
Satu minggu telah berlalu, hari ini Alea sudah bisa pulang dari rumah sakit.
Selama itu pula Rangga selalu berada di samping Alea, dia tidak meninggalkan istri dan kedua putrinya.
Di sisi lain dia merasa sangat bahagia Alea bisa selamat dan melahirkan dengan sehat beserta anaknya, di sisi lain dia harus merasa sedih kehilangan Ibu dari sang putri yang belum sempat melihat wajah anaknya.
Rangga berpikir dengan baik, tidak ada gunanya dia terus memikirkan dan berada dengan bayang-bayang Amanda titik sebab tujuannya saat ini adalah bagaimana bisa membuat area merasa nyaman dan membesarkan kedua putrinya dengan baik. Sebab seorang ibu yang harus memberi ASI untuk anaknya tidak boleh berpikir yang berat atau stress, itu bisa mengakibatkan asiknya kurang subur dan tidak keluar.
Dengan sebaik mungkin Rangga akan membuat area selalu bahagia, dia sudah belajar dari masa yang sudah terlewati titik ternyata banyak waktu yang dia lewati, yang sudah membuat Alea merasa kesepian dan sendiri.
"Sudah siap untuk berangkat sekarang?"tanya Rangga terhadap Alea setelah semuanya selesai, Rangga juga dibantu oleh dua orang babysitter anaknya.
Alea mengangguk dengan pelan lalu perlahan turun dari ranjang pasien.
"Pelan-pelan "kata Rangga sambil memegang tangan sang istri, dia membantunya untuk berjalan.
Alea berjalan dengan perlahan sambil meringis, sebab dia masih terasa ngilu di bagian perut bekas sayatan operasi Caesar tersebut.
"Apa masih terasa sakit?" tanya Rangga terhadap sang istri, sambil menatap lekat wajahnya.
"Rasanya ngilu di bekas sayatan "jawab Alea dengan nada bicara yang sangat lembut.
Rangga membantu Alea berjalan perlahan keluar dari kamar tersebut, dan kedua Putri mereka digendong oleh babysitter dan satu orang pelayan membawa barang-barang mereka untuk segera dibawa ke tempat parkir di mana pak sopir sudah menunggu mereka di sana.
mereka semua sudah berada di tempat parkir, Rangga membantu sang istri untuk segera masuk ke dalam kendaraan yang akan mengantarkan mereka pulang.
__ADS_1
Begitu juga dengan babysitter dan kedua Putri mereka sudah berada di dalam kendaraan.
Kendaraan yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan sedang, sebab Rangga sudah memperingati pak sopir untuk membawa kendaraan tersebut dengan penuh hati-hati.Dia tidak ingin sang istri merasa tidak nyaman akibat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan juga kedua putrinya yang kaget.
Jalanan yang mereka lalui begitu indahnya, di padati oleh kendaraan-kendaraan dari berbagai jenis.Sehingga mengakibatkan mereka sedikit telat untuk sampai di tempat tujuan.
kendaraan yang mereka tumpangi pun bergerak dengan perlahan hingga memakan waktu yang begitu lama di perjalanan.Dengan penuh kesabaran pak sopir menginjak gas dengan perlahan agar keluar dari zona kemacetan tersebut.
Waktu bergulir begitu cepat, tanpa terasa kendaraan yang mereka tumpangi sudah memasuki area perumahan.
Kendaraan sudah berhenti dengan sempurna di depan rumah mewah yang menjulang tinggi di hadapan mereka.
Rangga keluar dari kendaraan terlebih dahulu, lalu membantu sang istri untuk segera keluar.Di susul dengan para babysitter dan kedua Putri mereka ada keluar dari kendaraan.
Bu Riana dengan senyuman merekah di bibirnya menyambut mereka semua.
" Pelan-pelan jalannya, "kata Bu Riana sambil mengulurkan tangannya terhadap Alea, dia akan membantu Alea untuk segera masuk ke dalam rumah.
Alea juga menerima uluran tangan dari sang mertua, sedangkan Rangga membantu baby sitter-nya untuk segera membawa kedua Putri mereka dan barang-barang yang berada di dalam kendaraan.
Semua orang sudah berada di dalam rumah, dan kamar bayi sudah dipersiapkan dengan sempurna oleh Bu Riana.
Selama satu minggu Alea berada di rumah sakit, Bu Riana tidak sempat mengunjunginya.Sebab dia juga repot dengan harus mengurus Gani, Rangga juga tidak mengizinkan Bu Riana membawa Gani ke rumah sakit.Sebab rumah sakit dianggap oleh Rangga, tempat yang tidak bersih untuk dikunjungi oleh anak-anak seperti Gani.
Alea diperintahkan untuk duduk di sofa yang berada di ruang keluarga, sedangkan kedua Putri kecil mereka sudah dibawa ke dalam kamarnya.Karena kedua putrinya sudah tertidur dengan lelap.
__ADS_1
Bu Riana memerintahkan beberapa pelayan untuk membawa makanan untuk di hidangkan kepada Alea.
" Ngapain sih, Ma, repot-repot.Aku bukan tamu juga di sini, nanti juga kalau mau apa-apa pasti bilang sama Mama atau Mas Rangga "kata Alea sambil menatap lekat wajah sang mertua.
"Kamu itu harus banyak makan makanan sehat, agar asinya keluar dengan subur dan kedua putrimu tidak kekurangan ASI "kata Bu Riana terhadap Amanda sambil menatap lekat menantunya tersebut dengan penuh kasih sayang.
"Iya, Ma, ini juga ASI udah banyak luber lagi cukup untuk mereka berdua"jawab Amanda sambil tersenyum tipis ke arah sang mertua titik sedangkan Rangga masih berada di dalam kamar kedua Putri mereka, sebab laki-laki itu harus memastikan kedua putrinya tidur dengan baik ,nyaman atau tidak.
Rangga sangat cerewet sekali kalau urusannya soal kedua putrinya, bahkan dia tidak segan membentak baby sitter nya jika melakukan kesalahan atau kelalaian.Bahkan saat baby sitter telat mengganti popok pun Rangga ngomel-ngomel, dengan alasan anaknya merasa kedinginan atau gatal-gatal di akibatkan dari ompol tersebut.
Setelah memastikan bahwa kedua putrinya aman dan nyaman, dia keluar dari dalam kamar tersebut.Lalu berjalan perlahan untuk segera bergabung bersama istri dan sang Mama.
Rangga langsung duduk di samping sang istri, sambil berkata"Apa mau sekarang pergi ke kamarnya? kamu butuh istirahat mumpung mereka lagi tidur kamu juga bisa mengistirahatkan tubuh sebelum mereka minta ASI "kata Rangga memperingatkan istrinya untuk beristirahat terlebih dahulu, agar tidak kelelahan di saat kedua putrinya bangun dan meminta ASI.
"Ya sudah kalau mau istirahat, pergi ke kamarmu istirahat dulu nanti setelah itu jangan lupa kamu makan! "perintah sang Mama mertua terhadap Alea.
"Terima kasih,Ma,ke kamar dulu ya"pamit terhadap sang mertua.
setelah berpamitan kepada sang Mama, Rangga bangun terlebih dahulu dari duduknya,Lalu dia membantu sang istri untuk bangun,berjalan perlahan untuk segera menuju kamar yang akan mereka tempati.
kamar utama yaitu bersebelahan dengan kamar bayi, yang sebelumnya kamar sebelah yaitu tidak di tempat.Sekarang sudah di desain dengan sangat bagus menjadi kamar bayi, agar Alea tidak mondar-mandir jauh disaat kedua putrinya merasakan haus. Alea sudah meminta Rangga untuk tidur bersama ke-2 putrinya, dia tidak ingin kamar terpisah.
Dan itu belum Rangga setujui, sebab harus dipersiapkan terlebih dahulu dan harus menempati kamar lebih luas dari yang sekarang.
Agar kedua putrinya tidak merasa sesak.
__ADS_1