MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 29


__ADS_3

Setelah melihat Gani dan ternyata di sanah ada Amanda, Alea kembali ke kamarnya. Lebih baik mengistirahatkan tubuhnya dari rasa lelah hati dan pikiran.


Setelah sampai di kamar, Alea langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Lalu merebahkan tahunnya, berharap untuk bisa beristirahat dengan tenang.


Alea menatap langit-langit kamar sambil terlentang di atas tempat tidur.


Dia tertawa sendiri ternyata hidup sangat lucu dan takdir mempermainkan nya.


Waktu terlalu singkat hanya untuk di gunakan untuk hal yang tidak penting dan di habiskan di dalam kamar, merenung dan merenung yang tidak ada ujung nya.


Alea beranjak dari tempat tidur, bahwa ini bukan cara yang tepat untuk menghilangkan rasa pusing yang ada akibat dari perjodohan.


Dia mengambil tas akan pergi keluar dan sudah membuat janji bersama temannya, meskipun Alea mempunyai kehidupan yang kurang baik. Tetapi dia juga bukan orang yang tidak punya ke ahlian atau pendidikan.


Dia sudah memantapkan hatinya untuk beraktivitas di luar rumah, agar pikiran nya tidak terfokus ke satu masalah.


Setelah sampai di luar dia meminta ijin terhadap Amanda, kebetulan Amanda sedang berada di ruang keluarga bersama Gani.


"Mbak, aku ijin keluar dulu? " Alea meminta ijin terhadap Amanda.


"Mau ke mana? " tanya Amanda sebab selama tinggal bersama tidak pernah Alea meminta ijin untuk pergi ke luar rumah.


"Mau ketemu sama teman" jawab Alea.


"Berangkat di antar sopir ya" kata Amanda.


"Berangkat sendiri naik ojeg, nggak terlalu jauh juga dari sini" jawab nya sambil tersenyum dan mengusap lembut rambut sang anak.


"Nanti kalau hujan bagaimana, sekarang cuaca nggak bisa di tebak" kata Amanda menginginkan Alea, agar tetap menggunakan sopir.


"Kangen naik ojeg aku, Mbak... nanti kalau pulang nya hujan baru minta jemput sopir" ucap Amanda sambil tersenyum tipis.


"Ya sudah kalau begitu hati-hati di jalan! " pesan Amanda terhadap Alea.


"Aku berangkat sekarang ya" kata Alea sambil berjalan perlahan untuk segera pergi ke tempat di mana dia sudah ada janji bersama temannya.


Alea sudah berada di luar rumah, dia melihat ke sekeliling dan menghirup udara segar.


Semoga ini keputusan yang tepat untuk kebaikan dirinya, dengan perlahan dia melangkah kan kaki untuk keluar dari gerbang.

__ADS_1


Tujuan dan niat yang baik semoga mendapatkan hasil yang baik juga.


Alea naik kendaraan online, sungguh ini perjalanan pertama setelah setahun di dalam rumah dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Telah menjadikan Alea kehilangan yang sangat berharga yaitu menikmati hidup yang ada, dia terlalu terfokus terhadap semua masalah nya sehingga lupa bahwa selalu ada sisi baik dari setiap masalah.


Semua perlakuan baik dan di istimewa kan di keluarga Wijaya tidak bisa menjamin bahwa Alea bahagia, sebab kebahagiaan tidak bisa di ukur dari seberapa mewah pakaian yang kau pakai, makanan seperti apa yang di konsumsi dan kendaraan apa yang kau gunakan saat bepergian.


Hari ini Alea belajar keluar dari zona tersebut untuk mencari kebahagiaan dari sisi lain.


Alea sangat menikmati perjalanan bersama kang ojeg, melihat ke setiap sudut jalanan. Ternyata dua seindah ini dan sesederhana ini untuk menciptakan kebahagiaan tersendiri.


Perjalanan yang di lalui sangat di nikmati hingga dia lupa bahwa hidupnya sedang tidak baik-baik saja.


Tidak terasa sudah sampai di tempat tujuan.


"Yakin ini tempat nya Mbak? " tangan kang ojek tersebut.


"Dari alamat yang di kirim sih benar " jawab Alea.


"Tapi di sini tempat nya para pengemis, dan setahun saya tidak ada tempat pendidikan" kata kang ojeg tersebut.


"Sebentar ya Pak, saya telepon teman dulu" kata Alea.


"Iya, aku di sini" kata orang tersebut sambil melambaikan tangan dari sebrang jalan.


"Terimakasih banyak ya Pak" kata Alea, sambil berjalan perlahan meninggal kan kang ojek lalu ke arah seseorang yang sudah menunggu nya.


"Hai apa kabarnya, lama loh kita nggak ketemu" sapa Marwah dengan ramah terhadap Alea, dia adalah perempuan berhijab yang dulu pada masa SMA mereka menempuh pendidikan di tempat yang sama. Alea tidak sengaja melihat sosial media milik Marwah yang menampilkan nya sebuah video pendek bersama anak-anak.


"Baik, kamu sendiri bagai? tambah cantik saja " kata Alea sambil tersenyum manis.


"Baik juga, yuk kita langsung ke sana? " ajak Marwah untuk segera ke tempat tujuan mereka.


"Ok"


Marwah dan Alea berjalan beriringan dan selama perjalanan mereka saling bertukar cerita satu sama lain, dan Marwah sudah mengetahui keadaan Alea yang sesungguhnya. Tetapi Marwah tidak ada hak untuk menanyakan hal itu, mereka berbincang hanya seputar kebiasaan mereka yang sering di lakukan.


Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di tempat yang di tuju.


Anak kecil yang tampilan nya tidak terlalu rapih dan terkesan jorok, semuanya berteriak menyambut kedatangan Marwah.

__ADS_1


"Anak-anak bisa duduk dengan rapih kan! kita sedang ada tamu loh masa berisik seperti ini kan nggak enak sama tamunya" kata Marwah terhadap anak-anak yang ada di sanah.


"Baik kakak" jawab mereka dengan serempak.


"Perkenalkan ini namanya Kak Alea, dia jauh-jauh datang ke tempat ini hanya ingin bertemu dengan semua yang ada di sini" kata Marwah dengan suara lembutnya,dengan kelembutan nya dia berhasil mengajak anak-anak yang hidup di jalan belajar. Meskipun tidak seperti di sekolah negri atau tempat lain nya setidaknya sudah bisa mengajar kan mereka baca tulis dan pentingnya sebuah pendidikan. Tidak sedikit juga mendapatkan penolakan dari warga sekitar sebab menghambat mereka untuk mencari uang, seiring berjalan nya waktu dan penuh kesabaran akhirnya Marwah bisa mengubah pola pikir mereka.


"Hallo semua perkenalkan aku Alea" kata Alea sambil menyapa anak-anak, yang sudah rapih dan duduk di tempat masing-masing.


Alea di sambut ramah oleh anak-anak, dan acara perkenalan juga sudah selesai.


"Anak-anak sekarang kan sudah kenal sama Kak Alea dan waktu juga sudah semakin sore jadi kita bersiap untuk segera pulang" kata Marwah, memperingatkan anak didik nya untuk segera bersiap bahwa waktu pulang telah tiba.


"Baik Kak! " jawab anak-anak dengan serempak.


Setelah berdoa semua anak-anak sudah pulang, tinggal Alea dan juga Marwah yang ada di tempat itu.


"Duduk sebelah sana yuk! " ajak Marwah terhadap Alea, kebetulan ada tempat untuk duduk meski tidak terlalu bagus tapi masih layak untuk di gunakan.


Mereka sudah duduk berdampingan, sambil menatap gundukan sampai yang tidak jauh dari tempat mereka.


"Kamu yakin mau mengabdikan diri di tempat ini untuk mereka semua? " tanya Marwah.


"Kenapa tidak" jawab Alea sambil menatap wajah Marwah yang menyebut.


"Di sini kotor dan bau sampah, dan tidak di bayar juga" kata Marwah menjelaskan keadaan yang sebenarnya.


"Aku bukan mencari uang, hanya ingin hidup ku bermakna untuk orang lain" jawab Alea.


"Bagaimana dengan keluarga kamu, apa mereka setuju jika tahu kamu mengabdikan diri untuk mereka yang jelas level nya jauh di bawah mereka" kata Marwah.


"Pasti mereka akan setuju dengan keputusan ku, lagipula mereka tidak pernah membedakan status sosial" jawab Alea.


"Sukur lah kalau begitu, jadi aku ada temannya. Cuma kita mulai belajar nya dari jam dua siang sebab pagi harinya aku juga mesti ngajar di tempat lain" kata Marwah.


"Nggak masalah kalau masalah jam ngajar,lagian aku tidak ada kegiatan lain selain di dini" jawab Alea.


Setelah cukup lama Marwah dan Alea, mereka memutuskan untuk segera pulang dan menuju jalan raya di mana mereka bisa menemukan angkutan umum untuk sampai di rumah.


Di saat Alea dan Marwah berdiri di pinggir jalan tiba-tiba kendaraan mewah berhenti tepat di depan Alea.

__ADS_1


"Lagi ngapain di sini? " tanya orang tersebut tanpa turun dari kendaraan, tetapi kaca mobil setengah terbuka.


__ADS_2