
Rangga dan Alea sudah berada di kamarnya, mereka sudah bersiap akan tidur. keduanya sedang duduk di atas tempat tidur, sambil berbincang-bincang sejenak. Alea bercerita kegiatannya siang ini, saat berada di tempatnya mengajar.
dan Rangga juga menceritakan apa saja kegiatannya siang ini pada saat di kantor kedekatan antara mereka sudah mulai terlihat.Yang awalnya berjarak sekarang sudah mulai tidak ada jarak diantara keduanya.
"Apa kamu tidak ingin untuk menemui ibumu? "tanya Rangga terhadap Alea, walau bagaimanapun Alea masih memiliki seorang ibu.Dan tidak sepantasnya dia mengabaikan sang ibu yang telah melahirkannya,meskipun seberapa kecewanya Ibu adalah tetap ibu. Yang harus dihormati dan disayangi oleh anaknya. sebelum menyesali apapun ketika sang Ibu telah pergi untuk selamanya meninggalkan kita.
"aku kangen, tapi rasanya belum ikhlas menerima kenyataan "jawab Alea.
"Jangan seperti itu,nggak baik walau bagaimanapun dia itu adalah mamamu yang telah mengandung dan melahirkan dan membesarkan kamu dengan penuh kasih sayang.Jika dia melakukan kesalahan tidak lepas dia hanyalah seorang manusia biasa yang mempunyai kekurangan "nasehat Rangga terhadap sang istri, walau bagaimanapun dia tidak ingin Alea dendam terhadap sang Ibu.
__ADS_1
"Aku maunya seperti itu,Mas, tapi entah kenapa aku selalu teringat kata-kata Mama saat dia mengusirku dalam keadaan tak berdaya"jawab Alea.
"coba kamu pikir dan kamu bayangkan andai saja pada saat itu Mama tidak mengusir kamu, kamu tidak akan pernah bertemu dengan ku atau keluarga di sini yang sangat menyayangi kamu "kata Rangga sambil menatap lekat wajah Alea, entah kenapa rasa ini selalu muncul di saat dia menatap wajahnya.Dari pertama dia melihat Alea perasaan ini sudah ada, rasa tidak ikhlas ketika ada orang yang menyakitinya.
Tetapi Alea menganggap Rangga sebagai kakak, yang telah menyayanginya seperti adik .Bahkan saat ini dia belum merasakan bahwa dirinya itu sebagai istri Rangga, di dalam hati Alea masih ada cinta untuk dokter Firman.yang beberapa tahun terakhir mengisi hari-harinya, dan memberi warna di dalam hidupnya. Bagi Alea kehadiran dokter Firman adalah semangatnya untuk berjuang hidup sampai berada di titik saat ini.
Dia menerima untuk menikah dengan Rangga, semata-matanya berbalas budi terhadap keluarga Rangga.Yang telah menerimanya dan menyayanginya dengan penuh kasih sayang.Apalagi terhadap Amanda yang rela mengorbankan hari-harinya hanya untuk mengurus Alea yang stress pada saat itu. ini saatnya bagi area membalas Budi terhadap mereka dengan menyetujui permintaannya dengan menjadinya istri kedua dari Rangga meskipun dia tidak menginginkannya.
"jika kamu mau nanti ke sananya aku antar, sekalian bawa Gani juga dia juga"kata Rangga.
__ADS_1
"Tapi itu anak dari suaminya yang b47ingan itu, apa mungkin mama mau menerima Gani"kata Alea dengan pandangan lurus ke depan, jika dia mengingat bahwa ayah Gani itu adalah seseorang yang sangat dibenci oleh Alea, tetapi walau bagaimanapun dia tidak bisa mengingkari bahwa anak itu adalah benih dari Jamin.
"Aku yakin, Mama, itu adalah orang yang baik yang sangat menyayangi kamu.Dia tidak punya siapa-siapa lagi saat ini selain kamu dan Gani, sudah sepantasnya kalian saling menerima dan mengikhlaskan apa yang terjadi di masa lalu "nasehat Rangga terhadap Alea.
"iya, Mas..."jawab Alea.
"ya sudah, ini sudah larut malam kita istirahat yuk, besok pagi kamu pergi ke tempat ngajar lagi kan?"tanya Rangga terhadap sang istri bahwa besok masih pergi ke tempat mengajar atau tidak.
"Masih, tapi kan waktu ngajarnya siang"
__ADS_1
"Ya sudah kita tidur yuk!"ajak Rangga terhadap sang istri, dia merebahkan tubuhnya di samping Alea sambil menarik selimut.Lalu Alea juga mengikuti Rangga mereka tidur dengan pikiran masing-masing dan terlentang menatap ke arah langit-langit kamar.
Akhirnya Rangga dan Alea pun menikmati indahnya malam ,dan mengarungi dunia lewat mimpi-mimpi mereka.