MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 11


__ADS_3

"Kamu tidur nya pulas sekali, mana tega aku membangunkan mu" jawab Amanda sambil keluar dari dalam kendaraan, lalu membuka pintu tengah dan mengajak Alea untuk segera turun.


Alea pun segera turun dari kendaraan lalu mengikuti langkah Amanda untuk segera masuk ke dalam Rumah, setelah berada di dalam Amanda berpesan terhadap Alea.


"Langsung bersih-bersih dan ganti pakaiannya, nanti malam dokter Firman akan datang! " perintah Amanda terhadap Alea.


"Baik mbak! " jawab Alea mengangguk.


"Mbak juga ke atas dulu ya! jika butuh sesuatu bisa panggil pelayanan atau yang lain" kata Amanda.


"Iya" jawab Alea sambil tersenyum tipis, sekarang Alea sudah mulai bisa di ajak berkomunikasi. meskipun terkadang masih bengong.


Setelah Amanda pergi ke atas Alea pun segera pergi ke kamarnya.


Semua orang yang ada di rumah ini sibuk dengan aktivitas nya masing-masing. Alea pun sudah berada di kamarnya, dia mulai bisa beraktivitas tanpa bantuan dari sang pelayanan atau siapa . Hanya saja untuk membersihkan tubuhnya butuh di perintah terlebih dahulu, baru dia lakukan. Jika tidak di perintah dia tidak akan melakukannya, entah itu lupa atau salah satu faktor dari gangguan jiwa yang di alaminya.


Semua orang sunyi senyap berada di kamar Masing-masing, Alea sudah selesai dengan kegiatan nya. Perut nya sudah mulai terlihat usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke enam, hanya butuh waktu tiga bulan lagi untuk menuju lahiran.


Satu hal yang di khawatirkan dokter Firman yaitu, takut melahirkan secara prematur akibat gangguan jiwa yang di alami Alea. Sebab itu semua mengakibatkan bayi yang di kandung tidak berkembang dengan baik, Rangga beserta keluarga atas perintah dari dokter Firman sebisa mungkin menjaga Alea dari gizi yang di konsumsi sampai dengan hal sekecil apapun mereka perhatikan. Agar tidak terjadi pas melahirkan berat bayi lahir rendah.


Alea keluar dari kamarnya berjalan dengan perlahan, melihat ke sekeliling terlihat sangat sepi. Dia terus berjalan sambil melihat ke sekeliling hingga pada akhirnya dia sampai di teras belakang, di sanah sudah tersedia kursi dan Alea pun duduk di sanah.


Sang pelayanan yang di tugaskan khusus untuk menjaga Alea langsung mendekatinya.


"Apa butuh sesuatu? " tanya pelayan itu terhadap Alea yang sedang duduk.


Alea langsung menoleh ke arah sumber suara,sambil menatap lekat wajah pelayanan tersebut yang sudah tidak lagi muda bahkan lebih pas menjadi ibunya Alea.

__ADS_1


"Bi,apa aku segitu tidak berharga kah di mata ibu kandung ku? " tanya Alea terhadap pelayan itu.


"Ngomong apa sih Non... tidak ada satu orang ibu di dunia ini yang tidak menyayangi anak nya, bahkan seorang ibu rela menukar nyawanya demi anak" jawab pelayan tersebut sambil menatap lekat wajah Alea.


"Tapi mereka tidak seperti itu, buktinya malah mengusir ku dari rumah.Di saat keadaan ku seperti ini mereka tidak menginginkan kehadiran ku di antara mereka" ucap Alea, baru kali ini dia mengeluarkan apa yang ada di hatinya. Bahkan saat dokter Firman mengajak nya bicara dari hati ke hati, Alea hanya menangis tidak berkata apapun.


"Sekarang ada keluarga baru yang sangat menyayangi mu, jadi tidak perlu sedih atau khawatir di sini semua orang sangat sayang dan mereka juga akan melakukan apapun untuk kamu, jadi kamu juga harus ada keinginan untuk sembuh" palayan itu pun menasehati Alea.


"Tapi aku merasa malu dengan keluarga Pak Rangga, mereka terlalu baik apalagi saat Bu Riana berfikir bahwa aku kak Ghia" ucap Alea dengan pandangan lurus ke depan.


"Makanya kamu harus sembuh, jangan seperti ini terus jangan sia-siakan pengorbanan mereka untuk kesembuhan kamu" kata pelayanan itu.


"Iya Bi aku juga mau sembuh" jawab Alea.


Setelah cukup lama Alea dan pelayan itu pun berbincang, terdengar dari arah depan suara memangil nama Alea.


Amanda terus berjalan mencari keberadaan Alea, dia sangat khawatir saat Alea tidak berada di kamar nya. Mengingat kondisi kejiwaan nya belum sepenuhnya pulih, hanya saja sekarang sudah sedikit lebih baik.


"Di belakang mbak... " sahut Alea dari arah belakang.


Mendengar jawaban dari arah belakang Amanda berjalan dengan cepat menuju ke teras belakang.


Setelah sampai di belakang terlihat Alea sedang duduk di temani pelayan,akhirnya Amanda merasa lega setelah melihat Alea di temani palayan.


"Sukur lah kamu ada di sini, terimakasih Bi sudah menemaninya" ucap Amanda sambil tersenyum tipis ke arah Alea dan juga pelayanan itu.


"Itu sudah tugas saya Nyonya! " jawab pelayan itu sambil menunduk.

__ADS_1


"Ayo masuk jangan di sini terus! " ajak Amanda terhadap Alea.


Alea pun tanpa menjawab perkataan dari Amanda, dia langsung bangkit dari duduk nya lalu mengikuti langkah Amanda untuk segera masuk ke dalam rumah.


Setelah berada di dalam Alea dan juga Amanda mereka duduk di ruang keluarga, dan di sanah sudah tersedia buah-buahan segar yang sudah siap di makan.


Amanda menyiapkan itu semua untuk keperluan gizi ibu hamil agar bayi yang di lahir kan sehat.


"Di makan itu buah nya! biar anak mu sehat nanti" perintah Amanda terhadap Alea.


"Iya.. mbak" jawab Alea sambil mengambil potongan buah yang sudah tersedia di piring.


Amanda mengajak berbincang tentang hal-hal kecil, sesekali Alea tertawa kecil mendengarkan cerita lucu dari Amanda.


Di sela perbincangan antara Alea dan juga Amanda, terlihat Dea menghampiri keduanya.


"Kaya nya ada pembahasan seru nih" kata Dea sambil mendekat ke arah mereka berdua, lalu duduk di samping Alea. Setelah beberapa saat berfikir tidak sepantasnya dia cemburu terhadap Alea, ada benarnya omongan kakak iparnya bahwa Alea butuh dukungan orang di sekitar agar cepat pulih.


Akhirnya mereka bertiga pun bercanda ria, Alea seolah menemukan keluarga baru. Berada di antara orang-orang yang sangat menyayangi nya meskipun tidak ada ikatan darah di antara mereka.


Sore pun telah berganti dengan malam, lampu-lampu mulai menyala menerangi gelap nya malam. Seperti yang sudah di katakan sebelum nya, bahwa malam ini akan kedatangan dokter Firman untuk pemeriksaan Alea selanjutnya, sepertinya kali ini dokter Firman akan merasa bahagia melihat perkembangan Alea yang lebih baik.


Dea sempat berfikir apa mungkin sang Mama juga akan sembuh ketika terus berada di dekat Alea, secara dia menganggap bahwa Alea itu kakaknya yang telah tiada.


Mungkin setelah Alea pulih Dea akan berbicara terhadap Rangga dan juga Amanda agar membiarkan Alea tinggal bersama sang Mama.


Dea terus menatap wajah Alea, dia merasa kasihan melihat nya. Seharusnya di usia Alea yang sekarang masih menikmati masa muda yang sangat indah, bukan menanggung penderitaan seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2