MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 42


__ADS_3

Rangga sudah berada di klinik bersalin, dia sedang mondar-mandir di depan ruang operasi.Sebab Amanda harus segera dioperasi untuk segera menyelamatkan bayi yang ada di dalam kandungannya, begitu juga dengan Alea dia juga harus segera melahirkan dengan cara paksa.Sebab dokter sudah berkata terhadap Rangga bahwa ada kelainan di dalam kehamilan Alea.Selama ini Rangga sebagai suami tidak mengetahui bahwa Alea juga memiliki masalah di dalam kandungannya, yang dia fokuskan adalah hanya Amanda.


Kedua istri Rangga sedang bertaruh nyawa di dalam ruangan sana untuk menyelamatkan kedua buah hatinya, dia di luar menunggu bersama Gani sedangkan kedua orang tuanya belum juga datang.


Rangga terus mondar-mandir sedangkan Gani duduk dengan diam, anak itu begitu nurut tanpa rewel sedikitpun.Seperti dia mengetahui bahwa kedua ibunya sedang merasakan kesakitan dan berjuang untuk hidup dan menyelamatkan adiknya.


Rangga melihat ke arah Gani yang terus diam lalu dia mendekat ke arah sang anak "sayang kamu doakan kedua ibumu agar selamat dan bisa kembali bersama kita "kata Rangga sambil mengelus kepala Gani terus diam sambil memegang mainan.


Rangga memeluk tubuh mungil Gani sambil berurai air mata, dia tidak menyangka bahwa kedua istrinya akan mengalami hal ini secara bersamaan.


Dia melihat ke masa lalu mungkin inikah semua yang terjadi kepada mereka akibat dari dosa-dosa yang pernah dia lakukan,sehingga dia merasakan takut akan kehilangan keduanya.


Dia bahkan merasa berdosa sekali terhadap Alea selama ini dia telah mengabaikannya dan tidak memberikan waktu yang cukup untuk bersama Alea.


Di saat Rangga sedang memeluk tubuh mungil Gani, terdengar suara sang Mama memanggil namanya.


Seketika tangis Rangga pecah di dalam pelukan sang mama, dia merasa bersalah terhadap kedua istrinya dan dia sangat menyesali semua perbuatannya.


Dia merasa tidak berguna bahkan tidak mampu untuk menjaga istrinya.


"Ini semua sudah kehendak dari yang kuasa, kamu harus sabar menerima semua ini. Semoga Amanda dan juga Alea baik-baik saja, dokter sedang bekerja sebaik mungkin untuk menyelamatkan anak dan istri kamu. Kita hanya pasrahkan kepada sang pemilik kekuasaan bahwa hidup dan mati ada di tangannya "nasehat sang Mana terhadap Rangga yang terus menyalahkan dirinya sendiri.


"Ini semua salahku jika saja aku bisa menjaga mereka,mungkin semua ini tidak akan terjadi dan mereka tidak akan merasa kesakitan seperti ini.Aku memang suami tidak berguna "jawab Rangga terus menangis di dalam pelukan sang Mama, selama ini dia tidak pernah menangis untuk hal apapun.Kali ini dia menangis untuk kedua perempuan yang selama ini berada di dalam hidupnya, sekarang sedang berjuang bertaruh nyawa.

__ADS_1


"Kamu harus kuat demi mereka, jika kamu lemah seperti ini siapa yang akan menguatkan mereka di dalam sana!.


Do'a kamu kekuatan bagi keduanya, sekarang kamu pasrahkan terhadap sang pemilik langit dan bumi yang menggenggam semuanya. Bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendaknya "kata sang Mama sambil mengelus punggung Rangga.


Akhirnya Rangga tenang juga setelah mendapatkan nasehat dari sang Mama ,dan pelukan yang selalu membuat dirinya nyaman.Ketika sedang merasakan gundah gulana dan masalah yang sedang merundung dirinya, saat ini memang Rangga sedang merasakan luka yang begitu dalam.


Gani yang belum mengerti apapun, dia hanya dia melihat interaksi antara ayah dan juga sang nenek. setelah melepaskan pelukan Rangga, Bu Riana pun langsung mengambil gani dan digendongnya dia peluk anak kecil itu dengan erat.


Walau Gani tidak berbicara, tetapi anak kecil itu bisa merasakan kesedihan apa yang sedang dirasakan kedua orang tuanya.


Kedua istri Rangga sudah satu jam lebih berjuang di dalam ruang operasi, akhirnya lampu ruang operasi pun menyala.


Pertanda itu semua sudah selesai, dan keduanya melahirkan anak perempuan.


Rangga tersenyum melihat kedua bayi kecil yang ada di tangan perawat, mereka sangat cantik seperti Ibu mereka.Senyuman Rangga seketika hilang ketika ingat Amanda dan juga Alea, lalu dia berkata "apakah ibu mereka baik-baik saja?"tanya Rangga terhadap kedua perawat.


"Keduanya akan segera dipindahkan ke ruang rawat, untuk keadaan selanjutnya kami juga belum tahu nanti dokter yang akan menjelaskannya di ruangan "jawab perawat terhadap Rangga.


Kedua perawat itu mempersilahkan Rangga untuk memeriksa keadaan kedua putrinya, bahwa anggota tubuhnya itu adalah lengkap dan sempurna tidak ada kekurangan sedikit apapun di dalam tubuh.


Bergulir begitu cepat, Alea dan juga Amanda sudah dipindahkan ke ruang rawat mereka masing-masing.


Keadaan Amanda masih kritis, sedangkan Alea sebentar lagi akan segera siuman.Hanya saja dia masih terpengaruh obat bius pasca persalinan tadi, Rangga merasa cemas sekali saat mendengar pernyataan dari dokter tadi bahwa kemungkinan kecil bah Amanda akan sembuh.

__ADS_1


Dokter berpesan kepada Rangga bahwa semua ini hanya kuasa Tuhanlah yang bisa mengubah segalanya, jika diprediksi secara medis bahwa kemungkinan untuk bisa diselamatkan itu sangat kecil sekali.


Rangga terus duduk di kursi sambil menatap lekat wajah Amanda yang masih terpejam, bahkan tidak ada reaksi sedikitpun saat dia menyentuh tangannya dan berkata di telinganya hanya saja air matanya mengalir lewat ujung mata.


Sudah cukup lama duduk dan menatap lekat wajah Amanda, dia teringat perkataan Amanda bahwa Rangga harus menjaga Alea dengan baik.


Dia bangkit dari duduknya, lalu mencium kening Amanda sambil berkata "Aku pergi ke ruangan Alea dulu ya! itu kan yang kamu mau? agar aku bisa adil terhadap kalian dan bisa menjaga Alea dengan baik "kata Rangga sambil tersenyum, tetapi senyum itu menyimpan luka yang begitu dalam.


Rangga berjalan perlahan keluar dari ruangan Amanda, untuk segera menuju ke tempat di mana Alea dirawat.


Sedangkan Gani pada saat ini di jaga oleh sang Nama.


Rangga berjalan dengan rasa cemas di dalam hatinya, di sisi lain dia mengkhawatirkan kesehatan Amada di sisi lain juga dia memikirkan Alea bagaimana keadaannya. Sedangkan dirinya hanya satu, tetapi dia menginginkan berada di tempat keduanya tidak ada yang ingin dia tinggalkan salah satu diantaranya.


Rangga sudah berada di depan ruang rawat Alea, dengan perlahan tangan Rangga mendorong pintu tersebut.Lalu melangkahkan kakinya untuk segera masuk ke dalam ruangan, dengan perlahan dia mendekat ke arah Alea yang masih memejamkan matanya.Lalu Rangga duduk di samping sang istri sambil menatap lekat wajahnya, lalu memegang tangan Alea sambil berkata "Maaf, jika selama ini aku belum bisa menjadi suami yang baik yang sesuai dengan keinginan kamu "kata Rangga sambil menatap lekat wajah Alea yang masih terpejam.


Alea menggerakkan tangannya dengan perlahan, pertanda bahwa dia akan segera sadar.Lalu membuka matanya dengan perlahan"Mbak, Maafin aku"kata Alea sambil berlinang air mata, dia tidak mampu mengingat apapun di kepalanya pada saat ini hanya Amanda yang dia ingat.


"Jangan memikirkan hal lain dulu, kamu ingat kesehatan kamu juga lebih penting "kata Rangga sambil mengusap air mata area yang berlinang.


Alea memalingkan wajahnya ke arah lain, dia tidak menjawab apapun yang dikatakan oleh Rangga.Hanya air matanya saja yang mengalir , dia tidak mampu menahan untuk tidak keluar air mata itu.Dia merasa bahwa yang terjadi dengan Amanda adalah kesalahannya kalau bukan saja dirinya yang ceroboh mungkin semua ini tidak akan terjadi.


Rangga memeluk Alea sambil berkata "jangan pernah menyalahkan dirimu, ini semua sudah takdir dari sang kuasa "kata Rangga sambil mengusap kepala sang istri, agar perempuan itu merasa nyaman dan disayangi oleh suaminya.

__ADS_1


__ADS_2