
"Jeng di sini juga? " tanya seseorang yang berpenampilan sangat glamor.
"Iya, lagi mencari peralatan bayi" jawab Bu Riana dengan sopan.
"Amanda hamil? " tanya orang tersebut.
Seketika raut wajahnya Amanda berubah, rasa lapar yang tadi sudah berniat akan menghabiskan makanan hilang begitu saja.
"Tidak! ini untuk persiapan lahiran Alea" jawab Bu Riana sambil menatap ke arah Alea.
"Dia itu istri ke dua Rangga atau siapa? beruntung sekali dia bisa memberikan keturunan untuk keluarga Wijaya" ucap Wanita itu tanpa merasa bersalah.
"Dia itu anak ke dua saya Namanya Ghia" jawab Bu Riana.
"Owh anak! ko saya cuma tahu anak jeng itu Dea dan Rangga dan ini anak dari suami yang mana?" tanya wanita itu lagi.
Amanda yang mendengar itu semua, ingin rasanya menampol mulut ibu-ibu yang mulut nya pedas melebihi bon cabai level akhirat.
"Maaf Bu, bisa tinggal kan kami tidak! jika pembicaraan nya mengarah ke sanah dan membuat kami tidak nyaman! " kata Amanda dengan nada bicara sedikit penekanan.
"Tidak sopan, mengusir orang yang sudah berbaik hati mengapa" jawab wanita itu sambil menghentikan kaki lalu pergi berlalu meninggalkan meja tersebut.
"Bukan kami yang tidak sopan tapi anda yang sudah bicara kelewat batas" Jawab Amanda, meski wanita itu telah pergi tetapi sudah di pastikan wanita itu masih bisa mendengar nya dengan baik.
"Sudah makan lah makanan nya, sayang jika nggak di makan mubadzir banyak di luar sanah yang kelaparan, nggak baik mengabaikan makanan seperti ini! " kata Bu Riana sambil menatap ke arah Alea dan juga Amanda.
Mood Amanda sudah berubah dia tidak selera lagi untuk makan.
"Ma, tunggu sebentar yah... manda ke toilet sebentar" Amanda meminta ijin terhadap sang ibu mertua.
"Iya, jangan lama-lama kita setelah ini langsung pulang" jawab Bu Riana terhadap Amanda.
"Bi jagain mereka berdua yah! " pesan Amanda terhadap sang pelayanan yang ikut bersama nya.
__ADS_1
Amanda bangkit dari duduk nya, lalu berjalan perlahan untuk segera menuju toilet.
Ingin rasanya dia mencuci wajah bahkan jika ada dia ingin berendam di air es, jengkel marah itu yang di rasakan Amanda pada saat ini setelah mendengar perkataan ibu-ibu yang mulut nya nggak pernah sekolah itu.
Setelah beberapa saat Amanda sudah sampai di toilet, baru dia akan melangkah masuk eh ibu-ibu yang tadi nyinyir baru keluar dari sanah.
Dia menatap tajam Amanda dari atas sampai ke bawah sambil tersenyum mengejek, lalu berkata "Wanita mandul saja masih di pertahankan" kata wanita tersebut sambil menyenggol bahu Amanda lalu pergi berlalu meninggalkan Amanda yang masih mematung.
Setelah tersadar Amanda langsung masuk ke dalam toilet, lalu menyandarkan tubuh nya di balik pintu toilet.Dia berusaha tidak perduli dengan ucapan semua orang,yang berkata dirinya mandul tetapi dia juga hanya wanita biasa. Terkadang mempunyai batas rasa sabar dan tidak perduli terhadap lingkungan sekitar.
Setelah cukup lama Amanda bersandar di balik pintu dan menetralkan perasaan nya, dia langsung menuju wastafel untuk segera membasuh muka. Berharap setelah ini akan terasa dingin, setelah beberapa saat dia langsung keluar dan segera menuju meja di mana Alea dan Ibu mertuanya di sanah.
Terlihat dari kejauhan kedua wanita sedang berbincang di temani sang pelayan di sanah.
Amanda langsung duduk di tempat semula dia duduk.
"Manda, kamu nggak apa-apa kan? " tanya sang Mertua.
"Iya Mbak, keliatan pucat sekali" Alea juga ikut menimpali ucapan Bu Riana.
"Iya, yang waktu itu datang melamar Rangga untuk Laura! " jawab Bu Riana meskipun dia mempunyai masalah dengan kejiwaan tetapi dia masih mampu mengingat beberapa kejadian di masa lalu dengan baik.
"Ko mulutnya seperti nggak masuk sekolah sih Ma! heran ada orang macam itu! " kata Amanda kesal.
"Sudah nggak usah di pikirin omongan dia, memang dia selalu berkata kurang enak di denger setelah di tolak anaknya" Jawab Bu Riana.
"Iya Mbak, nggak penting juga anggap omongan orang macam itu, anggap saja itu hanya angin tornado yang lewat" kata Alea sambil tertawa kecil.
"Angin tornado apaan? " tanya Amanda sambil menatap lekat wajahnya Alea.
"Itu loh Mbak, angin kalau lewat suka menghancurkan rumah dan lingkungan sekitar" jawab Alea santai.
"Owh seperti angin ****** beliung itu yah" kata Amanda.
__ADS_1
"Nah, betul sekali Mbak ku yang cantik dan baik hati anggap saja omongan dia seperti itu, tetapi kita terlalu kuat untuk dia hancurkan" jawab Alea panjang lebar.
"Ada-ada saja bahasamu" kata Amanda sambil menggeleng kan kepala.
"Kalau sudah beres lebih baik kita segera pulang yuk! " ajak Bu Riana.
"Sudah Ma! " jawab Alea dan juga Amanda secara bersamaan.
Setelah beberapa saat para wanita kebahagiaan Rangga, akan segera pulang untuk segera menuju rumah.
Walau bagaimana juga ibu Riana pada saat ini paham betul apa yang di rasakan menantunya, maka dari itu dia mengajak untuk segera pulang.
Mereka berjalan keluar untuk segera menuju tempat parkir, di sanah sudah ada pak sopir yang menunggu mereka.
Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di parkiran, dan pak sopir membuka pintu dan para mempersilahkan para wanita itu untuk segera masuk ke dalam kendaraan.
Setelah semuanya masuk dan berada di dalam kendaraan, pak sopir langsung duduk di belakang kemudi lalu menginjak gas dengan perlahan.
Perjalanan pulang di mulai, mereka yang ada di dalam kendaraan semua sibuk dengan pikiran masing-masing.
Perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan, apalagi bagi wanita hamil seperti Alea. Dia sering banget merasa lelah dan bisa tidur di mana saja, bahkan pada saat ini kesadaran nya sudah mulai berkurang dan tertidur sambil duduk.
"Kebiasaan Alea kalau di dalam perjalanan suka tidur" kata Amanda sambil membetulkan posisi duduk Alea di sangga kepala Alea dengan bantal kecil. Amanda selalu memperhatikan semua nya dan hal sekecil apapun pasti dia pasti tahu, dia juga tidak mau sesuatu hal terjadi dengan Alea.
"Lelah mungkin setelah kita ajak keliling" ucap Bu Riana sambil menatap ke arah Alea yang sudah tertidur.
Perjalanan sudah cukup lama, Akhirnya kendaraan sudah memasuki area pekarangan rumahnya Rangga.
Alea masih tertidur, Bu Riana membangun kan ya"Alea bangun! kita sudah sampai "kata Bu Riana sambil menepuk lembut pipi Alea.
Alea nenggeliat ketika merasakan sentuhan di pipi nya.
" Ayok kita turun! sudah sampai"kata Amanda, dia sudah turun terlebih dahulu.
__ADS_1
Semuanya sudah turun dari kendaraan dan segera masuk ke dalam rumah.
Setelah sampai di dalam mereka pun langsung menuju kamar masing-masing.