MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 33


__ADS_3

"Ternyata menjadi istri kedua seperti ini, tidak di anggap"kata Alea dalam batin.


Setelah kepergian Rangga,Alea langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Alea merenung menatap ke atas langit-langit kamar, waktu bergulir begitu cepat.Tidak terasa Alea sudah memejamkan matanya, sebab setelah seharian berdiri menemani para tamu-tamu undangan.


Dengan tertidur Alea berharap bisa menenangkan dan meringankan beban yang ada pada dirinya.


Alea tertidur dengan pulas dia lupakan sejenak masalah yang ada di dalam hidupnya.


*****


Keesokan harinya.


Alea mengerjakan matanya dia merasa silau dengan cahaya yang masuk lewat celah-celah jendela, dia perlahan membuka matanya lalu melihat ke sekeliling kamar.


Alea baru menyadari ternyata dirinya berada di kamar hotel, seharusnya malam ini adalah menjadi malam pertama Alea menjadi seorang istri. Tetapi dirinya hanya tidur sendiri di dalam kamar hotel tanpa ditemani oleh sang suami, Alea menyeringai tipis " ternyata menjadi istri kedua itu seperti ini ya "kata Alea di dalam hati.


Alea merenggangkan otot-otot tubuhnya, lalu bangkit perlahan dari atas tempat tidur terus Alea turun lalu berjalan mendekat ke arah jendela dia geser gorden. Alea menatap keindahan kota di pagi hari dari lantai atas hotel.


Setelah puas memandang keindahan kota di pagi hari, Alea berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


setelah cukup lama berada di kamar mandi dengan ritualnya, Alea keluar dengan handuk melilit di tubuhnya.


Dia mengambil pakaian ganti setelah selesai dengan ritual ganti baju, Alea mengemasi barang-barangnya sebab setelah ini dia akan segera pulang ke rumah.


Alea tidak berharap bahwa Rangga akan datang menjemputnya, setelah beberapa saat barang-barang milik Alea sudah rapi dan sudah siap untuk pulang.


Alea berjalan perlahan mendekat ke arah pintu keluar, lalu memutar gagang pintu. Setelah pintu terbuka Alea berjalan perlahan, untuk segera keluar dari hotel.Dia sudah ditunggu oleh kendaraan yang dipesannya.


Setelah beberapa saat Alea sudah berada di tempat parkir, lalu dia masuk ke dalam kendaraan tersebut dan memberi instruksi terhadap pak sopir agar segera melajukan kendaraannya untuk meninggalkan tempat ini.


Setelah berada di dalam kendaraan Alea menatap ke arah luar jendela, dia bingung harus pulang ke rumah Rangga atau pulang ke rumah Bu Riana.

__ADS_1


Jika harus pulang ke rumah Rangga Alea belum siap untuk menerima kenyataan bahwa dia sebagai istri kedua.


Setelah beberapa saat Alea berpikir, akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumah Rangga terlebih dahulu.


Perjalanan yang ditempuh membutuhkan waktu sangat lama, hingga pada akhirnya kendaraan sudah berhenti tepat di depan rumah. Alea langsung turun dari kendaraan tersebut lalu berjalan perlahan untuk segera masuk ke dalam rumah.


Setelah berada di depan pintu masuk, Alea langsung membuka pintu sebab dia sudah tahu bahwa pintu tidak akan dikunci.


Setelah pintu terbuka, Alea langsung melangkahkan kaki untuk segera masuk ke dalam rumah.Setelah berada di ruang tengah Alea bertemu dengan Rangga.


"baru saja aku akan menjemput kamu! "Rangga berkata sambil menatap ke arah Alea.


"Nggak apa-apa kok aku bisa pulang sendiri" jawab Alea sambil pergi berlalu meninggalkan Rangga yang masih berdiri di ruang tengah.


"Maafin aku "kata Rangga sambil menatap punggung Alea yang sudah pergi berlalu meninggalkannya.


Disaat Rangga sedang berdiri mematung di ruang tengah menatap kepergian Alea, Amanda menghampirinya sambil berkata "Samperin ke sana dia kan istri kamu juga" kata Amanda memberi perintah terhadap Rangga.


" Tapi aku belum bisa menerima kenyataan bahwa dia itu istriku "jawab Rangga sambil menatap lekat wajah Amanda, dia tidak ingin melukai perasaan istrinya.


" Terus sekarang aku harus ke kamar Alea? "tanya Rangga terhadap Amanda.


"Ya iyalah, dia kan istri kamu.Minta maaf sana!" perintah Amanda terhadap Rangga.


" Iya "jawab Rangga dengan singkat, sambil berjalan perlahan meninggalkan Amanda yang masih berada di ruang tengah.


Rangga sudah berada di depan pintu kamar Alea, dia mengetuk-ngetuk pintu.Setelah beberapa saat pintu kamar terbuka, terlihat Alea sedang berdiri di depan pintu.


"Boleh aku masuk tanda? "tanya Rangga terhadap Alea.


" Silakan"Alea memberi ruang agar Rangga masuk ke dalam kamarnya.


Setelah berada di dalam kamar, Rangga langsung duduk di sofa yang ada di kamar tersebut.

__ADS_1


"Alea... aku minta maaf "kata Rangga sambil menatap wajah Alea dengan lekat.


"Nggak apa-apa kok"jawab Alea.


Setelah beberapa saat tidak ada pembicaraan di antara keduanya, akhirnya Alea memutuskan untuk berbicara terlebih dahulu.


"Mas... boleh nggak aku tinggal di rumah Mama aja? " ucap Alea terhadap Rangga.


"Kenapa harus tinggal di sana ,kan di sini juga banyak kamar.Kalau kamu tinggal di sana terus Gani ikut kamu dong nanti Amanda sedih jauh dari Gani?"tanya Rangga terhadap Alea.


"Sekarang sudah beda, Mas, aku sekarang statusnya sebagai istri kamu jadi nggak seharusnya istri pertama dan istri kedua tinggal di dalam rumah yang sama walau bagaimanapun pasti akan ada salah satu istri kamu yang merasa tersakiti"kata Alea sambil menatap lekat wajah Rangga.


"Terus bagaimana dengan Gani? apakah kamu akan membawanya juga tinggal di rumah mama?"tanya Rangga lagi soal Gani.


"Kalau Gani dari dulu sudah ku serahkan sama Mbak Amanda, jadi walaupun aku pindah di rumah mama .Gani akan tetap tinggal di sini"jawab Alea dengan nada bicara yang sangat lembut.


"Jika itu sudah menjadi keputusan kamu, aku tidak bisa berkata apapun "kata Rangga.


"Nanti sore aku akan ke rumah mama, jika tidak keberatan kamu boleh mengantarkan aku ke sana.Tetapi jika lagi sibuk nggak apa-apa kok aku bisa pergi sendiri"kata Alea sambil menatap ke arah lain, dia tidak berani untuk menatap wajah Rangga.


"Mau jam berapa berangkatnya?"tanya Rangga terhadap Alea.


"Nanti agak sorean saja, sekarang aku mau merapikan pakaianku dan barang-barang lainnya"kata Alea sambil bangkit dari duduknya, lalu mengambil koper untuk memasukkan barangnya ke dalam koper tersebut.


"Ya sudah, aku panggil Bibi dulu untuk membantu kamu merapikan semuanya biar cepat selesai"kata Rangga sambil bangkit dari duduknya, lalu berjalan perlahan mendekat ke arah pintu keluar.


Setelah Rangga keluar dari kamar, Alea mulai merapikan barang-barangnya yang akan dibawa pindah ke rumah mamah Riana.


Disaat Alia sedang berkemas, tiba-tiba Amanda datang menghampirinya."Yakin kamu mau tinggal di rumah Mama?"tanya Amanda terhadap Alea.


" Aku sudah yakin dan memikirkannya dengan matang, bahwa aku akan tinggal di rumah Mama dan itu juga kan sudah aku bilang dari dulu.Nau menikah dengan Mas Rangga dengan satu syarat yaitu nggak mau tinggal serumah dengan mbak Amanda "jawab Alea dengan nada bicara yang lembut.


"Terus kalau kamu tinggal di rumah Mama, nggak bisa sama Gani dong tiap hari.Nanti kalau dia nyari-nyari kamu bagaimana?"tanya Amanda terhadap Alea.

__ADS_1


"Kan masih bisa datang setiap hari ke rumah ini, untuk bisa bertemu dengan Gani lagipula jarak dari rumah Mama ke sini kan dekat nggak terlalu jauh"jawab Alia sambil tersenyum tipis ke arah Amanda.


Setelah beberapa saat akhirnya Amanda menyerah,dan dia mengizinkan Alea untuk tinggal di rumah mama Riana.


__ADS_2