
Rangga terus memeluk tubuh Alea, dia berusaha memberi pengertian terhadap wanita itu titik agar tidak terus menyalahkan dirinya sendiri, bahwa semua yang terjadi ini bukan salahnya.Melainkan sudah takdir dari sang kuasa bahwa semua ini akan terjadi.
Alea masih saja diam sambil berderai air mata, dia belum mampu untuk mengeluarkan sepatah kata pun.Setelah cukup lama Rangga memeluk tubuh ringkih perempuan itu, dan akhirnya dia dipanggil oleh salah satu perawat bahwa Amanda kritis.Rangga diminta agar segera hadir di ruangan yang ditempati oleh Amanda.
Rangga mencium kening Alea dan berpamitan untuk ke ruang Amanda terlebih dahulu untuk memastikan keadaan Amanda pada saat ini. Rangga melangkahkan kakinya dengan perlahan keluar dari ruangan Alea, sebab jarak dari ruangan Alea ke ruangan Amanda itu lumayan jauh.Sebab Amanda masih dirawat di ruangan ICU, dikarenakan kondisinya masih dalam keadaan belum sadarkan diri.Itu semua bukan karena obat bius atau apa melainkan Amanda mengalami koma.
Rangga berjalan dengan langkah cepatnya, hingga akhirnya dia sudah sampai di mana Amanda berada.
Setelah sampai di ruangan Amanda, sudah terlihat di sana ada beberapa dokter yang yang sedang memeriksaan keadaan Alea bahwa pendeteksi jantung pun sudah menempel di dada Amanda untuk memastikan bahwa dia masih ada detak jantungnya atau tidak.
Beberapa dokter dan perawat sedang berbisik dan bertanya apakah masih ada atau tidak denyut nadinya dan jawaban dari salah seorang perawat yaitu menggelengkan kepala .
Dokter memerintahkan salah seorang dari perawat tersebut untuk mengambil salah satu alat dan segera dipasang ke tubuh Amanda untuk memastikan bahwa benar atau tidak, setelah beberapa saat alat tersebut sudah terpasang di tubuh Amanda.Dan hasilnya pun sudah keluar yaitu bahwa Amanda telah dinyatakan meninggal.
Dokter mengambil sebuah kertas dari alat tersebut, lalu diberikan terhadap Rangga yang masih mematung dan tidak berkata apapun.
"Maaf,kami kami sudah berusaha yang terbaik untuk kesembuhan Ibu Amanda tetapi Tuhan berkehendak lain"kata dokter sambil menyerahkan kertas tersebut, lalu mengusap bahu Rangga yang belum bergerak sedikit pun dari tempat semula.
Rangga terus menatap wajah sang istri, yang terlihat sudah memucat.Ini terakhir kali dia menatap wajah itu di dunia,setelah ini dia tidak akan pernah bisa melihatnya lagi.
Rangga tidak menyangka bahwa hari ini adalah hari terakhirnya bersama Amanda, dia tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa perpisahan ini akan terjadi.
__ADS_1
Dunia Rangga serasa runtuh seketika, selama belasan tahun dia tinggal bersama Amanda dan melalui pahit manisnya kehidupan.Dan pada hari ini dia berpisah untuk selamanya, yang selalu mendampingi hidupnya selama ini.Bahkan di saat Rangga keadaan terpuruk wanita inilah yang selalu berada di sampingnya, saat ini dia benar-benar merasakan kehilangan untuk selamanya.
Rangga melangkah perlahan dia mendekat ke arah tubuh sang istri yang sudah tidak bernyawa lagi, dalam hatinya yang paling dalam dia ingin sekali menangis meraung di depan jasa di sang istri.Tetapi dia tidak ingin membebani istrinya dengan tangisan yang dia keluarkan, Rangga terlihat tidak seperti orang yang kehilangan belahan jiwanya tetapi di dalam hati yang sesungguhnya dia menangis.
Di tataplah wajah itu lekat-lekat, lalu Rangga berkata "maafkan aku selama ini belum bisa menjadi yang terbaik! pergi pergilah dengan tenang, doaku mengiringimu semoga senantiasa kamu ditempatkan di sisinya "kata Rangga sambil berusaha tersenyum menatap wajah sang istri, yang tidak akan pernah dia tatap lagi.
Setelah cukup lama Rangga menatap wajah Amanda, dan dia memberi perintah kepada perawat yang masih ada di sana untuk menutup tubuh sang istri.
Rangga berjalan keluar dari ruangan, untuk segera memberitahu sang mama dan anggota keluarga yang lain.Untuk segera mempersiapkan pemakaman untuk Amanda, tetapi dia tidak akan memberitahu Alea terlebih dahulu.Sudah pasti perempuan itu akan menyalahkan dirinya sendiri jika mengetahui bahwa Amanda telah menghembuskan nafas terakhirnya di hari ini.
Setelah berada di luar, Rangga langsung menemui sang Mama.Untuk segera membawa pulang Gani dan mempersiapkan semuanya, setelah mendapat perintah dari Rangga. Bu Riana langsung pergi keluar dari ruang tunggu, lalu menuju tempat parkir di mana dia sudah ditunggu oleh sopir yang diperintahkan Rangga mengantar dirinya untuk segera pulang.
Rangga sudah cukup lama menunggu, hingga akhirnya pihak rumah sakit pun memanggil Rangga bahwa jenazah Amanda akan segera diantar ke rumah duka.
Rangga mengikuti perawat tersebut, dan jenazah Amanda sudah siap dimasukkan ke dalam mobil yang akan mengantarkannya ke rumah tujuan.
Dia masuk ke dalam mobil tersebut menemani jenazah sang istri untuk sampai di rumah, dia tidak ingin hari terakhirnya bersama sang istri disia-siakan begitu saja.
Kendaraan yang membawa jenazah Amanda, melaju dengan kecepatan tinggi hingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk segera sampai di rumah.
Bahkan Rangga tidak sempat berpamitan kepada Alea, saat ini fokus dia hanya satu yaitu menemani Amanda terlebih dahulu sampai ke pemakaman.Setelah itu baru dia memberikan alasan yang tepat untuk Alea,agar tidak merasa bersalah dengan keadaan yang terjadi pada saat ini.
__ADS_1
Kendaraan sudah sampai di rumah dan beberapa kerabat sudah menunggu kedatangannya.
Proses demi proses telah dilalui, hingga pada akhirnya jenazah Amanda akan segera dibawa ke pemakaman di mana tempat peristirahatan terakhirnya.
Rangga selalu berada di samping Amanda hingga sampai di pemakaman, dialah yang memakamkan istrinya sendiri.
Hingga akhirnya proses pemakaman pun telah selesai, semua orang satu persatu perlahan pergi meninggalkan tempat itu. hanya tinggal Rangga yang masih menatap lekat batu nisan yang bertuliskan Amanda.
Saat ini dia hanya bisa menatap batu tersebut, tidak ada lagi wajah cantik yang selalu di tatapnya setiap hari.
Rangga berusaha dengan ikhlas menerima kenyataan ini, bahwa segala sesuatu yang terjadi kepada hidupnya adalah tidak lepas dari campur tangan sang kuasa.
Mungkin ini jalan terbaik untuk hidupnya di masa yang akan datang.
"Semoga amal ibadahmu diterima,kamu istri yang baik yang berbakti kepada suami semoga surga menantimu "kata Rangga sambil mengusap batu nisan yang bertuliskan nama sang istri.
Rangga perlahan bangkit, lalu melangkah dengan perlahan meninggalkan pemakaman sang istri.
Dengan langkah gontai nya, Rangga keluar dari area pemakaman untuk segera menuju tempat parkir.Di mana dia di tunggu oleh sopir di sana sebab tidak mungkin dalam keadaan seperti ini Rangga mengemudikan sendiri.
Setelah berada di tempat parkir, Rangga langsung masuk ke dalam kendaraannya.Lalu memerintahkan sopir untuk segera menuju rumah sakit di mana Alea dan anaknya masih berada di sana.
__ADS_1