MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 12


__ADS_3

Dea terus menatap wajah Alea, dia merasa kasihan melihat nya. Seharusnya di usia Alea yang sekarang masih menikmati masa muda yang sangat indah, bukan menanggung penderitaan seperti ini.


Di saat mereka sedang asik mengobrol, Rangga pun datang dengan senyum penuh kebahagiaan melihat istri dan adik nya, beserta Alea terlihat semakin dekat.


"Lagi pada ngapain? " tanya Rangga sambil mendekat ke arah istrinya, lalu mencium kening sang istri. Rangga pun duduk di samping istri nya.


"Lagi ngobrol santai aja mas.. " jawab Amanda dengan senyum mengembang, dia sambut kedatangan suami dengan penuh senyum.


"Ya sudah lanjut lah, mandi dulu! " kata Rangga sambil bangkit dari duduk nya, dia akan pergi berlalu menuju kamar untuk segera membersihkan tubuhnya setelah seharian berada di luar rumah.


Rangga pun meninggalkan ruang tengah di ikuti sang istri,untuk segera menuju lantai atas.


Rangga dengan berbagai ritualnya, di dalam kamar di bantu oleh sang istri.Setelah cukup lama mereka di dalam kamar, Amanda tidak bekerja dia hanya lah seorang istri yang melayani suami dan keluarga nya. Hal itu membuat dia sangat nyaman berperan sebagai ibu rumah tangga, meskipun ada satu keinginan nya yang belum terpenuhi yaitu menjadi seorang ibu dan misa hamil dan melahirkan.


Padahal bisa saja mereka mengambil dari panti asuhan, tetapi tidak Amanda lakukan dia hanya ingin mengandung dan melahirkan dari rahimnya.


"Mas... bagaimana kalau kita periksa ke dokter lain siapa tahu kali ini berhasil" kata Amanda sambil menatap suaminya dengan penuh permohonan, sebab dia sudah tahu bahwa Rangga pasti akan menolak permintaan nya.


Sebab Rangga sudah tahu bahwa istrinya lah yang nggak subur.Rangga tidak mau Amanda merasa sedih jika mengetahui yang sebenarnya.


"Kan sudah bilang, jangan bahas ini lagi ya... aku tidak mempermasalahkan ini semu, sebentar lagi Alea juga akan melahirkan anggap saja itu rencana Tuhan untuk kita! " kata Rangga sambil mengelus rambut sang istri dengan penuh cinta.


"Tapi kan mas... kita juga harus berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan hasil yang baik! " kata Amanda.


"Sudah ya... jangan bahas ini lagi" kata Rangga sambil menatap lekat wajah istrinya.


"Mas...bagaimana kalau kamu mencari calon istri lagi agar bisa memberikan keturunan untuk mu, kamu juga butuh penerus keluarga ini! " kata Amanda, sambil menatap suaminya penuh harap.


"Ngomong apa sih kamu, makin ngaco saja, sudah lah ayo turun!dokter Firman mungkin sudah datang" ucap Rangga mengajak istrinya untuk segera turun.

__ADS_1


Akhirnya Amanda sudah tidak bisa berkata, dia bangkit dari duduk nya lalu mengikuti langkah suaminya untuk segera turun.


Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di lantai bawah, sudah terlihat di sanah dokter Firman dan dokter Bella juga. Entah mengapa dokter cantik itu selalu bersemangat jika akan datang ke rumah Rangga.


Dari segi karier dan fisik tidak ada celah sedikit pun untuk tidak mencintai wanita itu,entah mengapa wanita itu belum juga memiliki pendamping padahal sudah tidak lagi muda.


Setelah beberapa saat Rangga dan juga Amanda sudah sampai di lantai bawah, mereka tersenyum ramah menyambut dokter Firman dan dokter Bella.


Pemeriksaan Alea pun akan segera di lakukan, di saksikan oleh semuanya yang ada di sanah. dokter Firman pun tersenyum lega ternyata perkembangan Alea sungguh sangat pesat, mengingat kondisi terakhir mereka bertemu sungguh sangat memperihatinkan.


Pertemuan kali ini antara dokter Firman dan Alea sebagai pasien telah selesai, mungkin ini bisa jadi pertemuan terakhir mereka sebagai dokter dan pasien sebab di rumah ini. Sebab dokter Firman menyarankan untuk bertemu dirinya di klinik satu bulan yang akan datang, sekarang kondisi Alea sudah lebih baik tetapi dokter Firman belum bisa menyatakan bahwa Alea sembuh, makanya perlu di pantau beberapa bulan ke depan.


Setelah cukup lama mereka berbicara di ruang tengah dan pemeriksaan pun telah selesai, akhirnya dokter Firman dan dokter Bella berpamitan untuk segera pulang.


*****


Keadaan Bu Riana pun semakin hari semakin membaik, tetapi Rangga belum membiarkan Alea untuk tinggal di sanah dengan alasan keselamatan.


Dea dan Alea pun semakin dekat, Alea sering di ajak keluar bareng. Agar Alea tidak merasa sendiri dan kesepian.


Para kerabat dekat pada datang, Amanda dan Rangga menyiapkan acara ini hanya untuk mendoakan kesehatan keluarga nya, dan semoga Amanda segera hamil. Mereka juga mengundang anak yatim dari panti asuhan yang sering di datangi oleh Amanda.


Alea terlihat lebih terurus dan tubuh nya semakin berisi, perut nya semakin buncit.Bagi orang lain terlihat biasa saja entah kenapa di mata dokter Firman wanita itu sangat cantik malam ini.


Dokter Firman mendekat ke arah Alea yang sedang berbincang dengan bu Riana.


"Hai apa kabar? " tanya dokter Firman basa basi.


Bu Riana yang berada di samping Alea langsung memberikan ruang agar mereka bisa mengobrol.

__ADS_1


"Baik" jawab Alea sambil tersenyum tipis ke arah dokter Firman.


Mereka berdua pun berbincang, tanpa mereka sadari ada yang memperhatikan keduanya dari arah lain.


Dea sejak pertama kali bertemu dengan dokter Firman sudah menaruh hati padanya, tetapi dokter yang sudah tidak lagi muda terlihat bisa saja. Bahkan menganggap Dea itu sebagai adiknya, dia memperlakukan Dea dengan biasa saja.


"Kamu terlihat lebih cantik malam ini" puji dokter Firman terhadap Alea. Hal itu membuat Alea bersemu malu pipinya sudah mulai merona seperti buah tomat yang sudah siap panen.


"Mana ada orang hamil cantik, perut saja seperti ini" jawab Alea sambil mengelus perut dan mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Justru itu yang membuat kamu tambah cantik " kata dokter Firman, Kata-kata nya sungguh membuat hati Alea menghangat.Selama ini tidak pernah ada seorang lelaki yang berkata seperti dokter Firman, entah itu perkataan yang sesungguhnya atau hanya untuk membuat hati Alea senang.


"Eh sampai lupa nawarin makan, makan dulu yah di sanah sudah tersedia tinggal pilih! " kata Alea sambil menunjuk ke arah tempat makanan tersaji.


"Makan nya di temenin kamu ya? " ajak dokter Firman terhadap Alea agar menemani nya makan.


"Tapi aku sudah makan" jawab Alea.


"Nggak masalah, ibu hamil butuh nutrisi yang banyak agar anak nya sehat" ucap dokter Firman sambil menggandeng tangan Alea untuk menuju ke arah tempat makan.


Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di sanah, dokter Firman mempersilahkan Alea untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sanah.


"Tunggu di sini ya, biar aku saja yang mengambil makanan nya! kamu mau makan apa? " tanya dokter Firman.


Hal itu membuat Alea merasa tidak nyaman dengan perlakuan dokter Firman.


"Aku bisa ambil sendiri, jangan repot-repot" tolak Alea.


"Pokoknya kamu duduk di sini, jangan banyak omong! " kata dokter Firman sambil pergi berlalu meninggalkan Alea yang sudah duduk di kursi. dokter Firman memperlakukan nya dengan baik, layak nya seorang suami melayani istrinya yang sedang mengandung.

__ADS_1


__ADS_2