
"Alea... " panggil dokter Firman terhadap Alea yang masih berdiri di depan pintu.
"Mau ngapain di sini? " tanya Alea terhadap dokter Firman.
"Ayok ikut aku sekarang! " Firman menarik lengan Alea.
"Jangan gila kamu, sekarang aku sudah menjadi istri orang tidak sepantasnya kamu bersikap seperti ini" bentak Alea terhadap Firman.
"Memang aku sudah gila, ya gila aku gila" kata Firman sambil tertawa dan jalan nya sempoyongan.
"Kamu mabuk? " tanya Alea terhadap Firman.
"Aku bukan mabuk tapi gila" ucap Firman lagi sambil tertawa.
Alea yang melihat Firman seperti itu merasa prihatin, ini terjadi akibat dirinya yang tidak mau di ajak kabur oleh Firman.
"Ayok ikut" Ajak Firman sambil menarik-narik Alea, meski sudah menolak tetap lelaki itu memaksakan kehendak nya, sampai Alea hampir terjatuh karena ulahnya.
Alea terus memberontak hingga v
pada akhirnya Firman terjatuh, sebab dia sudah mabuk. Akhirnya Firman ambruk di lantai.
__ADS_1
Alea bingung harus melakukan apa, dia harus minta tolong terhadap siapa. Akhirnya ide pun muncul dia menghubungi Dea, semoga saja dia nggak jadi pulang bersama Amanda, sebab tadi sudah pamit akan pulang terlebih dahulu.
Baru saja Alea akan mengambil ponsel nya ke dalam kamar, Dea datang bersama dua orang lelaki yang tidak di kenal.
"Dea, baru saja aku akan menghubungi mu" kata Alea.
"Tadinya mau pulang, pas di tempat parkir aku melihat Firman yang sedang meracau nggak jelas seperti orang mabuk jadi aku memutuskan untuk mengikuti nya dari jauh takut juga dia berbuat nekat sama kamu" kata Dea.
"Terimakasih banyak yah kalau nggak ada kamu, bingung juga ini Firman sudah tidak sadarkan diri seperti itu" kata Alea sambil menatap Firman yang sudah tergeletak di lantai.
"Sama-sama, aku bawa dia ke kamar dulu yah Kebetulan sudah ada kamar di sebelah" kata Dea sambil memberi perintah terhadap dua orang yang ikut bersama nya.
"Baiklah, Hati-hati " pesan Alea terhadap Dea.
Setelah membawa Firman ke kamar, Dea akan segera pulang ke rumah sebelum Firman sadarkan diri.
Setelah Dea pergi, Alea juga masuk kembali ke dalam kamar nya. Dia akan segera beristirahat setelah seharian nemenin para tamu undangan. Kakinya seperti bengkak ingin sekali dia merebahkan tubuhnya dan tertidur dengan pulas.
Alea berjalan perlahan lalu mendekat ke arah tempat tidur, dia naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya.
Alea merenung sejenak apakah ini awal dari kebahagiaan atau sebaliknya.
__ADS_1
Baru juga ingin memejamkan mata, pintu kamar kembali di ketuk.
Alea membuka mata kembali lalu, bangun terus berjalan mendekat ke arah pintu.
Pintu sudah terbuka dan terlihat dengan jelas, lelaki yang berdiri di hadapan nya itu adalah suaminya yang telah menikahi nya beberapa jam yang lalu.
"Silakan masuk! " Alea mempersilahkan Rangga untuk masuk ke dalam kamar, walau bagaimana pun siap tidak siap Alea harus membiasakan diri untuk tidur satu kamar bersama Rangga.
Rangga masuk ke dalam kamar setelah Alea memberi jalan untuk masuk, Alea menutup kembali pintu kamar.
"Aku cuma mau ijin ke kamu, aku mau pulang! nggak apa-apa kan kamu tidur sendiri" kata Rangga terhadap Alea.
"Mau pulang? " tanya Alea lagi.
"Iya, Pasti Amanda nggak bisa tidur sebelum aku ada di rumah" ucap Rangga dengan santai nya
"Ya sudah, Hati-hati di jalan" pesan Alea terhadap Rangga.
Rangga bangkit kembali dari duduk nya, lalu berjalan perlahan untuk keluar kamar.
Setelah Rangga keluar, Alea menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
__ADS_1
"Ternyata menjadi istri kedua seperti ini, tidak di anggap"kata Alea dalam batin.