MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 40


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat hari telah berganti dengan Minggu, begitupun dengan Minggu telah berganti dengan bulan.Tanpa terasa pernikahan Rangga dan juga Ales sudah memasuki bulan ke dua.


"Mas, mau ke mana kamu sudah rapi?" tanya Alea terhadap sang suami yang sudah berganti pakaian.


"Mau ke rumah Amanda, dia kan sekarang sedang hamil jadi tidak bisa ditinggal nggak papa ya aku ke rumah Amanda malam ini.Lagi pula ini kan cuaca lagi nggak baik pasti dia merasa ketakutan sekali, jika tidak ada aku di sampingnya.Di sini kan ada Mama sama Bapak, kamu nggak terlalu takut ada temennya tapi Amanda kan nggak ada temennya selain Gani sama para pelayan di sana "kata Rangga sambil menggulung tangan kemeja yang dipakainya.Tanpa melihat ke arah Alea yang merasa sedih, padahal pada saat ini Alea juga sedang mengandung anaknya yang butuh perhatian oleh suaminya.Semenjak Amanda hamil Rangga tidak pernah memperdulikan lagi Alea padahal kedua istrinya itu sedang sama-sama mengandung anaknya.


Alea tidak menjawab apapun, dia hanya diam sambil duduk di ujung tempat tidur dan memperhatikan suaminya yang sedang bersiap-siap untuk segera pergi ke rumah Amanda.Dan inilah rasa sakit yang ke berapa kali yang dirasakan Alea,atas ketidakadilan yang diperlakukan oleh sang suami terhadap dirinya.


meski Alea tidak setuju dengan semua sikap yang dilakukan oleh Rangga, dia tidak bisa berkata apapun sebab dirinya sadar hanyalah perempuan kedua yang hadir di dalam kehidupan aman dan juga Rangga.Tidak sepantasnya dia ada di antara mereka, meskipun rasa sakit itu selalu datang kepadanya. tetap tetapi Alea rasakan sendiri, tanpa pernah cerita kepada Ibu mertuanya. Dia selalu terlihat baik-baik saja di depan semuanya, padahal selama ini dia tidak suka dengan ketidakadilan yang dilakukan oleh suaminya.


"Ya udah aku berangkat sekarang ya, kalau ada apa-apa kasih tahu Mama aja! "kata Rangga sambil mencium kening Alea yang masih mematung di sisi tempat tidur.

__ADS_1


Alea tersenyum tipis ke arah suaminya yang berpamitan untuk segera pergi ke rumah Amanda, meskipun dia tidak suka tetapi berusaha untuk mengikhlaskannya suaminya pergi ke rumah istri pertama.Padahal hari ini adalah jadwal Rangga untuk menginap di rumah Alea, setelah Amanda hamil sekarang jarang sekali Rangga menginap di rumah Alea tinggal saat ini.


Rangga sudah keluar dari dalam kamar Alea, sekarang sudah tidak terlihat lagi sosok suami di hadapannya.


Alea bangkit dari duduknya, dia akan segera turun ke lantai bawah untuk melakukan aktivitasnya,yaitu menikmati bunga-bunga yang bermekaran di sore.Hari tanamannya yaitu di taman belakang sebab akhir-akhir ini dia sangat suka sekali menanam bunga dan menikmati bunga-bunga bermekaran yang ada di taman.


Saat dia melewati ruang tengah, ternyata ada sang ibu mertua yang sedang berada di sana.


"Mau ke rumah,Mbak Amanda "jawab Alea dengan singkat.


"Bukannya dia baru datang ke sini,kenapa pergi lagi! tidak seharusnya dia berlaku seperti itu terhadap kamu.Sekarang anak itu kelakuannya semakin menjadi sudah tidak bisa dibilangin lagi dari dulu juga jangan lakukan ini jika tidak bisa berbuat adil, terhadap kedua istrinya bagaimana setelah melahirkan nanti baru saja istrinya hamil sudah tidak bisa adil "kata Bu Riana dengan nada bicara yang kesal terhadap anaknya.

__ADS_1


"Nggak apa-apa ko, aku kan ada Mama sama Bapak di sini jadi kalau ada apa-apa bisa minta tolong kalian "kata Amanda sambil tersenyum tipis ke arah sang mertua yang terlihat sangat kesal sekali.


"Bukan seperti itu juga, kamu kan istrinya. Sudah kewajiban Rangga menjaga dan melindungi kamu,bukan tugas Mama sama Bapak menjaga kamu.Itu tugasnya dia sebagai seorang suami di mana tanggung jawabnya dia terhadap kedua istrinya jika dia hanya memprioritaskan satu istri "kata Bu Riana dengan nada bicara yang sangat kesal sekali.


"Sudah lah,Ma, jangan dibikin pusing juga "jawab menenangkan sang ibu mertua yang terlihat sudah sangat kesal sekali terhadap anaknya.


"Kamu sih tidak pernah tegas terhadap suami, jadi jika hak kamu di sini jangan biarkan dia pergi ke sana.Kamu juga berhak atas dirinya bukan hanya Amanda, kamu tunjukkan bahwa kamu juga mempunyai hak yang sama"kata Bu Riana dengan nada bicara yang sudah berapi-api.


"Ya sudah tahan dulu emosi Mamah ya, aku mau pergi ke taman belakang mau menikmati bunga-bunga yang sedang mekar.Daripada Mama marah-marah mending yuk ikut aku ke belakang kita melihat bunga-bunga yang sangat cantik dan indah!" ajak Amanda terhadap ibu mertuanya yang sedang ngomel-ngomel marah.


"Kamu saja yang pergi ke sana! Mama sudah kesal sekali terhadap suami kamu"kata Bu Riana.

__ADS_1


Setelah mendapatkan izin dari sang mertua, akhirnya Alea melanjutkan langkahnya untuk segera pergi ke taman belakang.


__ADS_2