
Rangga sudah sampai di rumah sakit di mana Alea dirawat, dengan langkah perlahan dan rasa penyesalan yang ada di dalam hatinya. dia terus maju untuk segera sampai di ruangan Alea, dia juga bingung apa yang harus dijelaskan terhadap istrinya atas Amanda.Tidak bisa jika melihat Alea nantinya akan terus menyalahkan dirinya sendiri, dan khawatir Alea akan mengalami depresi kembali seperti beberapa tahun yang lalu. Bisa saja itu kembali lagi kepada diri Alea, dikala banyak masalah yang ada pada dirinya.
Rangga terus melewati lorong-lorong rumah sakit, hingga pada akhirnya dia menghentikan langkahnya di depan salah satu ruangan.Lalu menarik nafas dan membuangnya dengan perlahan.
Rangga menggerakan tangannya dan memegang gagang pintu ruangan Alea, lalu didorong dengan perlahan.Terlihat dari depan pintu Alea masih terbaring di atas ranjang pasien, sebab belum bisa melakukan aktivitas lainnya setelah operasi.
Rangga perlahan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Alea, setelah berada di dekat sang istri lalu menarik kursi yang ada di sana.Dan menatap lekat wajah istrinya, Rangga menggerakan tangannya lalu memegang tangan Alea.
Alea yang sedang tertidur merasa terganggu dengan sentuhan yang dirasakan, dia langsung membuka matanya dengan perlahan dan melihat orang yang ada di hadapannya yaitu suaminya.
Rangga tersenyum tipis menatap lekat wajah sang istri yang masih terbaring lemah,sambil memegang erat tangannya.
"Mas, bagaimana dengan anak kita apakah dia baik-baik saja?"tanya Alea terhadap Rangga dengan suara pelannya tetapi masih mampu didengar dengan baik oleh sang suami.
"Mereka semua baik-baik saja, sebentar lagi akan dipindahkan ke sini kamu Ibu yang hebat sudah melahirkan putri yang sangat cantik-cantik" jawab Rangga.
"Mereka! "kata Alea dengan raut wajah yang heran dengan apa yang dikatakan oleh Rangga.
"Kamu akan merawat dua Putri kecil yang sangat cantik dan menggemaskan itu, Amanda sudah menitipkan anak yang telah dilahirkannya agar kamu rawat dengan baik "kata Rangga dengan nada bicara penuh hati-hati, dia tidak ingin perkataannya sampai menyinggung atau melukai perasaan Alea pada saat ini.
" Memangnya Mbak Amanda mau pergi ke mana?sampai di titipkan ke aku untuk dirawat "tanya Alea terhadap Rangga.
__ADS_1
"Amanda sudah pergi jauh meninggalkan kita semua"kata Rangga dengan senyum yang menutupi luka yang ada di hatinya.
"Maksud kamu?"tanya Alea lagi.
"Sudah jangan banyak bertanya dan banyak pikiran, saat ini kamu fokus ke kesehatan kamu ingat ada dua Putri kecil yang menantikan kamu"kata Rangga memperingati istrinya agar tidak memikirkan hal-hal lain selain kedua Putri kecilnya yang menantikan Alea .
Saat Rangga sedang berbicara dengan Alea, tiba-tiba pintu ruangan diketuk. dan terlihat dengan jelas kedua perawat mendorong box bayi untuk segera dipindahkan ke ruangan Alea, agar bayi tersebut dekat dengan Ibunya.
mereka dilahirkan dari rahim yang berbeda, tetapi ayah mereka sama dan akan dibesarkan oleh ibu yang sama. semoga kedua Putri kecil itu bisa tumbuh dengan sehat dan menjadi anak yang pintar dan membanggakan kedua orang tuanya.Itulah harapan Rangga untuk kedua putrinya, meskipun salah satu putrinya telah kehilangan ibu ibunya tetapi ada ibu pengganti yang akan menyayangi dan mengurusnya dengan kasih sayang dan rasa cinta tanpa membeda-bedakan antara anak kandung dan anak sambung.Rangga percaya bahwa Alea mampu berlaku adil terhadap kedua putrinya.
"Permisi,Pak, Bu,Ini bayinya seperti nya sudah merasakan kehausan bisa di coba untuk memberikan mere Asi"kata salah satu perawat yang mengantarkan bayi mereka.
Kedua suster tersebut meletakkan box bayi di dekat Alea,sebab kedua bayi kecil seperti nya sudah merasa haus.
Dengan hati-hati Rangga mengambil salah satu bayi,lalu di dekat kan ke arah Alea untuk segera di beri Asi.
Baru saja bayi tersebut mendekat ke arah Alea, dengan tidak di sangka bayi yang satunya menangis dengan kencang.
"Mas letakkan yang ini, mungkin dia sudah terlalu haus!"kata Alea sambil melirik ke arah salah satu bayi yang masih berada di box.
Rangga menaruh kembali salah satu bayi, dan mengambil bayi yang sedang menangis lalu didekatkan ke arah Alea untuk segera di beri ASI.
__ADS_1
Dan bayi yang menangis adalah anak dari Amanda,Alea langsung menyusui nya.Meskipun ASI nya belum keluar begitu banyak, tetapi sudah mampu menghentikan tangisan bayi tersebut.
Setelah cukup lama, bayi tersebut mulai tenang berada di dekapan.
Rangga pun yang melihat itu semua merasa bersalah sekali ke pada kedua Putri kecilnya. Bahwa karena kecerobohannya bayi tersebut tidak sempat melihat wajah sang ibu yang sudah melahirkannya ke dunia ini.
Rangga terus menatap lekat wajah kedua bayi yang berada di hadapannya, lalu menatap lagi ke arah Alea yang belum bisa melakukan aktivitas lain.Meskipun memberi ASI harus melalui bantuan orang lain, Rangga terus berada di samping sang istri.Untuk saat ini dia tidak ingin meninggalkan sang istri walau sejenak,sudah cukup baginya kehilangan Amanda,dia juga tidak ingin mengabdikan apa yang di katakan nya sebelum pergi untuk selamanya.
Jika saja Rangga tidak bisa menjaga Alea dengan baik,takut Amanda murka dan menghantui dirinya.
"Jika kamu butuh sesuatu jangan sungkan untuk mengatakannya, aku akan selalu ada di sini mendampingi kamu sampai kamu sehat"kata Rangga sambil menatap lembut wajah sang istri yang terlihat belum ceria, perempuan itu masih terlihat murung dan seperti memikirkan sesuatu.
"Kamu pulang saja, sepertinya terlihat sangat lelah sekali jika kamu sakit bagaimana nanti kami di sini!"perintah Alea terhadap suaminya, dia juga tidak menginginkan suaminya jatuh sakit akibat terlalu capek menjaga dirinya dan anak-anak.
"Kamu itu istriku, dan mereka anak-anak dariku sudah sepantasnya aku berada di sampingmu dan mereka" jawab Rangga sambil menggenggam kuat tangan Alea, seolah dia tidak ingin pergi jauh dari sisinya.
"Jika kamu terus di sini nanti sakit "kata Alea menatap lembut wajah sang suami yang selama ini merasa jauh dengannya.Kali ini dia begitu dekat dan merasa disayangi oleh Rangga.
"Ya sudah jangan banyak bicara, mumpung mereka sudah tidur kamu tidur sebelum mereka bangun kembali untuk meminta ASI sama kamu "Rangga memerintahkan sang istri untuk tertidur kembali sebelum kedua Putri mereka bangun.
Rangga menutupi tubuh sang istri dengan selimut, lalu mengusap lembut kepala sang istri lalu dicium keningnya.Seolah dia sangat mencintai dan menyayangi Alea, dan Alya merasa sangat bahagia diperlakukan seperti ini.
__ADS_1