
"Apa? Dia batal nikah? Tapi kenapa? dan kenapa kalian baru kasih tau aku sekarang?" Tanya Aira dengan wajah kesalnya, dan karena mendengar sona telah batal nikah akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk menceritakan pernikahannya.
"Laki-laki itu sudah menikah dengan kekasihnya. Kamu ingat waktu itu dia tidak datang menemui Sona?" Tanya Naina dan Aira menganggukkan kepalanya lalu Jeni menyambung kalimat Naina "Itu karena dia pergi menemui kekasihnya, dan karena dia tidak menyukai Sona dan yang kami dengar dari Sona kekasih laki-laki itu cantik" kata Jeni dengan nada kesal dan melanjutkan kalimatnya "Dan waktu dia menemui kekasihnya, malam itu juga mereka menikah"
"Ternyata laki-laki itu benar-benar jahat, apa dia pikir Sona kita tidak cantik?" Timpah Aira yang tidak menyangka "Tapi siapa sih laki-laki itu? dan kenapa kalian baru memberitahukan sekarang" tanya Aira karena dia benar-benar tidak menyangka ada laki-laki yang benar-benar jahat.
"Sudahlah tidak penting dia siapa ngapain sih mikirin laki-laki jahat itu" Naina yang sudah malas membahas laki-laki jahat itu.
"Gimana mau kasih kamu kabar coba. Kita hubungin kamu aja susah" Lanjut Naina dengan wajah kesalnya.
"Maafin aku, aku terlalu sibuk makanya gak sempat megang HP" Aira membalas dengan wajah penuh penyesalan.
"Lagian yah Ai, aku bingung deh sama kamu. Kamu mutusin buat berhenti kuliah dan kalau kamu nggak kuliah otomatisnya kamu nganggur gak ngapa ngapain dirumah, terus gimana ceritanya kamu sibuk? Ibu tiri kejam kamu nyuruh kamu beresin rumah dua puluh empat jam yah?" Tanya Jeni panjang lebar.
Yah memang dia jarang memegang hpnya karena dia lebih banyak berada di perpustakaan pribadi suaminya, walaupun dia memutuskan untuk berhenti kuliah tetapi dia tetap akan membaca buku-buku ekonomi milik suaminya. Dan dia memang lebih sering berdua dengan suaminya ketimbang dengan HPnya.
"Sttt jangan Seudson gitu dehh sama mama aku"Kata Aira membantah perkataan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Yah gimana gak Seudson, kamunya gak kaya dulu lagi Ai" lanjut Jeni lagi.
Aku mau cerita banyak hal sama kalian tetapi waktunya belum tepat, kalau nanti waktunya sudah tepat aku akan menceritakan semuanya. Kenapa aku memilih tidak kuliah lagi, kenapa aku tidak terlalu melihat hpku. Nanti ketika waktunya tiba, aku akan menceritakan semuanya.
"Sudahlah, yang penting semua itu tidak ada hubungannya dengan mama aku"
"okey, kita tidak akan bahas mama kamu lagi" Jawab Naina.
Lalu keadaan di meja itu mulai hening, tapi dengan cepat Naina memecah keheningan itu
Sebenarnya mereka bertemu hari ini karena mereka ingin memberitahu kabar gembira ini untuk Aira, dan dengan antusiasnya Aira bertanya
"Kabar bahagia apa coba"
"Kita berdua udah diterima magang di Aero grup" Jawab mereka kompak.
Aira memang sangat terkejut karena itu perusahaan suaminya.
__ADS_1
"Ohh ya? baguslah kalau kalian udah di Terima" Kata Aira dengan senang
***
"Ai ayo" ucap Naina yang mengendarai mobilnya dan disampingnya ada Jeni.
Sebenarnya sebelum mereka keluar dari cafe, Jeni dan Naina sudah menawarkannya untuk pulang bersama, tetapi dia tidak mau karena nanti jika mereka mengantarnya mugkin mereka akan terkejut karena Aira sudah pindah rumah, jadi Aira memutuskan untuk pulang sendiri ke rumahnya. Dan karena suaminya telah mengirimkannya pesan bahwa dia ingin menjemputnya
"Aku bisa pulang sendiri kalian duluan gih"Pinta Aira dengan lembutnya
"Beneran gak apa-apa? kalau kamu di culik penjahat gimana?" tanya Naina lagi untuk memastikan.
"Siapa sih yang berani culik ibu Hajah? Gak ada yang berani. Jadi sekarang kalian bisa pergi okey" kata Aira sambil tersenyum
"Iya ibu Hajah, kita percaya sama ibu" Kata jeni .
akhirnya Naina melakukan mobilnya.
__ADS_1