MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 28


__ADS_3

Alea dan dokter Firman sedang duduk di ruang tamu, dan Alea menolak untuk di periksa.Sebab dia bilang tidak sakit hanya sedikit lelah dan pusing, mungkin butuh istirahat sebentar dan itu akan segera hilang.


"Yakin nggak sakit? " tanya dokter Firman terhadap Alea.


"Iya nggak apa-apa, hanya perlu istirahat saja" jawab Alea sambil tersenyum, dia berusaha untuk meyakinkan dokter Firman.


dokter Firman sebagai seorang dokter yang ahli di bagian kejiwaan, sudah bisa menebak bahwa Alea tidak sedang baik-baik saja.


"Apa yang di sembunyikan, dan sejak kapan kamu menyembunyikan sesuatu dari aku? " tanya dokter Firman dengan suara lembutnya, sambil menatap Alea dengan lembut.Tatapan teduh dari dokter Firman sudah berhasil membuat hati Alea menghangat.


"Jika nanti kita tidak bisa sama-sama seperti ini lagi, aku harap jangan pernah membenciku" kata Alea.


"Maksudnya apa, bicara seperti itu? " tanya Firman.


"Aku harap ini waktu yang tepat untuk memberi tahu semuanya, jadi Mbak Amanda meminta ku untuk menjadi istri ke dua dari Mas Rangga" kata Alea dengan nada bicara yang lembut tetapi sudah mampu menghentikan darah dokter Firman berhenti mengalir.


"Maksudnya apa? " tanya dokter Firman dengan raut wajah sangat kaget.


"Jadi kita dekat hanya sebatas teman, tidak lebih dari itu dan tidak akan pernah bisa bersama seperti janji yang pernah kita ucapkan bersama" kata Alea dengan nada bicara yang sedikit bergetar sebab menahan tangis.


"Kenapa kamu tidak menolak nya, bukanlah mereka semua sudah tahu tentang hubungan kita" ucap dokter Firman.


"Mana bisa aku menolak permintaan Mbak Manda, yang sudah seperti kakak ku sendiri dan menyayangi ku dan Gani seperti keluarga nya sendiri. Padahal tidak ada ikatan apapun di antara kami" jawab Alea.

__ADS_1


"Mereka juga harus mengerti perasaan kamu, bahwa kamu itu bukan boneka yang harus mengikuti apa mau nya. Apalagi ini menyangkut pernikahan tidak bisa di anggap lelucon" kata dokter Firman, dia tidak terima jika Alea harus menjadi istri ke dua dari Rangga.


"Aku juga tidak mau, dan bukan pernikahan seperti ini juga yang di impikan tapi mau bagaimana lagi. Jasa mereka terlalu besar untuk ku, apa aku sekejam itu tidak bisa mengabulkan permintaan nya dan aku bukan orang yang bisa melupakan pengorbanan orang untuk hidup ku" kata Alea sambil menatap lekat Firman, Alea juga merasakan hal yang sama dengan dokter Firman.


"Apa kamu tidak mau membina rumah tangga dengan ku dan menjadi keluarga kecil yang bahagia? " tanya dokter Firman.


"Siapa yang tidak mau, tetapi keadaan nya yang tidak memungkinkan untuk kita bersama" jawab Alea.


"Apa perlu aku membawa mu kabur dari sini! " kata nya.


"Dan aku nggak melarikan diri dari sini, mereka terlalu baik bagiku" jawab Alea.


"Tapi kamu akan menderita atas pernikahan itu" kata Firman sambil menatap wajah Alea dengan iba, di dalam hidupnya tidak pernah sedikit saja ada kebahagiaan. Seolah takdir mempermainkan hidup nya.


"Jika ini sudah menjadi keputusan mu, maka aku bisa apa. Tetapi jika suatu saat nanti kamu merasa terluka dengan pernikahan ini,jangan pernah cerita ke siapa pun sebab ini adalah pilihan mu dan kamu harus menikmati semuanya meski itu menyakitkan" pesan dokter Firman terhadap Alea.


"Aku do'a kan semoga kamu bisa mendapatkan perempuan yang baik, yang bisa menyayangi mu dengan tulus tidak seperti aku perempuan kotor dan tidak berguna" kata Alea dengan sudut mata yang sudah di penuhi cairan bening.


"Aku nggak ikhlas sampai kapan pun kamu menjadi istri ke dua" ucap dokter Firman.


"Harapan ku sama kamu, kita tetap teman dan pasti aku selalu membutuhkan mu" kata Alea sambil menatap Firman dengan tatapan nanar, sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta harus berpisah atas dasar perjodohan. Sakit mungkin itu yang di rasakan Alea dan Firman tetapi mau bagaimana lagi mungkin mereka tidak berjodoh.


"Aku akan tetap menjadi Firman yang sangat menyayangi mu dan rela melakukan apapun agar kamu bahagia, jika menerima di jadikan istri ke dua membuat kamu bahagia maka aku akan ikut bahagia. Dan jika kamu merasakan sakit dengan semua yang ada maka aku akan lebih sakit melihat kamu kesakitan" kata dokter Firman, dia berusaha untuk tetap tersenyum di hadapan Alea meski itu menyakitkan.

__ADS_1


"Ya sudah, mau ke klinik kan? ini sudah siang loh" kata Alea mengalihkan pembicaraan di antara keduanya.


"Kamu mengusir aku? " tanya Firman


"Bukan mengusir,tetapi hanya menginginkan bawa ada banyak pasien di klinik yang menantikan kehadiran dokter ganteng seperti mu" ucap Alea, dia berusaha membuat dokter Firman melupakan sejenak masalah di antara keduanya.


"Kalau begitu aku permisi dulu, kalau ada apa-apa tolong kabari jangan pernah menganggap ku orang asing meski kamu sudah menjadi calon istri orang" kata Firman sambil tersenyum manis meski itu menyakitkan.


"Hati-hati di jalan, jangan ngebut kasih kabar jika sudah sampai" pesan Alea, dan semua perkataan Alea membuat dokter Firman berpikir bagaimana bisa dia melupakan nya dalam sekejap dan mengikhlaskan bersama orang lain, Meski sudah tahu bahwa Rangga itu orang baik tidak akan mungkin menyakiti Alea, tetapi apakah Rangga bisa adil terhadap kedua istrinya.


Dokter Firman bangkit dari duduk nya, lalu berjalan perlahan untuk segera keluar dari rumah begitu juga Alea. Dia mengantarkan dokter Firman sampai ke depan dimana dia terus melihat ke arah dokter Firman, dan Alea melambaikan tangan nya terhadap dokter Firman hingga kendaraan yang di tumpangi tidak terlihat lagi.


Setelah dokter Firman pergi Alea menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya dengan perlahan.


Setelah beberapa saat dan perasaan Alea sudah sedikit normal, dia kembali ke dalam rumah. Tujuan utamanya yaitu kamar di mana dia mencurahkan keluh kesahnya di atas bantal dan tempat tidur.


Alea berjalan perlahan untuk segera ke kamar tetapi belum sampai di kamar dia ingat sama sang anak ternyata dari pagi dia belum bertemu dengan Gani.


Alea balik badan akan pergi ke kamar Gani, biasanya dia jam segini sedang bermain bersama pengaruh nya.


Setelah sampai di depan kamar sang anak dan pintu tidak di tutup dengan rapat, ternyata Amanda yang berada di sanah sedang bermain bersama Gani dan suara tertawa kebahagiaan di antara mereka terdengar jelas.


Alea menghentikan langkah nya dan tidak jadi untuk menemui sang anak, dia takut merusak suasana hati Amanda.

__ADS_1


__ADS_2