
Amanda masih menunggu suaminya keluar dari dalam kamar mandi, dia masih penasaran apa yang telah di lakukan suaminya sampai larut malam seperti ini.
Dia belum puas dengan jawaban yang di berikan Rangga, masa iya lembur di kantor hingga pakaian kusut seperti orang habis tawuran.
Amanda juga melihat bercak darah di kemeja suaminya.
Setelah beberapa saat Amanda menunggu suaminya keluar, akhirnya Rangga selesai juga dengan ritual mandinya. Dia melihat ke arah sang istri yang sedang duduk di atas kasur sambil memperhatikan dirinya.
"Sayang, kamu kenapa belum tidur ini sudah larut malam? " tanya Rangga terhadap sang istri sambil menatap lekat.
"Tidak sedang berbohong kan Mas...! " Ucap Amanda sambil menatap wajah suaminya, dia mencari kebenaran lewat tatapan itu.
"Maksudnya apa sih, sayang... tadi sudah bilang aku lembur! " jawab Rangga sambil mengambil baju ganti yang sudah tersedia di atas tempat tidur.
"Kenapa penampilan kamu seperti orang sehabis tawuran, dan ini lihat coba ada bercak darah! habis ngapain? " tanya Amanda terus menerus terhadap Rangga, dia tidak mau suaminya menyembunyikan sesuatu hingga mengakibatkan keluarga mereka terancam keselamatan nya.
"Owh itu darah orang yang kecelakaan di jalan, kebetulan Mas yang nolong sampai membawanya ke rumah sakit" jawab Rangga meyakinkan sang istri, dia juga tidak mau Amanda mengetahui bahwa dirinya sudah menghajar orang. Hingga orang itu nyaris meregang nyawa akibat dari perbuatan nya.
"Yakin tidak sedang membohongi aku kan!" kata Amanda.
"Untuk apa juga aku membohongi kamu, sayang... " jawab Rangga sambil duduk di samping sang istri, lalu di peluk lah wanita yang selama hampir dari sepuluh tahun menemani hidup nya, selalu menemani di saat suka maupun duka. Wanita yang menerima seluruh anggota keluarga Rangga dengan segala kekurangan nya, yang sudah menyerahkan sisi hidup nya untuk Rangga.
"Ya sudah kalau begitu, tidur yuk! " ajak Amanda yang naik ke tempat tidur, lalu menarik selimut untuk menutup tubuhnya.
Rangga mengikuti sang istri dia merebahkan tubuhnya di samping Amanda, lalu di peluk lah wanita ke dua yang ada di dalam hidup nya sebab yang no satu adalah ibu.
Sepasang suami istri itu sudah memasuki dunia mimpi masing-masing, mereka tertidur dengan pulas. Malam yang sangat indah untuk di lalui begitu saja, semua orang tertidur lelap di malam hari.
Berharap keesokan harinya akan mendapatkan hal yang lebih baik dari hari sebelum nya.
*****
Di tempat lain
Di saat semua orang sedang tertidur pulas beda lagi dengan dia, dari sore dia mondar-mandir menanti kabar dari sang suami.
__ADS_1
Sudah mencoba menghubungi nya lewat telepon, bahkan pesan singkat tidak ada satu pesan yang di Jawab. Jangan kan menjawabnya aktif juga nggak no ponsel sang suami.
"Kamu perginya ke mana sih, sampai hampir pagi belum juga pulang" Sumantri berbicara sendiri, sebab dia sangat menghawatirkan suaminya yang belum pulang sampai saat ini.
Semua rasa takut dan pikiran yang aneh melintas di dalam kepala nya, hingga satu nama ikut melintas di kepala yaitu Alea.
Setelah beberapa bulan terakhir dia usir bahkan sampai hari ini dia tidak pernah merasa bersalah untuk pertama kalinya Sulastri mengingat sang anak.
"Alea, dia sekarang di mana? apa aku terlalu jahat sampai mengusir nya dari rumah, apakah dia mempunyai tempat tinggal yang layak atau sekarang sedang kesusahan" semua pertanyaan itu melintas di kepala Sulastri.
Dia terus memikirkan sesuatu yang telah terjadi dengan dirinya selama ini, hingga tidak terasa waktu sudah pagi. Dan sampai saat ini juga dia belum bisa memejamkan mata.
*****
Pagi Hari di kediaman Rangga.
Semua orang sudah di sibuk kan dengan aktivitas masing-masing.
Hari pertama keluarga ini ada seorang bayi kecil yang telah di lahir kan Alea.
Dengan perlahan Alea berjalan dan sudah tiba di depan pintu kamar sang anak, pintu tidak tertutup rapat hingga bisa terlihat siapa yang ada di dalam kamar tersebut.
Alea melihat dari pintu yang sedikit terbuka, ada Amanda di dalam kamar sedang menatap bayi mungil yang tidak berdosa itu.
Alea mengurungkan niat nya untuk masuk ke kamar tersebut, dia memberikan ruang terhadap Amanda agar terus bisa dekat bersama sang bayi.
"Kenapa nggak jadi masuk" tanya Bu Riana saat Alea berbalik badan untuk meninggal kamar tersebut.
"Nggak apa-apa Ma... ada mbak Amanda di dalam biarin saja lagipula aku lupa sesuatu di kamar" jawab Alea.
"Owh, ya sudah jangan lupa sarapan semua sudah siap! " kata Bu Riana.
"Iya, Ma... aku ke kamar dulu" Alea permisi untuk pergi ke kamar nya.
"Iya" jawab Bu Riana.
__ADS_1
Setelah beberapa saat keluarga Wijaya sudah berkumpul di meja makan, mereka memulai aktivitas pagi dengan sarapan.
Selama sarapan berlangsung tidak ada sepatah kata yang keluar di mereka, mereka fokus ke sarapan yang di nikmati.
Aktivitas di meja makan sudah selesai, Rangga dan Pak Wijaya akan segera berangkat ke kantor.
"Ma, Papa berangkat ke kantor dulu, nanti sore kita pulang ke rumah! " ajak Pak Wijaya terhadap sang istri.
"Nanti saja lah, Pa.. masih mau nginap di sini" jawab sang istri.
"Tapi kita sudah terlalu lama di sini, lagian kita juga punya rumah" kata Pak Wijaya dengan nada bicara sangat hati-hati.
"Sudah lah Pa... biarin saja maunya Mama seperti apa, kalau perlu nggak usah balik lagi ke rumah itu, toh rumah ini juga cukup untuk kita tinggal" Rangga menimpali percakapan antara Mama dan Papah nya itu.
"Tapi kan sayang rumah itu juga kalau nggak di tempati" jawab Pak Darmawan.
"Nanti juga pulang Pa, kalau sudah waktunya cuma sekarang masih mau menginap di sini" jawab Bu Riana.
"Ya sudah kalau itu maunya Mama" kata Pak Wijaya nyerah walaupun bicara seperti apa, toh ujung nya Bu Riana yang menjadi pemenang nya.
Setelah beberapa saat, Rangga dan Pak Wijaya berangkat ke kantor.
Di rumah tinggal para perempuan yang masih asik dengan kegiatan masing-masing.
Bu Riana berjalan perlahan untuk menemui Amanda, yang sejak pagi di kamar bayi terus. Dia keluar hanya pas sarapan pagi, setelah Rangga pamit ke kantor dia kembali lagi ke ruangan itu.
Setelah Bu Riana melangkah hendak menuju kamar bayi, Amanda sudah terlihat rapih seperti orang yang mau pergi.
"Mau ke mana? " tanya Bu Riana terhadap Amanda.
"Pergi keluar sebentar ya, Ma... ada janji sama dokter! " jawab Amanda.
"Mau periksa lagi? " tanya Bu Riana.
"Iya, tapi ke dokter yang lain. Do'ain Ma.. biar hasil nya baik" ucap Amanda, sambil berpamitan untuk pergi.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan! " pesan Bu Riana.