
Kendaraan yang mereka tumpangi sudah sampai di kediaman Rangga, semua orang yang ada di dalam kendaraan segera turun begitu juga dengan Alea.
Dia bergegas turun untuk segera masuk ke dalam rumah, ingin sekali rasanya dia segera masuk ke dalam kamar sang putra.
Tetapi niat nya di urung kan, mengingat dia baru saja dari luar.
Dia langsung pergi ke kamarnya, untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Semua orang telah kembali ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh nya.
Setelah beberapa saat Alea kembali keluar kamar untuk segera menemui bayi kecil yang telah di lahir kan nya, meski kehamilan yang tidak di inginkan tetapi saat telah melihat mata bayi yang tak berdosa Alea merasa sayang. Dia berfikir bahwa seorang anak tidak bisa meminta,dia lahir dari rahim siapa dan dengan cara seperti apa.
Alea langsung membuka pintu kamar bayi, biasanya di jam segini perawat atau dokter sedang tidak ada di dalam kamar bayi dan ternyata dugaan Alea salah.
Di dalam kamar bayi ada dokter Firman, Alea kaget saat melihat ada dokter di dalam kamar bayi.
"Dokter! " kata Alea dengan nada bicara sedikit terkejut.
"Sebelum ke klinik saya ingin mampir dulu ke sini sekalian melihat perkembangan nya!" jawab dokter Firman dengan nada bicara yang santai.
Entah kenapa bagi Alea saat berada di dekat dokter Firman, detak jantung menjadi tidak karuan dan salah tingkah.
"Gimana persidangan nya, lancar..? " tanya dokter Firman.
__ADS_1
"Lancar" jawab Alea sambil terus, dan berjalan perlahan ke arah sangat bayi.
"Tapi kenapa wajahmu murung seperti itu, apa ada yang mengganggu pikiran? " tanya dokter Firman, sambil menatap lekat wajah Alea.
"Tadi ketemu Mama di pengadilan" jawab Alea dengan tatapan lurus ke depan.
"Terus apa yang dia katakan? " tanya dokter Firman.
"Tidak ada! hanya minta maaf" jawab Alea.
"Lalu, tanggapan kamu seperti apa? " tanya dokter Firman.
"Ya ku jawab tidak perlu meminta maaf, sebab bukan salahnya dia juga" jawab Alea,yang pandangan nya masih lurus ke depan.
"Entah lah... aku juga tidak tahu yang jelas rasa sakit ini semakin bertambah saat melihat nya" jawab Alea, dengan nada bicara sedikit bergetar.
"Aku bukan menggurui dan aku juga tidak berada di posisi mu, aku hanya orang yang menyaksikan penderitaan kamu.Cuma mau bilang ketika kita iklhas menerima semua yang terjadi pada diri kita dan kita percaya pada takdir Tuhan bahwa semua yang terjadi itu atas kehendak nya. Maka hidup kita akan merasa tenang" Kata dokter Firman sambil tersenyum menatap lekat wajah Alea.
"Tapi aku belum bisa ikhlas menerima semua keadaan ini" jawab Alea, dengan sudut mata yang sudah di penuhi cairan bening.
"Pelan-pelan lupakan semuanya, kita tidak hidup di masa lalu... yang harus kita ingat bagai mana kedepannya hidup kita akan lebih baik. Ibu itu banyak sekali perjuangan nya, bahkan nyawa kita saja tidak mampu untuk membalas semuanya jasanya. Jangan hanya satu kesalahan yang dia lakukan, lantas kita melupakan kebaikan yang lainnya" kata dokter Firman dengan suara lembutnya, dan semua dari perkataan nya mampu menembus ke hati Alea.
"Terimakasih dokter telah mengingatkan ku" jawab Alea sambil mengusap ujung matanya dengan Ibu jarinya.
__ADS_1
"Sama-sama, sudah sepantasnya kita saling mengingatkan... dan aku tidak mau hidup kamu di penuhi amarah dan dendam , itu semua hanya merugikan diri kamu sendiri" kata dokter Firman, sambil mengusap bahu Alea.
Alea mengangguk pelan.
"Ya sudah, aku permisi dulu!" kata dokter Firman, dia akan segera pergi ke klinik.
"Hati-hati di jalan! " pesan Alea terhadap dokter Firman.
Setelah beberapa saat dokter Firman keluar dari kamar bayi, tinggal lah Alea yang masih berada di dalam. Dia merenung semua perkataan dari dokter Firman ada benarnya juga.
Dia sangat bersyukur ternyata banyak orang di sekeliling nya, yang sangat menyayangi Alea dan mengingatkan akan kebenaran.
*****
Di tempat lain.
Amanda dan Rangga sudah berada di klinik, di mana Amanda akan melakukan suntik endrolin ini keputusan yang telah di ambil Amanda dan di setujui oleh Rangga.
Dengan penuh harapan Amanda akan sembuh dan bisa hamil, itu tujuan dari pengobatan yang di lakukan Amanda.
Setelah semuanya selesai, Rangga dan Amanda akan segera pulang ke rumah.
Waktu juga bergulir begitu cepat, siang telah berganti dengan sore dan sebentar lagi akan berganti dengan malam.
__ADS_1