
"Lagi ngapain di sini? " tanya orang tersebut tanpa turun dari kendaraan, tetapi kaca mobil setengah terbuka.
Seketika mata Alea membulat, saat melihat siapa yang berhenti tepat di depan nya.
"Nunggu angkutan umum" jawab Alea dengan di penuhi rasa takut.
"Ayok masuk! " Rangga mengajak Alea untuk masuk.
"Tapi aku sama teman" jawab Alea.
"Nggak apa-apa ko duluan saja, lagian kita arah nya beda" kata Marwah sambil tersenyum manis.
"Kalau begitu aku duluan yah" pamit Alea terhadap Marwah.
"Hati-hati sampai jumpa" pesan Marwah terhadap Alea.
Setelah berpamitan Alea langsung masuk ke dalam kendaraan yang di kemudikan Rangga.
Alea sudah duduk di kursi depan di samping Rangga yang mengemudikan kendaraan.
"Tadi pagi bilang nya sakit kenapa sekarang ada di sini? " tanya Rangga sambil menatap tajam terhadap Alea.
"Aku nggak apa-apa, di sini habis ketemu teman dia punya tempat di daerah sini buat pendidikan anak-anak yang kurang beruntung. Rencana aku mau bantu Marwah untuk mengajar di tempat ini" jawab Alea, tanpa ada yang di tutupi Sudah seharusnya Rangga mengetahui. Walaupun tidak sekarang rencana Alea akan bicara sama semuanya jika sudah sampai di rumah.
"Ko Mas, lewat sini kan kantor nggak lewat ke daerah ini" kata Alea, mengapa Rangga bisa melewati jalanan ini padahal jauh banget dari kantor.
__ADS_1
"Habis nengokin proyek yang ada di daerah sini" jawab Rangga sambil tetap fokus ke jalanan.
"Owh" hanya itu yang keluar dari bibir Alea.
"Kenapa kamu nggak bilang kalau mau pergi, kan bisa di antar sopir nggak harus naik angkutan umum. Nanti kalau kamu kenapa-kenapa bagai mana? " kata Rangga di penuhi rasa khawatir, Rangga selalu mengkhawatirkan Alea sebab dia takut kejadian di masa lalu akan terulang kembali. Untuk membuat Alea bisa hidup normal butuh perjuangan.
"Mbak Manda juga minta aku untuk di antar sopir, tapi lagi mau berangkat sendiri" kata Alea.
"Pergi sendiri itu sangat berbahaya, pokoknya nggak kemanapun jika pergi nya sendiri" kata Rangga dengan penuh penekanan.
Alea yang mendengar perkataan Rangga hanya diam, tidak berani lagi mengucapkan apapun dari mulutnya.
Hingga pada akhirnya kendaraan yang mereka tumpangi sudah berhenti tepat di depan gedung perkantoran yang sangat tinggi, tetapi sudah terlihat sepi.
"Ini kan kantor Mas...masih ada pekerjaan?" tanya Alea terhadap Rangga.
Setelah cukup lama Alea menunggu, akhirnya Rangga sudah kembali dan masuk ke dalam kendaraan.
Rangga mulai melajukan kembali kendaraan nya, tujuan selanjutnya yaitu rumah mereka.
Perjalanan yang di tempuh membutuhkan waktu cukup lama, dan selama perjalanan Alea terus menatap ke arah luar jendela mobil.
Hari sudah semakin gelap, lampu-lampu di jalanan sudah mulai menyala dan menjadikan jalanan semakin indah untuk di nikmati di malam hari.
Tidak terasa perjalanan sudah cukup lama, hingga pada akhirnya mereka sudah sampai di depan rumah yang mereka tempati.
__ADS_1
Kendaraan sudah berhenti dengan sempurna, Alea turun dari kendaraan terlebih dahulu lalu berjalan untuk segera menuju ke pintu masuk.
Selang berapa saat Rangga juga mengikuti Alea dari belakang hingga sampai di dalam rumah mereka sudah di sambut oleh Amanda, dan Amanda sangat senang melihat Rangga datang bersama Alea itu artinya mereka sudah semakin dekat.
"Mama sudah pulang ya? " Tanya Rangga terhadap sang istri.
"Sudah tadi sore di antar sama Dea, katanya Dea juga mau menginap di sana" jawab Amanda.
"Ok, aku ke kamar dulu ya" kata Rangga,lalu berjalan perlahan meninggalkan sang istri yang masih ada di ruang keluarga bersama Gani.
"Bersih-bersih dulu sana! " perintah Amanda terhadap Alea, yang masih duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.
"Iya" jawab Alea singkat, lalu berjalan perlahan meninggalkan Amanda yang sedang bermain bersama Gani.
*****
Keesokan harinya.
Pagi hari seperti biasa, Alea menggeliat dan merenggangkan otot-otot tubuhnya dan mengerjapkan mata,sebab tidurnya merasa terganggu akibat cahaya yang masuk lewat celah jendela.
Alea bangun dan berjalan ke arah jendela sambil menggeser gordeng dan membuka jendela kamar, dia menghirup udara segar di pagi hari.Cahaya mentari sudah menampakkan wajahnya untuk menyinari bumi.
Alea berdiri di depan jendela sambil menatap ke arah luar, kebetulan kamar nya berada di lantai atas sehingga dari atas kamar sudah bisa menikmati pemandangan kota di pagi hari.
Setelah cukup lama Alea berdiri di depan jendela, akhirnya dia pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual nya di kamar mandi. Sebelum bergabung dengan anggota keluarga yang lainnya, Alea harus sudah rapih apalagi Amanda selalu memperingati Alea.
__ADS_1
Sekarang hidup Alea sudah semakin teratur berkat Amanda, tetapi Alea juga tidak bisa melakukan apapun yang sesuai dengan keinginan nya.