MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 35


__ADS_3

Siang telah berganti dengan malam,Alea sudah duduk di atas tempat tidur sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran.


Begitu juga dengan Rangga, dia duduk di samping kiri ujung tempat tidur agak sedikit berjarak dari Alea.


Rasa canggung di antara keduanya masih terjadi, bahkan untuk berbicara pun mereka sedikit kesulitan.Hingga pada akhirnya Alea merebahkan tubuhnya lalu tidur miring sambil menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


Rangga yang melihat Alea sudah ditutup dengan selimut, akhirnya dia juga merebahkan tubuhnya dan berusaha untuk tertidur dan melupakan sejenak masalah-masalah yang ada.


Setelah beberapa saat napas keduanya sudah mulai teratur, itu pertanda sang pemilik raga sudah masuk ke alam bawah sadarnya.


malam berlalu begitu cepat, Alea tertidur dengan pula sambil memeluk Rangga.Entah sejak kapan mereka tidur saling memeluk, sehingga tidak ada satu orang pun diantara mereka yang menyadari bahwa mereka saling memeluk di saat tidur.


Alea yang merasa silau dengan cahaya yang masuk lewat celah jendela, dia mengerjakan matanya lalu membuka mata dengan perlahan.Di saat dia membuka mata betapa kagetnya saat dirinya berada di pelukan Rangga, dia berusaha untuk melepaskan pelukan itu.Tetapi Rangga memeluknya dengan erat, sehingga Alea tidak bisa melepaskan diri dari pelukan tersebut.


Akhirnya Alea pasrah dan terus berada di pelukan Rangga, entah itu secara sadar atau tidak Rangga terus memeluk erat tubuh Alea.

__ADS_1


Setelah cukup lama Alea di dalam pelukan Rangga, dia sudah merasa pegal dan ingin bangun dari tempat tidur.Akhirnya dia berusaha untuk melepaskan tangan Rangga yang memeluk erat tubuhnya, dengan perlahan Alea menyingkirkan tangan Rangga yang melingkar di tubuh nya.


Dengan susah payah Alea melepaskan diri dari pelukan Rangga, akhirnya lepas juga.Dia bangkit dari tempat tidurnya lalu berjalan perlahan untuk segera menuju kamar.


Setelah Alea berada di kamar mandi,akhirnya Rangga membuka matanya.Ternyata selama ini disaat Alea berusaha melepaskan diri dari pelukannya, ternyata Rangga tidak tidur.Dia sudah bangun sejak Alea masih tertidur pulas, Rangga merasa nyaman saat berada di dalam pelukan Alea.Akhirnya dia ingin berada lebih lama di dekapan Alea, sampai dia harus berpura-pura tertidur hanya ingin lebih lama.


Setelah beberapa saat, Alea sudah keluar dari kamar mandi.Sedangkan Rangga masih berada di bawah selimut,dia pura-pura tertidur pulas padahal sudah bangun sejak lama.


Alea berjalan perlahan untuk mendekat ke arah tempat tidur, lalu dia menggoyangkan kaki suaminya dan membangunkannya.


"Mas, sudah siang memangnya tidak ke kantor! "kata Alea sambil menggoyangkan tubuh suaminya.


Rangga bangkit dari tidurnya, lalu duduk di atas tempat tidur dan berusaha untuk menetralkan perasaannya.


Setelah beberapa saat Rangga terdiam, akhirnya dia berjalan untuk segera menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Di saat Rangga sedang berada di kamar mandi, Alea mempersiapkan baju ganti untuk suaminya.


Dia akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik nantinya, meskipun hanya menjadi istri kedua tetapi Alea akan berusaha menjadi yang terbaik.


Setelah beberapa saat Rangga sudah keluar dari kamar mandi,dan hanya melilit handuk di pinggangnya.Terlihat dengan jelas menampakkan otot-otot perut milik Rangga.


Rangga berjalan perlahan mendekat ke arah baju ganti yang sudah disiapkan oleh Alea, Alea juga membantu suaminya untuk berganti pakaian.Sedangkan Rangga tidak menolak sedikitpun perlakuan dari Alea, dia sudah berjanji akan berlaku adil kepada kedua istrinya.


Ini hari pertama bagi Alea menyiapkan seluruh kepentingan Rangga sebelum berangkat ke kantor, sedangkan bagi Rangga yang biasa menyiapkan ini semua adalah Amanda.


Setelah beberapa saat Rangga sudah berganti pakaian, lalu Alea mengajaknya turun ke lantai bawah untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor.


Seperti biasa ritual di keluarga ini adalah sarapan bersama, setelah berada di lantai bawah menu sarapan pagi sudah tersaji di meja makan. Alea mengisi piring suaminya untuk sarapan pagi, dan dia berbicara terhadap suaminya bahwa hari ini dia harus mengajarkan ke tempat di mana dia akan membantu sahabatnya.


Rangga tidak melarang Alea untuk bekerja di tempat itu, dengan satu syarat Alea harus diantar sopir ke manapun dia pergi.Dan Alea menyetujui syarat dari suaminya itu, yang penting dia bisa membantu sahabatnya untuk mengajar di tempat kumuh tersebut.

__ADS_1


kegiatan rutin sarapan bersama sudah selesai, Rangga sudah bersiap akan berangkat ke kantor. Alea mengantar suaminya sampai ke teras rumah, Rangga berpamitan lalu berjalan perlahan mendekat ke arah kendaraannya.Lalu dia masuk ke dalam kendaraan tersebut dan menyalakan mesin kendaraan tersebut,dan menginjak gas dengan perlahan.Kendaraan pun sudah keluar dari halaman rumah.


Setelah kendaraan yang ditumpangi Rangga tidak terlihat lagi, Alea masuk kembali ke dalam rumah dan menuju kamarnya.Dia akan bersiap juga, akan pergi ke tempat mengajar. Meskipun dia mengajar sehabis dzuhur, tetapi dia akan ke rumah Amanda terlebih dahulu. Dan berangkat ke sana setelah dari rumah Amanda, meskipun baru satu malam berjauhan dari sang anak.Dia sudah merasa kangen terhadap sang.


__ADS_2