
" Apa dia bisa sembuh? "tanya Rangga terhadap dokter Firman.
" Bisa! asalkan dia mendapatkan pengobatan, jika dia di biarkan seperti ini bisa mengakibatkan keguguran juga! "kata dokter Firman.
" Lakukan yang terbaik dok buat kesembuhan nya! kasihan dia harus menderita seperti ini"kata Rangga terhadap dokter Firman.
"Saya akan berusaha semampunya, tapi dorongan dari orang sekitar pun itu sangat penting untuk kesembuhan nya" ucap dokter Firman.
"Kita semua di sini kan orang-orang baru, dia mungkin merasa asing itu makanya dia seperti itu" kata Rangga.
"Nggak seperti itu juga ko Pak! Meskipun kita orang baru tetapi dukungan dan kehadiran kita juga sangat penting untuk kesembuhan nya, dan satu hal lagi jangan biarkan dia sendiri sebab bisa saja sesuatu terjadi saat dia sedang sendirian" kata dokter Firman.
"Nggak ko, saya selalu memerintahkan pelayanan untuk menemani takut terjadi sesuatu hal yang nggak di harapan lagi terjadi" kata Rangga.
"Ini belum terlalu parah masih bisa sembuh dengan cepat,asal dukungan dari kita yang ada di sekitar selalu ada dan obat yang saya resep kan nanti jangan lupa di minum! " pesan dokter Firman.
"Apa nggak bahaya buat janin yang di kandung semua obat itu? " tanya Rangga.
"Nggak masalah! justru yang menjadi masalah untuk kehamilan nya jika nggak segera di tangani dengan cepat keadaan dia pada saat ini stres bisa mengakibatkan keguguran dan janin nggak berkembang dengan baik, bisa saja lahir prematur dan cacat pada saat lahir atau bahkan kekurangan berat badan bayi pada saat lahir" kata dokter Firman.
"Oh begitu ya dok, baik lah jika seperti itu" jawab Rangga.
Setelah beberapa saat pemeriksaan pun telah selesai di lakukan,dokter Bella dan dokter Firman pun akan segera kembali.
Sebab pemeriksaan pun sudah berakhir mungkin dokter Firman akan kembali lagi setelah tiga hari.
"Baiklah sepertinya semua sudah selesai dan kita permisi pulang" kata dokter Firman.
"Terimakasih banyak untuk semuanya, Bell.. maaf banget yah sudah membuat mu repot juga! " kata Rangga.
__ADS_1
"Sama-sama, lagi pula kan aku di bayar datang ke sini juga! mahal lagi bayaran nya" kata dokter Bella sambil tertawa kecil.
"Emang dokter yang satu ini matre nya nggak ketulungan sih" kata Rangga sambil menatap dokter Bella dengan nada mencibir nya.
"Bukan matre tapi kebutuhan, lagi pula kan pendidikan kedokteran itu sangat mahal jadi wajar lah! eh ini hanya berlaku hanya untuk Bapak Rangga sang pengusaha nomor satu yah, bagi yang lain nggak bahkan gratis pun masih bisa berkonsultasi! " kata dokter Bella.
"Ya sudah lah terserah kamu saja, katanya mau pulang! eh nggak usah pulang saja sekalian toh pulang pun nggak ada yang nemenin selain bantal guling" cibir Rangga terhadap dokter Bella, Mereka berdua memang dekat sejak dulu makanya keluarga Rangga mengangkat dia sebagai dokter keluarga.Tetapi entah kenapa wanita itu belum juga menikah, entah terlalu pemilih atau apa yang jelas selama ini dia selalu menjaga jarak dengan pria.
"Mulai deh! " kata dokter Bella sambil mengerucutkan bibirnya.
"Sudah lah, kita segera pulang lagi pula ini sudah malam Alea juga butuh istirahat dan ini resepnya jangan lupa di tebus yah! " kata dokter Firman sambil menyerah kan catatan kecil terhadap Rangga.
"Baiklah" jawab Rangga sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil catatan tersebut dari tangan dokter Firman.
Mereka bertiga pun keluar dari kamar Alea, dokter Bella dan juga Firman akan segera kembali.
"Ada dokter Bella juga? " Sapa Amanda terhadap nya.
"Iya, baru juga mau pamit!" kata dokter Bella.
"Kenapa buru-buru amat sih, kita sudah lama juga nggak bertemu" kata Amanda.
"Nggak enak sama dokter Firman! takutnya dia ingin cepat pulang" jawab dokter Bella.
"Satu mobil bareng dokter Firman? " tanya Amanda.
"Iya, tadi kita langsung ke sini dari Rumah Sakit jadi, lebih baik pakai kendaraan yang sama" jawab dokter Bella.
"Ya sudah kalau begitu hati-hati di jalan lagipula ini sudah malam, dan cuaca di luar pun lagi hujan! " pesan Amanda terhadap kedua dokter yang berada di hadapan nya.
__ADS_1
"Kita permisi dulu" kata dokter dokter Bella, dan dokter Firman secara bersamaan.
Akhirnya mereka berdua pun keluar dari rumah dan Rangga pun mengantar nya sampai ke teras.
Setelah beberapa saat dokter Bella dan dokter Farhan pun sudah masuk ke dalam kendaraan, lalu dengan perlahan kendaraan mereka pun keluar dari pekarangan rumah Rangga.
Setelah kepergian mereka, Rangga pun masuk kembali ke dalam Rumah.
Rangga sudah berada di ruang tengah dan di sanah sudah ada sang istri menunggunya di sanah.
"Mas...makan dulu yuk? " ajak sang istri terhadap Rangga.
Rangga pun mengikuti ajakan istrinya, setelah beberapa saat mereka sudah berada di ruang makan.
Amanda pun mengisi piring suaminya dengan menu makan malam, dan suasana makan malam pun telah berlangsung.
Tidak ada percakapan di antara keduanya selain suara alat makan yang berbunyi.
Makan malam pun telah selesai, dan mereka akan kembali ke kamar dan mengistirahatkan tubuhnya.
Setelah seharian bekerja di luar rumah yang telah menguras pikiran.
"Duluan saja ke kamar! mau ke teras sebentar" kata Rangga terhadap sang istri, setelah makan kebiasaan nya itu harus menghisap rokok terlebih dahulu. Itulah kebiasaan yang belum pernah di hilang kan dari dulu hingga sekarang.
"Iya, tapi jangan lama-lama" kata Amanda.
"Nggak ko paling juga sebentar" Jawab Rangga terhadap sang istri.
"Ya sudah" kata Amanda, dia langsung pergi ke kamar sedang kan Rangga langsung menuju ke teras belakang. Sebab tempat ternyaman bagi Rangga untuk menghisap tembakau nya di sanah, suasana angin malam yang terasa dingin pun mulai menyelimuti.
__ADS_1