
Waktu bergulir begitu cepat, Alea sudah siap dengan semuanya.
Dia sudah membawa barang-barangnya keluar dari kamar dibantu oleh beberapa pelayan, dan ternyata Rangga sudah menunggunya di ruang tengah.Kali ini Rangga tidak mau mengecewakan Alea kembali, seperti yang di lakukannya tadi malam.
Setelah Amanda memperingatinya beberapa kali, bahwa Alea juga memiliki hak yang sama atas dirinya.
berat rasanya bagi Alea untuk meninggalkan rumah ini, jika bukan karena atas pernikahan dirinya dengan Rangga. sebab setahun tinggal di rumah ini bukan waktu yang singkat, bagi Alea untuk melewati hari-harinya yang sangat berat.Apalagi harus jauh dari Gani sang anak, dan juga Ananda yang sudah dianggapnya sebagai kakak sendiri.
Meskipun berat rasanya, ini harus dilakukan oleh Alea.Mungkin ini jalan terbaik untuk hidupnya yang akan datang.
"Sudah siap untuk berangkat sekarang? "tanya Rangga terhadap Alea.
"tunggu sebentar! mau ke kamar Gani terlebih dahulu sekalian pamit sama Mbak Amanda" kata Alea sambil berjalan perlahan menuju kamar sang anak.
Alea berjalan perlahan menuju kamar Gani, setelah beberapa saat dia sudah berada di depan kamar sang anak. dia langsung memutar gagang pintu lalu melangkahkan kakinya perlahan untuk segera masuk ke dalam kamar.Setelah berada di dalam kamar ternyata sang anak sedang tertidur pulas di atas tempat tidur, di samping sang anak ada Amanda yang sedang memeluk tubuh mungil Gani.
Alea mendekat perlahan ke tempat tidur, dia menatap lekat wajah kedua orang yang sangat dicintainya.Dia tidak berani untuk menyentuh sang anak,sebab takut membangunkannya dari tidur.Dia hanya menatapnya dengan lekat wajah anak tersebut.
setelah cukup lama dia menatap gani dan juga Ananda, dia berjalan keluar kamar lalu menutup kembali pintu tersebut dengan perlahan.Dia tidak mau mengganggu tidur mereka, setelah Alea keluar.
lalu berkata "Ayo mas kita berangkat sekarang! "ajak Alea terhadap Rangga.
Akhirnya Rangga dan Alea keluar dari rumah, langsung menuju kendaraan yang akan mengantarkan mereka ke rumah mama Riana.
Rangga membuka pintu kendaraan tersebut, lalu mempersilahkan Alea untuk masuk. Setelah berada di dalam kendaraan Rangga pun langsung masuk dan duduk di depan kemudi.
__ADS_1
Rangga langsung menyalakan kendaraannya, setelah semuanya siap dia mulai menginjak gas dengan perlahan.Kendaraan melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan area perumahan, Rangga tidak terbiasa mengendarai dengan kecepatan tinggi.Dia selalu menikmati perjalanannya bahwa setiap perjalanan memiliki kesan tersendiri untuk dinikmati.
Selama di dalam perjalanan,diantara mereka tidak ada yang berbicara sepatah kata pun.
Hingga pada akhirnya kendaraan yang mereka tumpangi sudah berada di area perumahan, dan Rangga menghentikan kendaraannya tepat di depan rumah sang Mama.Setelah gerbang dibuka oleh penjaga, Rangga membuka kembali pintu kendaraannya dan mempersilahkan Alea untuk turun.
Mereka berdua sudah turun dari kendaraan tersebut, dan menyuruh pelayan untuk membawa barang-barang mereka masuk ke dalam rumah.
Setelah sampai di dalam rumah mereka disambut oleh Mama, dan menyuruh mereka untuk duduk di ruang keluarga.Dan menyuruh pelayan membawakan minum untuk Rangga dan juga Alea, setelah beberapa saat sang pelayan pun membawa nampan yang berisikan dua cangkir minuman.
Sang pelayan pun meletakkan cangkir tersebut di atas meja, lalu mempersilahkan Rangga dan Alea untuk menikmati minuman tersebut.Dan beberapa makanan ringan yang sudah tersedia.
Setelah cukup lama mereka berada di ruang tengah dan menikmati minum dan makanan, akhirnya Mama Riana mempersilahkan mereka untuk segera menuju kamar yang akan mereka tempati.
Dan pelayan membawa barang-barang milik Alea untuk segera disimpan di kamar yang akan ditempati, Alea berjalan perlahan meninggalkan Rangga dan mama Riana yang masih berada di ruang tengah.
Setelah cukup lama mereka merapikan semuanya, tanpa terasa waktu juga bergulir begitu cepat hingga akhirnya sore pun berganti dengan malam.
Semua pelayan yang membantu Alea sudah keluar dari kamar, tinggallah Alia sendiri dia duduk di atas tempat tidur sambil melihat ke sekeliling kamar.Dia harus terbiasa dengan tempat baru dan kehidupan baru, mungkin ini awal yang baik bagi kehidupannya atau awal penderitaannya.
Di saat Alea sedang melamun dan merenung tiba-tiba pintu kamar terbuka, terlihat dengan jelas seorang lelaki berdiri di ambang pintu.
"Mas, Rangga, silakan masuk!" Alea mempersilahkan sang suami untuk masuk ke dalam kamarnya.
Rangga melangkahkan kakinya dengan perlahan untuk segera masuk ke dalam kamar, setelah berada di dalam kamar dia duduk di samping Alea yang sedang duduk di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Mulai sekarang kita harus terbiasa di tempat yang sama"kata Rangga sambil menatap wajah Alea.
"Jangan pernah lakukan ini dengan keterpaksaan dari orang lain"kata Alea sambil menatap sang suami,masih ada rasa canggung di antara Alea dan juga Rangga.
Alea sangat tahu betul bahwa yang dilakukan Rangga pada saat ini adalah atas dasar paksaan dari Amanda, dia tidak mau Rangga melakukan semuanya dengan keterpaksaan.Biarkan semuanya mengalir seperti air.
"Aku tidak merasa terpaksa dengan semua ini, mungkin ini semua sudah takdir dari sang kuasa bahwa kita harus menjadi sepasang suami istri. "kata Rangga sambil memegang tangan Alea
"Aku harap apa yang di ucapkan kamu itu semuanya benar bukan hanya kebohongan semata "kata Alea lagi.
"Mulai sekarang aku berjanji akan berlaku adil pada kalian berdua"ucap Alan dengan sungguh-sungguh.
Setelah beberapa saat mereka bercakap-cakap, terdengar dari luar pintu diketuk sambil memanggil nama Alea. Alea bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan mendekat ke arah pintu kamar, lalu dia membuka pintu tersebut dan terlihat di sana seorang pelayan sedang berdiri. "Ada apa, Bi?" tanya Alea terhadap pelayan tersebut.
"Kalau sudah selesai dengan semuanya, ditunggu nyonya besar di bawah katanya makan malam sudah siap "kata pelayan tersebut sambil menundukkan pandangannya.
"Tunggu sebentar ya,Bi, kami belum bersih-bersih mungkin sekitar setengah jam lagi kami akan segera turun" jawab Alea dengan nada bicara yang sangat lembut.
Setelah menyampaikan pesan dari nyonya besar, sang pelayan tersebut pun turun kembali ke lantai bawah di mana dia harus memberitahu nyonya besar.
Alea menutup kembali pintu kamarnya, lalu berjalan perlahan mendekat ke arah Rangga yang masih duduk di atas tempat tidur.
"Mas, siapa yang mau mandi terlebih dahulu? Mama sudah menunggunya di bawah untuk makan malam "tanya Alea terhadap sang suami.
"Aku aja dulu,cuma sebentar"Rangga bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan mendekat ke arah kamar mandi.
__ADS_1
Waktu bergulir begitu cepat ritual keduanya sudah selesai, Rangga sudah rapi begitupun dengan Alea mereka akan segera turun ke lantai bawah dan melakukan makan malam bersama keluarga.