MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 13


__ADS_3

"Pokoknya kamu duduk di sini, jangan banyak omong! " kata dokter Firman sambil pergi berlalu meninggalkan Alea yang sudah duduk di kursi. dokter Firman memperlakukan nya dengan baik, layak nya seorang suami melayani istrinya yang sedang mengandung.


Alea pasrah mendengarkan perkataan dokter Firman, dia duduk dengan santai menunggu nya mengambil makan.


Setelah beberapa saat dokter Firman telah kembali dengan membawa makan dua piring.


"Nah ini untuk kamu,sayuran nya banyak agar bayi nya tumbuh sehat! " kata dokter Firman menyerahkan piring makan untuk Alea, dan Alea menerima piring tersebut.


"Terimakasih banyak, jadi ngerepotin deh" kata Alea sambil tersenyum manis menatap lekat wajah dokter Firman.


"Ternyata dia ganteng juga ya"kata Alea dalam batin


dokter Firman yang melihat Alea bengong langsung menyadarkan nya.


" Bukan nya di makan malah bengong"ucap dokter Firman.


"Eh iya" jawab Alea dengan gugup.


****


Di sisi lain masih saja ada yang memperhatikan interaksi antara dokter Firman dan juga Alea.


"Kamu menyukai nya? " kata Amanda dari belakang, tanpa Dea sadari ternyata Amanda juga memperhatikan Dea, dan di sisi lain juga dia melihat Alea beserta dokter Firman.


Bagi Amanda Alea atau Dea itu sama-sama orang yang sangat berharga, tetapi mengingat kejiwaan Alea Amanda sangat senang bisa melihat nya tertawa dan berbaur dengan lingkungan sekitar, meskipun dia sangat menyayangi Dea dia juga tidak bisa menghalangi Alea untuk dekat dengan dokter Firman.


"Kak, apa aku salah jika mengharapkan nya? " tanya balik Dea terhadap sang Kakak.

__ADS_1


"Nggak ada yang salah! cuma satu hal yang perlu kamu ketahui jangan terlalu berharap agar nggak terlalu sakit nantinya, dan jika memang dia jodoh kamu semesta pasti akan memberi jalan untuk kalian bisa bersama. untuk saat ini belajar lah untuk tidak berharap lebih, Kakak nggak mau melihat kamu patah hati atas penolakan nya" kata Amanda sambil mengusap bahu sang adik ipar.


"Iya, Kak aku akan berusaha untuk tidak berharap akan mendapatkan balasan cinta darinya, cukup mencintai dalam diam dan menyebut namanya di setiap doa ku" Jawab Dea sambil tersenyum tipis sambil menatap lekat wajah Kakak iparnya.


"Nah gitu dong! yuk kita ke sanah sebentar lagi acara santun anak yatim akan segera di mulai" Amanda mengajak Dea untuk bergabung bersama yang lain.


Dea dan juga Amanda berjalan menuju ke arah Rangga dan juga kedua mertua nya sudah berkumpul di sanah, di sanah juga sudah ada dokter Firman dan juga Alea.


Setelah beberapa saat ,acara santun berjalan dengan lancar.


Para kerabat dan tamu yang di undang ke acara tersebut sudah mulai pulang satu persatu, tinggal dokter Firman yang belum pulang. Dia masih betah bersama ibu hamil sang pujaan hati, bagi dokter Firman Alea sosok wanita yang sangat luar biasa setelah ibunya. Selama ini tidak ada satu orang perempuan yang bisa menggetarkan hatinya, padahal hidup nya banyak di kelilingngi wanita cantik tetapi tidak ada satu orangpun yang berhasil menggetarkan hati dokter Firman, tetapi kenapa dengan Alea dengan waktu sekejap telah berhasil membuat hati dokter Firman tertuju pada Alea.


Entah ini bentuk prihatin dengan keadaan Alea atau cinta yang belum di sadari, yang jelas dokter Firman tidak rela jika harus jauh dari Alea.


Bahkan dia sempat berfikir kenapa Alea harus sembuh secepat ini, jadi tidak punya alasan untuk nya saat ingin menemui Alea.


"Pak Rangga terimakasih banyak atas undangan nya" kata dokter Firman terhadap Rangga.


"Saya yang seharusnya berterimakasih sudah meluangkan waktu untuk datang ke acara kami!" Jawab Rangga sambil tersenyum ke arah dokter Firman, dia sangat berterimakasih banyak terhadap dokter itu. Berkat nya Alea dan juga sang Mama bisa seperti sekarang.


"Pak Rangga mau tiap hari juga aku di undang ke rumah ini dengan senang hati pasti akan datang"ucap Firman namun itu semua hanya di ucapkan dalam hati.


Firman tersenyum ke arah Alea, ada rasa tidak rela meninggalkan wanita hamil itu.Tetapi apalah daya dia juga harus pulang.


Setelah beberapa saat dokter Firman berpamitan, dia juga dengan perlahan berjalan keluar di antar Rangga untuk sampai ke depan.


Setelah kepergian dokter Firman, Rangga telah kembali ke dalam.

__ADS_1


Anggota keluarga yang lengkap telah duduk di ruang keluarga, lelah mungkin itu yang di rasakan mereka pada saat ini.


Rangga langsung duduk di samping istri tercinta, dia tidak mau sebentar pun jauh dari sang istri kecuali sedang berada di kantor.


" Ini sudah malam, waktu nya kita semua untuk istirahat! "kata Rangga menginginkan semuanya.


" Yuk kita istirahat, Mama dan juga Alea butuh istirahat yang cukup. Dan kamu juga besok masih ada kegiatan lain kan di kampus"ucap Amanda terhadap semua nya.


"Pah... Malam ini Mama tidur bersama Alea ya?" kata Bu Riana dengan penuh permohonan terhadap sang suami.


"Terserah Mama lah, Papa ke kamar duluan" ucap Pak Wijaya sambil bangkit dari duduknya, lalu berjalan perlahan meninggalkan ruang keluarga.


Malam ini Bu Riana dan Pak Wijaya menginap di rumah sang anak, sebab Rangga tidak membiarkan kedua orang tua nya untuk pulang malam ini.


Akhirnya mereka semua menuju ke kamar masing-masing akan mengistirahatkan tubuh mereka setelah seharian beraktivitas.


Malam ini Bu Riana untuk pertama kalinya tidur satu kamar dengan Alea, dia masih berpikir sampai saat ini bahwa Alea itu Ghia. Alea tidak mempermasalahkan itu semua dan Alea juga memanggil Bu Riana dengan sebutan Mama, itu semua atas permintaan dari Bu Riana. Meskipun awalnya berat bagi Alea, akhirnya terbiasa dengan memanggilnya Mama.


Kedua wanita yang mempunyai latar belakang yang sama yaitu, mempunyai gangguan dengan kejiwaan mereka tidur di kasur yang sama dan saling menyembuhkan satu sama lain. Bu Riana bisa sembuh dari kejiwaan yang di alami berkat kehadiran Alea di keluarga ini, dan Alea juga bisa memiliki keluarga baru dan merasa di hargai di sayang berkat dari keluarga Bu Riana.


Bu Riana tertidur sambil memeluk Alea dari belakang, wanita yang tidak lagi muda dan pernah merasakan hamil.


Sudah tahu betul rasanya, bagaimana ibu hamil saat malam susah tidur dan merasa tidak nyaman jika tidak ada yang mengelus pinggang nya.


Bu Riana memberikan kenyamanan itu untuk Alea, agar dia merasa di sayangi oleh semua orang.


Kedua wanita itu telah tertidur pulas dan sudah berada di alam mimpi masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2