
Mata hari belum menunjukan wujudnya, pasangan suami istri ini sedang berbaring sambil berpelukan, terdengar lantunan indah dari mesjid dekat rumah mereka.
Aira bangun dari tidurnya, lalu membangunkan suaminya.
"Arya, sayang bangun Shalat"
"emmm" Arya membuka matanya sambil menguap.
Arya berjalan menuju kamar mandi untuk mandi sedangkan Aira mengatur tempat tidur mereka, lalu Aira mengambil baju koko, peci, celana dan sarung lalu meletakkannya di atas kasur.
Setelah mandi Arya memakai pak ayang yang di siapkan istrinya, sedangkan Aira mandi lalu mengambil wudhu.
Setelah selesai Aira keluar dan Arya berpamintan untuk pergi ke mesjid dan Aira pun shalat.
Setelah selesai shalat, Aira memutuskan kedapur untuk memasak, karena hari ini adalah hari ulang tahun suaminya, jadi dia ingin memasak makanan untuk semuanya, hitung-hitung merayakan ulang tahun tanpa kue.
"Selamat pagi bik" Sapa Aira pada pelayan yang bertugas untuk memasak.
Pelayan di rumah Arya memang banyak, dan dengan tugas yang berbeda-beda. Seperti Ema, gadis itu hanya di tugaskan untuk melayani Aira saja, tidak melakukan hal-hal lainnya.
"Selamat pagi nyonya, apa anda butuh sesuatu?" Tanya salah satu pelayan, karena heran biasanya Aira tidak ke dapur.
"Tidak bik, saya mau masak untuk makan pagi. Bibi tidak tolong bantu siapin yang saya butuhkan yah" ucap Aira lembut
Akhirnya Aira memasak, sambil menyanyikan lagu Aisyah Istri Rasulullah. Suaranya yang merdu membuat pelayan tersenyum karena merasa bahagia dan sangat terhibur.
"Nyonya, kenapa pagi-pagi sudah ada di dapur. Kalau ada apa-apa bilang ke saya saja." Ucap Ema yang kaget karena Aira berada di dapur.
"Pagi Ema, aku lagi masak. Tapi udah mau selesai kok. Kamu jagain aja yah"
"Tapi tuan mau datang nyonya, kalau tuan tau tuan bisa marah"
"Ya udah kamu jangan gangguin, duduk di situ jagain aku supaya cepat selesai"
"Kenapa nyonya mau masak, kan ada banyak pelayan di sini"
"Hari ini ulang tahun Arya, jadi aku mau masak buat dia, tapi nanti pas di tanya kamu bilang pembantu yang masak yah, soalnya aku takut mama gak mau makan"
__ADS_1
"baik nyonya"
Setelah beberapa menit akhirnya selesai masakan Aira. Aira memasak makanan yang cukup banyak.
"Selesai, aku ke atas dulu yahh"
***
Pasangan suami istri berjalan sambil bergandengan tangan, menuruni anak tangga.
Pagi ini, wajah Arya terlihat sangat-sangat tidak bersahabat. Entah kenapa tetapi moodnya kurang bagus.
"Pagi mas" Sapa Ananya
"Pagi sayang" Sapa Nyonya Belinda
Tapi yang di sapa malah tidak menyapa balik sapaan tersebut. Akhirnya Aira yang menyapa keduanya.
"Mas Arya kenapa, mas sakit?" tanya Ananya, tapi tetap saja tidak ada jawaban.
Saat makanan di hidangkan, Nyonya Belinda, Arya dan Ananya ternganga melihat makanan sangat banyak di meja makan.
"Kenapa makanannya sangat banyak?" Tanya Arya.
Semua pelayanan hanya diam, tidak bisa menjawab karena takut.
"Aku yang minta di masakin mas, soalnya pengen makan pagi pake semuanya" Jawab Aira kikuk
"Kamu yakin pengen makan makanan sebanyak ini?" Tanya Arya memastikan, karena setau dia porsi makan Aira sedikit dan masakan di meja cukup banyak.
"iya tadi pagi aku yakin pengen banyak makan, tapi kayaknya sekarang udah gak pengen deh, jadi aku makan seadanya aja yah" Ucap Aira sambil tersenyum kikuk
Kayaknya Aira ada rencana ulangtahun untuk Arya dehhh, okey aku akan kasih kesempatan untuk kalian berdua. batin Ananya sambil tersenyum tipis
"Yaudah, makan gihh" Ucap Arya datar.
kayaknya dia marah deh karena tadi...
__ADS_1
Flashback on
"Ai kamu tau gak hari ini hari apa" tanya Arya sambil memeluk perut istirnya dari belakang. Mereka tengah berbaring saat ini.
"Ini hari jumat sayang" Jawab Aira asal. Sebenarnya Aira tau maksud dari Arya, tapi dia tidak mau menjawabnya dan hanya menjawab dengan asal
"Oh iya" ucap Arya singkat.
"Emang hari ini hari jumat kan sayang, atau aku salah?"
"Gak ini hari jumat" ucap Arya melepaskan pelukannya.
Flashback off
"Arya, hari ini mama mau pergi ke luar kota sama Teman-teman sosialita mama, mungkin mama pulangnya besok siang" ucap nyonya Belinda meminta izin. Sebenarnya Belinda juga ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk putranya, tetapi dia merasa sangat canggung jika harus mengatakan itu, mengingat dari dulu Arya tidak pernah menginginkan ucapan itu.
Sebenarnya, setelah Arya mengenal Aira, dia mulai sangat-sangat romantis, sampai ingin ulang tahunnya di adakan karena ini adalah ulang tahun dengan istrinya, tetapi karena Aira tidak tau menau tentang ulangtahunnya akhirnya dia mengurungkan niatnya.
"oh iya mah" jawab Arya singkat.
"Mah, bole gak kalau aku ikut. Soalnya pengen jalan-jalan"
"Boleh banget sayang, kan mama bisa ada teman ngobrol"
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1