MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 25


__ADS_3

Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat, satu tahun telah berlalu. Dan selama itu pula kehidupan Alea baik-baik saja, kedekatan dengan dokter Firman bukan lagi rahasia.


Bahkan Dea yang menaruh hati terhadap dokter Firman, dia belajar iklhas untuk menerima semuanya asal hidup Alea bahagia.


Semua keluarga Wijaya Memperlakukan Alea layaknya anggota keluarga sendiri, padahal di antara mereka tidak ada hubungan darah.


Selama setahun juga Amanda terus melakukan pengobatan, dan itu belum mendapatkan hasil yang di inginkan.


Anak nya Alea juga sudah mulai bisa berjalan, bahkan lebih dekat dengan Amanda dan Rangga. Sebab Alea memberikan lebih banyak waktu untuk Amanda dekat dengan putranya.


Hari ini keluarga Wijaya sedang berkumpul, mereka sedang menikmati hari libur.


Semua berkumpul di ruang keluarga di penuhi dengan canda tawa, hingga pada akhirnya Amanda mengatakan niatnya.


"Semuanya di depan kalian semua aku ingin mengatakan sesuatu! " ucap Amanda menatap suaminya lalu bergantian menatap yang lain.


"Memangnya apa yang akan di katakan? " tanya Bu Riana terhadap sang menanti, dia sudah mulai curiga dengan tingkah nya. Sebab belakangan ini Amanda seperti lebih banyak memberikan ruang terhadap Rangga dengan Alea, terkadang Amanda memberi Alasan yang tidak masuk akal agar Rangga bisa pergi bersama Alea.


"Mas... aku sering bilang sama kamu, untuk menikah lagi dan jawaban nya tetap sama.Hari ini di depan kedua orang tuamu, aku meminta Alea untuk menjadi istri kedua mu! " ucap Amanda sambil menatap Rangga lalu Alea, dengan penuh permohonan sangat berharap bahwa Alea menerima permintaan nya. Begitu juga dengan Alea, dia sangat berharap sekali bahwa Alea menerima lamaran untuk di jadikan istri ke dua dari suaminya.


Bagaikan di timpa bongkahan batu bagi Alea, saat mendengar Amanda meminta untuk menjadi istri kedua Rangga.


Memang Alea mempunyai impian untuk menikah dan menjalin rumah tangga, tetapi bukan seperti ini yang di harap kannya. Apalagi harus menjadi istri kedua, dan dia tidak mau menjadi orang ketiga di antara Amanda dan juga Rangga.

__ADS_1


"Sayang harus berapa kali lagi aku bilang sama kamu, bahwa tidak akan ada pernikahan lagi!, lagipula Alea juga tidak akan setuju dengan semua ini. Dia juga punya pilihan sendiri tanpa harus di jodoh kan dengan cara seperti ini" jawab Rangga dengan penuh penekanan.


"Iya, aku tahu Mas... tapi aku dengan penuh harapan dan ke ikhlasan Alea untuk bisa menerima semua ini! " kata Amanda dengan sorot mata penuh harapan, menatap lekat Alea.


Entah harus menjawab apa Alea, dia tidak ingin semua ini terjadi. Jangan kan sudah terjadi baru mendengar saja istri ke dua, bagi Alea sudah menyakitkan apalagi harus terjadi.


"Manda jangan pernah main-main dengan perkataan mu, sebab semua ini menyangkut banyak orang! bukan hanya kamu tapi Alea, Rangga dan juga keluarga kita. Bagaimana bisa kamu mempunyai permintaan ini, sedangkan ini tidak akan mungkin di lakukan seorang isti melamar wanita lain untuk suaminya! " kata Pak Wijaya sambil menatap lekat wajah Amanda, sebab dia tahu hanya satu alasan Amanda melakukan ini. Padahal ini semua tidak di permasalahkan oleh semuanya, tetap saja Amanda tidak bisa membiarkan semuanya Rangga tidak bisa memiliki keturunan atas dasar dirinya egois.


"Nak... berbagi suami itu tidak mudah dan tidak akan ada wanita lain yang rela membiarkan itu semua, coba kamu pikirkan kembali niat mu untuk melakukan ini! " ucap Bu Riana dengan nada bicara yang sangat lembut, berharap Amanda akan merubah niatnya.


"Aku sudah memikirkan ini semua sejak lama, dan sudah ku pertimbang kan dengan baik dan satu hal yang perlu di ketahuilah semuanya. Aku percaya bahwa Alea akan menjadi istri yang baik untuk Mas Rangga dan juga Mas Rangga bisa berlaku adil pada kedua istrinya" kata Amanda sambil menatap lekat suaminya dengan penuh permohonan.


"Tapi permintaan mu menyakiti Alea" jawab Rangga dengan nada bicara sedikit meninggi.


Alea yang merasa jasa keluarga ini sangat besar baginya tidak akan bisa menolak permintaan Amanda, meski ini sangat menyakitkan baginya harus rela menjadi istri ke dua dari orang yang jelas tidak akan pernah bisa untuk mencintai dirinya.


"Aku terima permintaan, mbak Amanda untuk menjadi istri ke dua Mas Rangga" jawab Alea dengan nada bicara sedikit bergetar.


"Terimakasih Alea, Mas... Alea juga nerima dan kamu juga harus! " ucap Amanda.


"Alea, jangan pernah lakukan ini dengan terpaksa tahu sendiri pernikahan dan istri kedua itu bukan hal yang bisa di permainkan! " kata Pak Wijaya.


"Jangan Alea...bagaimana dengan hubungan mu dengan dokter Firman" Bu Riana juga iku menimpali.

__ADS_1


"Bagaimana bisa aku menolak permintaan dari orang yang telah menyayangi aku seperti ini, bahkan dia orang yang ikhlas menampung orang gila seperti aku.Dengan sabarnya dia merawat ku bahkan dia pernah menggantikan pakaian ku menyisir rambutku, dan semuanya dia lakukan agar aku bisa sembuh.Dan setelah aku sembuh mana bisa hanya satu permintaan darinya aku menolak" jawab Alea sambil bergetar dan cairan bening sudah memenuhi kelopak matanya.


"Tapi kamu bisa melakukan yang lain tanpa harus menikah dengan Kak Rangga" kata Dea, akhirnya dia mengeluarkan suaranya setelah beberapa saat menyimak pembicaraan di antara semuanya.


"Aku ikhlas menerima semua ini tapi setelah menikah nanti, aku mau tinggal di rumah Mama saja" jawab Alea, sambil menatap Amanda dan juga Rangga dengan cara bergantian.Lalu menatap ke arah Bu Riana yang duduk berdampingan dengan nya.


"Kan Mas... Alea juga mau nerima, tinggal kamu yang bilang iya" kata Amanda.


"Terserah kalian saja, pusing jadinya! " jawab Rangga sambil bangkit dari duduk lalu pergi berlalu meninggalkan ruang keluarga.


Setelah kepergian Rangga tinggal lah mereka yang masih berada di ruang keluarga.


"Kamu yakin dengan semua ini! jangan sampai menyesal di kemudian hari" tanya Pak Wijaya sekali lagi.


"Aku sudah yakin Pak... " jawab Amanda dengan penuh keyakinan.


"Mama tidak setuju pokoknya" kata Bu Riana.


"Ka sadar nggak dengan semua yang di ucapkan? " tanya Dea sambil menatap lekat wajah Kakak ipar nya.


"Pokoknya, jangan khawatir aku sudah yakin dengan semua ini dan sadar sepenuhnya! " jawab Amanda sambil tersenyum.


"Ini keputusan kamu, jangan sampai menyesal di kemudian hari atau mengeluh kalau nanti Rangga tidak adil! " kata Bu Riana memperingati Amanda.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyesal dengan semua keputusan ini" jawab Amanda dengan penuh keyakinan.


Setelah pembicaraan cukup lama dan akhirnya Pak Wijaya dan Bu Riana setuju atas apa yang menjadi keputusan Amanda, meskipun dalam hati kecil mereka tidak setuju sebab sudah pasti Alea yang menjadi korban nya.


__ADS_2