MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 19


__ADS_3

Rangga orang yang terlihat sangat sempurna di mata seluruh karyawan,jika di lihat sepintas Rangga seperti belum memiliki istri.


Tidak sedikit pula karyawan perempuan selalu mencuri perhatian nya, tetapi Rangga tipe laki-laki setia terhadap satu perempuan.


Bagi Rangga wanita yang paling cantik dan baik itu hanya Amanda tidak ada yang lain lagi.


Rangga terus berjalan melewati para karyawan, mereka juga akan segera pulang.


Tidak sedikit juga karyawan yang menunduk hormat saat Rangga melewati mereka.


"Pulang Pak! " tanya salah satu karyawan yang bekerja di bagian penasaran.


Rangga hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis ke arah perempuan itu


Rangga sudah sampai di area parkir di mana kendaraan terparkir dengan baik di tempatnya, berbagai jenis kendaraan berjejer rapih.


Hari ini dia di antara Pak sopir, sebab kondisi kurang tidur tidak memungkinkan dirinya untuk mengendarai.


Rangga sudah berada di dalam kendaraan, kendaraan melaju dengan kecepatan sedang.


Sebelum ke rumah sakit dia harus menjemput sang istri terlebih dahulu, sebab tadi pagi Amanda pulang bersama dirinya.


*****


Di Rumah sakit tempat Alea di rawat.


Dea sepanjang hari berada di ruangan bersama sang Mama menemani Alea, hari ini juga dia harus menyaksikan kembali dokter Firman memberi perhatian lebih untuk Alea.


Dia berusaha menjadi orang buta dan tuli untuk hari ini, dia selalu mengingat kata-kata yang pernah di ucapkan oleh kakak ipar nya jika jodoh pasti semesta punya cara untuk menyatukan mereka.


Dokter Firman sedang berada di dalam ruangan Alea, dia sudah selesai praktek nya. Dia terus mengajak Alea untuk berbicara dan bercerita banyak hal, di sela perbincangan mereka sesekali Alea tertawa kecil.


Di saat seperti ini Alea melupakan sejenak apa yang terjadi dengan hidup nya.


Bu Riana juga tidak sedikit pun beranjak dari sisi Alea, dia tidak membiarkan Alea untuk bergerak sedikit saja.

__ADS_1


Alea bagaikan tuan putri yang segala sesuatu di layani para pelayan.


Di saat mereka sedang asik berbincang, pintu ruangan terbuka.


Terlihat pasangan suami istri yang sangat serasi, telah berdiri di depan pintu.


Rangga melangkah kan kaki di ikuti oleh sang istri,mereka berjalan perlahan mendekat ke arah Alea.


"Bagaimana perasaannya hari ini? " tanya Amanda terhadap Alea.


"Sudah lebih baik mbak..." Jawab Alea sambil tersenyum ke arah Amanda.


"Syukur lah jika lebih baik" kata Amanda sambil meletakkan beberapa makanan di atas nakas.


"Seperti nya lusa juga sudah bisa pulang" kata dokter Firman.


"Iya, kah... aku sudah tidak sabar ingin segera pulang" kata Alea dengan raut wajah di penuhi kegembiraan.


"Bagaimana dengan bayinya, apa bisa di bawa pulang juga? " tanya Rangga terhadap dokter Firman.


"Bisa tidak, bayinya kami bawa pulang tetapi ada satu dokter dan perawat untuk menjaga bayi tersebut di rumah" kata Rangga, dia berharap dokter Firman bisa mengabulkan permintaan nya.


"Bisa saja itu di lakukan, tapi untuk saat ini ada beberapa dokter sedang cuti jadi kami sedang kekurangan tenaga untuk jaga di rumah sakit juga" jawab dokter Firman.


"Apa tidak ada dokter lain? " tanya Rangga kembali


"Ada juga paling dokter Bella mungkin dia bisa membantu Bapak, sebetulnya saya juga bisa tetapi hanya malam,sebab siang nya harus praktek" jawab dokter Firman.


"Bisa mungkin bergantian sama dokter Bella" kata Rangga lagi.


"Ya sudah nanti kita bahas lagi, dan saya juga bicarakan dulu sama dokter Bella!.Saya permisi dulu " kata dokter Firman, setelah berpamitan dia pergi keluar ruangan.


******


Hari ini di mana Alea sudah di nyatakan boleh pulang.

__ADS_1


Semua orang yang tinggal di rumah Rangga menantikan kehadiran Alea, sebuah kamar yang ada di rumah Rangga telah di sulap seperti sebuah ruangan yang ada di rumah sakit. Tidak sedikit uang yang Rangga keluar kan untuk kesembuhan Alea dan juga bayinya, mengingat bayi yang di lahir kan Alea itu prematur jadi untuk sementara harus berasa di dalam inkubator.


"Sudah siap untuk pulang?" tanya Rangga terhadap Alea, yang menjemput Alea hari ini Rangga dan juga Amanda. Bu Riana mempersiapkan untuk penyambutan kedatangan anggota keluarga baru.


"Sudah" jawab Alea sambil turun dari ranjang pasien, Amanda menggandeng tangan Alea untuk keluar dari ruang rawat.


Sedangkan bayi nya Alea di gendong suster, mereka semua berjalan perlahan untuk segera menuju tempat parkir.


Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di parkiran, dan kendaraan sudah siap membawa sang tuan untuk mengantarkan ke tempat tujuan.


Perjalanan di mulai, bayi mungil yang lahir kurang bulan tersebut berada di gendongan suster yang akan merawatnya saat berada di rumah. Bayi yang tak berdosa dan kurang berutang itu, semua anggota keluarga Rangga sangat menyayangi kehadiran bayi tersebut.


Satu hal yang terus menghantui pikiran Alea yaitu, apakah mereka semua akan tetap bersikap seperti ini setelah nanti tahu, bahwa dirinya hamil oleh ayah tiri.


"Kamu kenapa dari tadi bengong terus, apa ada sesuatu atau ada yang sakit? " tanya Amanda, dari tadi dia perhatikan Alea terus melamun.


"Tidak ada mbak... hanya saja aku berfikir ko ada ya di dunia jaman sekarang orang baik seperti keluarga mbak" dusta Alea, padahal dia bukan memikirkan itu semua.


"Ini sudah tugas kami menolong sesama, jika kami sanggup pasti akan di tolong! " jawab Amanda.


Kendaraan sudah sampai di depan rumah, mereka semua turun dari kendaraan tersebut. Suasana rumah yang Alea rindukan, masakan bibi yang menurut Alea sangat enak beda dengan makanan yang tersedia di rumah sakit.


Alea di gandeng oleh Amanda untuk segera masuk ke dalam rumah, setelah berada di dalam Rumah ternyata sudah di sangat gembira oleh Bu Riana dan para pelayan.


Mereka semua ikut merayakan kebahagiaan, yang di sebabkan lahirnya anggota keluarga baru. Meskipun ini bukan yang sesungguhnya.


"Sini duduk dulu! " perintah Bu Riana terhadap Alea sambil mempersilahkan duduk di samping dirinya.


Bayi kecil sudah di bawa ke kamar yang sudah di sediakan dan di sulap seperti ruang perawatan yang ada di rumah sakit.


"Sudah lah, Ma... biarkan Alea istirahat di kamarnya, jika mau bertanya atau apapun masih ada hari esok" kata Rangga sambil menatap wajah sang Mama.


Setelah beberapa saat, waktu bergulir begitu cepat. Siang telah berganti dengan malam. Semua orang telah berada di kamar masing-masing, semua orang akan mengistirahatkan tubuhnya. Sangat berharap bahwa setelah tidur akan ada kebaikan di hari esok.


Malam ini Alea tertidur di temani Bibi yang selalu menjaga nya.

__ADS_1


__ADS_2