
Rangga yang melihat hasil pemeriksaan istrinya sangat kaget, tenyata dia mempunyai penyakit seperti ini. pantas saja sering mengeluh di saat sedang haid, dia pikir itu hanya nyeri biasa ternyata.
Rangga menaruh kembali hasil pemeriksaan Amanda, dia naik ke atas tempat tidur.
Amanda yang mendengar suara Rangga kaget dia juga tadi langsung duduk, Rangga menggeser duduk nya agar lebih dekat dengan Amanda. Lalu di peluk lah sang istri dan di cium kening nya bertubi-tubi.
"Sayang... maafin aku yang belum bisa menjadi suami yang baik, keadaan aku seperti ini saja sampai tidak tahu. Suami macam apa aku ini" kata Rangga sambil menatap wajah istrinya, dengan beribu penyesalan. Andai saja dia mau periksa ke dokter setelah beberapa lama mereka periksa.
"Untuk apa minta maaf, ini bukan salah siapa-siapa dan tidak ada yang harus di salah kan dengan keadaan ini. Mungkin ini sudah takdir dari sang kuasa aku harus seperti ini! " kata Amanda sambil tersenyum tipis ke arah suaminya, suguh di dalam hatinya yang paling dalam dia merasakan sakit yang begitu hebat.
Sebisa mungkin di hadapan semua orang Amanda akan berusaha tersenyum, sakit hanya dia yang merasakan orang lain tidak perlu merasakan kasihan terhadap dirinya atas apa yang menimpa nya.
Rangga terus mendekap tubuh sang istri, sungguh dia sangat merasa bersalah terhadap Amanda.
"Mas... dokter suruh memilih antara operasi dan suntik endrolin, aku belum siap untuk operasi" ucap Amanda.
"Kenapa harus takut! kan ada aku bersama mu, yang penting kamu sembuh dan tidak merasakan sakit lagi" kata Rangga.
"Tapi kan, sangat kecil kemungkinan nya untuk hamil" jawab Amanda.
"Kenapa masih mikirin hamil, saat kondisi kamu seperti ini... bagi aku yang terpenting itu kesehatan kamu. Tidak ada yang lebih penting daripada itu" ucap Rangga sambil mengelus lembut rambut sang istri.
"Aku juga ingin merasakan hamil seperti orang lain" kata Amanda dengan tatapan sendu.
"Pokoknya sekarang fokus ke kesehatan kamu saja dulu, nanti setelah itu kita baru bicarakan soal kehamilan dan yang lainnya" kata Rangga.
"Aku lebih memilih suntik endrolin saja ya! " kata Amanda.
"Apa sudah yakin dengan cara itu bisa menyembuhkan? "tanya Rangga.
" Kata dokter sih, bisa menekan pertumbuhan kista"jawab Amanda.
"Ya sudah, aku ikut saja apa mau nya, yang penting itu terbaik untuk kesehatan kamu! " kata Rangga.
__ADS_1
Setelah beberapa saat dan perencanaan untuk pengobatan Amanda, akhirnya sepasang suami itu tertidur.
*****
Satu minggu telah berlalu, hari ini di mana sidang pertama kasus yang menimpa Alea.
Seluruh keluarga besar Wijaya hadir termasuk juga Dea ikut hadir menyaksikan jalannya persidangan.
Semua sudah berada di ruang sidang, sedang menunggu sidang akan di mulai.
Setelah menunggu beberapa saat, Para pimpinan sidang sudah memasuki ruang sidang.
Sidang akan segera di mulai, Jamin sudah duduk di kursi terdakwa setelah di bawa masuk oleh beberapa anggota.
Tidak ada pengacara atau pihak keluarga yang mendampingi jamin termasuk juga istrinya.
Beda lagi dengan Alea, dia di kelilingi orang-orang yang sangat menyayangi nya.
Semua sudah siap menyaksikan jalannya acara sidang, setelah beberapa saat sidang di mulai.
Persidangan berjalan dengan lancar sesuai apa yang di harapkan Rangga, dia bisa tersenyum puas menyaksikan ini semua.
Semua orang yang ada di ruangan sidang, sudah siap untuk keluar. Sidang sudah berakhir dan akan di lanjut minggu depan,Jamin melirik Alea tetapi Alea tidak melirik sedikit pun terhadap bajingan itu.
Para pimpinan sidang sudah keluar dari ruangan sudah, dan semua yang hadir akan keluar untuk segera pulang ke rumah masing-masing.
Setelah sampai di luar Alea beserta keluarga barunya ada seorang perempuan yang sudah menunggu nya di sanah.
Alea kaget dengan kehadiran orang tersebut, dia mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Berpura-pura tidak melihat nya, malah orang tersebut memanggil nya dengan suara lirih"Alea... "hanya itu yang yang keluar dari bibir sang ibu.
Alea berusaha untuk mempercepat langkahnya, untuk menghindari nya.
Rangga dan keluarga nya tidak bertanya apapun hanya mengikuti langkah Alea, apalagi mereka sudah bisa menebak bahwa wanita tersebut adalah ibu kandung Alea.
__ADS_1
Mereka bukan mengajarkan Alea untuk menjadi anak durhaka tetapi setidaknya, memberi pelajaran terhadap ibu nya Alea.
Mereka sudah berada di area parkir, dan akan segera masuk ke dalam kendaraan yang berbeda.
Rangga beserta Amanda akan pergi bersama untuk bertemu dengan dokter yang sudah di janjikan.
Alea dan Bu Riana beserta Dea akan langsung pulang ke rumah dengan mengunakan mobil Dea.
Sedangkan pak Wijaya akan kembali ke kantor di antar pak sopir.
Mereka akan segera masuk ke dalam kendaraan, tiba-tiba langkah Alea terhenti saat seorang ibu.
Memeluk kakinya sambil menangis dan memohon untuk di maafkan, Alea tidak bisa berkata apapun. Sungguh di dalam hatinya yang paling dalam dia sangat rindu,tetapi rasa kecewa yang dia miliki sangat besar.
"Maafin Mama Alea! " kata wanita itu sambil menangis, sambil memeluk kaki Alea.
Rasanya Alea ingin sekali menangis, tetapi mungkin air matanya sudah habis sehingga sudah tidak bisa lagi menangis.
"Jangan lakukan ini" kata Alea sambil memegang bahu sang Mama dan menyuruhnya untuk berdiri, tetapi bukan nya berdiri malah semakin erat memeluk kaki Alea.
"Mama tidak akan bangun sebelum mendapatkan ampunan dari kamu, sungguh mama telah menyakiti hati kamu! " kata sang Mama.
Semua keluarga Wijaya menyaksikan itu tetapi tidak ada yang bicara sedikit pun, Dea yang sudah tidak sabar rasanya ingin memaki orang tersebut. tetapi Bu Riana mencegah nya, mereka berdua sudah berada di dalam kendaraan.
"Alea sudah memaafkan Mama, tapi tolong bangun dan tinggalkan Alea" kata Alea sambil mengangkat bahu sang Mama, dia ingin sang Mama segera pergi.
"Mama yakin kamu belum memaafkan! " kata sang Mama.
"Aku sudah memaafkan jauh sebelum Mama Minta maaf, jadi mulai saat ini aku akan hidup bersama keluarga baru ku, yang ada di saat aku terpuruk bahkan mereka rela meluangkan waktu hanya untuk bersama wanita gila seperti aku yang baru saja mereka temukan. Mungkin kata terimakasih saja tidak cukup untuk mereka, aku yang minta maaf sama Mama belum menjadi anak kebanggaan yang sesuai dengan keinginan. Malah mencoreng nama baik keluarga" Kata Alea sambil melangkah kan kaki untuk segera masuk ke dalam kendaraan.
Alea meninggalkan sang Mama yang masih.
Alea tidak melihat lagi ke arah sang Mama, setelah berada di dalam kendaraan.
__ADS_1
"Ayok kita pulang" kata Alea.
Setelah mendengar ajakan dari Alea, Dea langsung menyalakan mesin kendaraan lalu menginjak gas dengan perlahan.