap Arya tanpa beban lalu berdiri menggendong tubuh istrinya menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


"Keluar gih, aku mau mandi" Ucap Aira merasa malu, tidak mungkin mandi bersama pikirnya.


"Aku mau bantu kamu mandi, Soalnya kamu pasti lelah"


"aku gak lelah kok"


"beneran gak lelah?"


"Iya gak lelah, beneran"


"Ya udah aku buat kamu lelah aja yah sekarang"


Dan akhirnya mereka melakukannya di dalam kamar mandi. Maksud dari Aira mengatakan tidak cape agar suaminya tidak membantu memandikan nya, tetapi ternyata ucapannya malah membuatnya benar-benar semakin lelah.


Hingga pukul setengah sebelas, mereka baru menyelesaikan kegiatan mereka di dalam kamar mandi. Mereka berdua akhirnya keluar dari kamar.


Arya menelfon Adi bahwa hari ini dia tidak ingin ke kantor, dan meminta pelayan untuk membawakan makanan ke dalam kamar. Dan mungkin karena mereka membuang tenaga terlalu banyak, akhirnya semua makanan yang diminta dalam sekejap langsung habis.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2