
"Kamu itu ngomong apa sih mas... sudah kewajiban seorang istri berbakti terhadap suaminya, seharusnya aku yang minta maaf belum bisa memberikan kamu keturunan" ucap Amanda dengan wajah sendu.
"Jangan pernah bahas ini lagi yah" kata Rangga sambil merangkul pinggang sang istri lalu di bawa ke dalam dekapan nya.
Setelah beberapa saat Dea pun keluar dari kamar mandi,dan masih terlihat di sanah sang kakak dan kakak ipar nya masih menunggu dirinya.
"Sudah selesai" tanya Rangga terhadap sang adik.
"Sudah Kak" jawab Dea singkat.
"Yuk kita turun! " ajak Rangga terhadap sang adik.
Akhirnya mereka pun turun untuk segera menuju ke ruang makan.
Setelah beberapa saat mereka pun sudah berkumpul di meja makan, raut wajah kebahagiaan pun terpancar dengan jelas dari wajah Bu Riana.
Mereka semua makan siang bersama, Bu Riana pun melayani Alea dia seperti layak nya seorang Ibu, di sisi lain ada Dea yang memperhatikan itu semua.
Amanda yang sadar akan hal itu langsung meraih tangan Dea di bawah meja, sambil memberi isyarat tersenyum. Dea pun mengikuti Amanda, meskipun dia tidak suka melihat hal itu tetapi dia berusaha untuk menerima. Lagipula Alea tidak salah.
Acara makan siang pun telah selesai, meskipun semuanya pada diam tidak ada yang bersuara selain bunyi alat makan.
Rangga dan Pak Wijaya berencana akan kembali ke kantor, sebab ada pertemuan penting yang tidak bisa di tinggal kan.
"Nanti langsung pulang saja yah, setelah magrib dokter Firman akan kerumah dia akan memeriksa keadaan Alea kembali" kata Rangga terhadap sang istri.
"Baik Mas... tapi kalau Mama melarang Alea untuk ikut pulang bagaimana? " tanya Amanda terhadap sang suami.
"Pasti Mama mengijinkan ko, tadi sudah berjanji dia tidak akan menghalangi Alea untuk tinggal bersama Kita" jawab Rangga terhadap sang istri.
"Syukur lah jika seperti itu" kata Amanda.
Setelah beberapa saat Rangga dan Pak Wijaya pun akan segera kembali ke kantor.
__ADS_1
"Berangkat dulu ya! " kata Rangga terhadap sang istri.
"Hati-hati di jalan nya, jangan lupa kabarin kalau sudah sampai" Amanda berpesan terhadap suaminya.
"Iya" Jawab Rangga sambil mencium kening sang istri.
Rangga dan Pak Wijaya pun berjalan perlahan keluar dari rumah untuk segera pergi.
Setelah kedua nya pergi tinggal lah ketiga wanita di dalam rumah, Dea dan Alea duduk di sofa dengan berdampingan.
"Yuk siap-siap kita juga pulang" Ajak Amanda terhadap Dea dan juga Alea.
"Iya, Ka... aku ambil tas dulu ke kamar" Jawab Dea sambil bangkit dari duduk nya lalu berjalan perlahan pergi untuk segera ke kamar nya.
Setelah beberapa saat Dea pun sudah kembali sambil membawa barang-barangnya.
"Ma... kita pulang dulu ya! Alea ada janji sama dokter firman, nanti malam jadi kita nggak bisa menginap di sini" kata Amanda terhadap Ibu Mertua nya.
"Terus Mama di tinggal lagi dong sama Ghia" jawab Bu Riana.
"Baiklah kalau begitu,hati-hati di jalan nya jangan lupa besok ajak Ghia ke sini lagi" kata Bu Riana.
"Iya, Ma... nanti aku bawa Ghia ke sini lagi" kata Amanda sambil tersenyum tipis ke arah sang Ibu mertua.
Akhirnya Amanda, Alea dan juga Dea berpamitan terhadap Bu Riana, mereka bertiga sudah berada di halaman rumah akan segera memasuki kendaraan yang akan mereka tumpangi.
Setelah beberapa saat Amanda membuka pintu kendaraan bagian tengah dan menyuruh Alea untuk segera masuk, setelah Alea duduk di dalam kendaraan dia pun kembali ke depan langsung masuk dan duduk di belakang kemudi.
Dea sudah duduk di samping dirinya, Amanda pun perlahan menginjak gas dan kendaraan pun melaju dengan kecepatan sedang.
Kendaraan pun sudah memasuki jalan Raya, Amanda mengendarai mobil dengan kecepatan sedang sehingga dirinya bisa menikmati perjalanan.
Jarak dari Rumah sang mertua menuju tempat tinggal nya lumayan jauh,sehingga menghabiskan waktu lumayan lama.
__ADS_1
Alea merasakan ngantuk yang luar biasa sehingga tidak sadar ternyata tertidur, Amanda dan Dea yang melihat itu semua hanya mampu tersenyum.
"Kak jika melihat dia seperti itu kasihan juga ya" kata Dea sambil melirik ke arah Alea yang sedang tertidur pulas meski itu di dalam kendaraan.
"Makannya, kita sebagai orang yang ada di dekat nya untuk saat ini sudah sepantasnya memberi dukungan untuk kesembuhan dia, kita berfikir positif saja bahwa akan ada hikmah di balik ini semua" kata Amanda sambil menatap lekat wajah Dea, dia sangat berharap bahwa Dea tidak merasakan cemburu saat Rangga atau dirinya memberi perhatian lebih terhadap Alea.
"Emang keluarga nya tidak mencari keberadaan nya? " tanya Dea.
"Kakak juga nggak tahu! tetapi selama ini tidak ada pemberitaan orang hilang" jawab Amanda, dia masih terfokus ke jalanan yang sedikit mulai padat.
"Apa kakak nggak pernah tanya di mana keluarga nya tinggal? siapa tahu dia masih mengingat keluarga nya" ucap Dea terhadap sang kakak.
"Kakak mu melarang bertanya apapun yang menyangkut pribadi Alea, tugas kita di sini hanya membantu nya untuk sembuh. Nanti juga dia yang akan bercerita dengan sendirinya tanpa kita minta" jawab Amanda.
Sepanjang perjalanan pun Dea dan juga Amanda terus mengobrol, hingga tidak terasa mereka pun sudah sampai di depan rumah.
"Sudah sampai ya ka, nggak terasa yah waktu begitu cepat" kata Dea sambil membuka pintu kendaraan nya, dia segera turun dan akan segera masuk ke dalam rumah.
"Masuk duluan saja, kakak bangunin Alea dulu! " kata Amanda, dia mempersilahkan Dea untuk masuk terlebih dahulu.
"Baik lah" jawab Dea sambil pergi berlalu meninggalkan Amanda yang masih berada di dalam kendaraan, dia tidak tega jika harus membangun kan Alea.
Amanda pun menyandarkan punggung nya, dia juga berusaha untuk tenang dan menarik nafas lalu membuangnya.
Setelah beberapa saat Alea pun belum ada tanda-tanda akan bangun, Amanda dengan tidak sengaja dia juga ikut tertidur di dalam kendaraan.
Setelah beberapa saat Alea pun merasakan pegal-pegal, dia menggeliat dan mengerjapkan matanya lalu menelisik setiap sudut tempat dan ternyata sudah sampai.
Dia melihat ke arah kursi depan masih terlihat Amanda duduk di sanah tetapi dengan mata yang terpejam.Alea pun memberanikan diri untuk membangunkan Amanda, sebab dia lupa cara membuka pintu mobil.
"Mbak, kita sudah sampai di rumah ya? " tanya Alea sambil menyentuh bahu Amanda, Amanda yang sensitif akan sentuhan dia pun langsung bangun.
"Sudah bangun? " tanya balik Amanda.
__ADS_1
"Kenapa nggak membangun kan aku dari tadi" kata Alea.
"Kamu tidur nya pulas sekali, mana tega aku membangunkan mu" jawab Amanda sambil keluar dari dalam kendaraan, lalu membuka pintu tengah dan mengajak Alea untuk segera turun.