
Satu bulan telah berlalu, usia kandungan Alea semakin membesar dan sudah mendekati masa kelahiran.
Semua orang sudah tidak sabar ingin segera melihat bayi mungil yang akan lahir nanti.
Bu Riana sudah nggak mau tinggal di rumahnya, dia ingin di rumah nya Rangga terus dengan alasan membantu Amanda. Dia juga selalu tidur bersama Alea, di setiap malam dia juga selalu mengelus perut Alea. Dan berkata pada bayi yang masih ada di dalam kandungan, bahwa sang nenek sudah tidak sabar ingin segera melihat mata indah sang cucu lahir ke dunia.
Pagi ini semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga, sebab ini hari libur di mana berkumpul bersama keluarga tanpa gangguan pekerjaan.
Di sela perbincangan mereka tiba-tiba satu kata terlontar dari mulut ibu Riana.
"Mumpung hari libur nanti malam kita makan di luar yuk! " ajak Bu Riana terhadap sang suami dan Rangga.
"Ngapain juga Ma... Alea sudah hamil tua begitu jangan di ajakin keluar mulu" jawab Rangga
"Jangan salah justru di saat hamil tua harus banyak gerak" jawab Bu Riana.
Pak Wijaya yang sudah tahu betul sifat sang istri,sudah pasti merengek terus jika keinginan nya belum di penuhi.
"Iya kita akan makan di luar! bilang sama Bibi nggak usah masak banyak! " jawab Pak Wijaya terhadap sang istri.
"Nah gitu dong, toh kita juga jarang pergi bareng seperti ini " kata Bu Riana dengan senyuman mengembang di wajahnya.
Amanda dan yang lainnya hanya diam, menyimak perbincangan antara suami dan mertua nya.
Waktu bergulir begitu cepat, sekarang jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Mereka semua sudah siap untuk pergi makan malam di luar, begitu juga dengan Alea wanita hamil itu sudah terlihat semakin gendut. Mereka semua memperlakukan Alea dengan baik, beda lagi dengan keluarga yang sudah mengusirnya.
Meskipun Alea di perlakuan dengan baik, dia juga hanyalah manusia biasa yang bisa melupakan sang ibu yang telah melahirkan dirinya. Terkadang dia juga merindukan nya, tetapi apalah daya sang ibu nggak menginginkan dia.
"Ayok berangkat, sudah siap semuanya! " tanya Pak Wijaya terhadap semua yang ada.
"Sudah Pa... " jawab Mereka serempak.
__ADS_1
Keluar bahagia itu berjalan keluar rumah untuk segera menuju kendaraan yang akan mereka tumpangi, Dea ikut bersama Rangga dan juga Amanda. Dan Alea satu kendaraan bersama Pak Wijaya dan Juga Bu Riana.
Kendaraan yang akan mengantarkan mereka sudah keluar dari pekarangan rumah, sekarang sudah berada di jalan raya.
Perjalanan yang sangat menyenangkan dan penuh makna, senyuman kebahagiaan selalu terpancar dari wajah Bu Riana.
Gemerlap malam di terangi lampu-lampu yang menyala di sepanjang jalan menambah keindahan malam, dan di sepanjang jalan juga di penuhi kendaraan dengan berbagai jenis. Sehingga jalanan terlihat sangat indah dari lampu kendaraan yang menyala.
Kendaraan yang mereka tumpangi sudah memasuki area yang mereka tuju,dua kendaraan parkir dengan berdamping.
Mereka semua sudah turun dari kendaraan yang di gunakan masing-masing.
Lalu segera masuk ke dalam gedung yang akan menyediakan makanan yang akan memanjakan perut mereka, Pak Wijaya menggandeng tangan sang istri begitu juga dengan Rangga.
Semuanya berjalan dengan perlahan untuk segera menuju tempat yang sudah di pesan,melewati orang banyak yang sedang menikmati hidangan.
Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di tempat yang sudah tersedia, Rangga duduk berdampingan dengan sang istri.
Begitu juga dengan yang lainnya, sudah menempati tempat yang sudah tersedia.
Setelah cukup lama menunggu, makanan yang di pesan sudah tersaji di meja. Mereka mulai mengambil makanan sesuai dengan pesanan Masing-masing.
Semua orang fokus terhadap makanan masing-masing, dan mereka sangat menikmatinya.
Tanpa mereka sadari ada orang yang memperhatikan Alea, setelah yakin orang bahwa orang yang di lihat nya Alea. Dia buru-buru pergi sebelum Alea menyadari kehadiran nya di tempat ini, dengan langkah cepat dan melihat terus ke arah Alea dia akan keluar dari tempat tersebut.
Tetapi satu hal yang tidak di inginkan,dia menabrak seorang pelayanan yang akan mengantarkan makanan ke salah satu meja yang ada di ujung. Suara dari benda pecah tersebut menyita perhatian orang banyak termasuk keluarga Pak Wijaya dan juga Alea melihat ke arah sumber surara.
Orang tersebut langsung menunduk berusaha untuk menyembunyikan wajahnya, tetapi Alea sudah bisa mengenalinya dengan jelas.
Seketika tubuh Alea gemetar pandangan nya mulai meremang, terlintas di kepala nya saat orang tersebut memperlakukan nya dengan tidak hormat. Dia renggut harta yang paling berharga di dalam diri Alea, seketika Alea berteriak histeris sambil berkata.
__ADS_1
"Jahat kalian semua" ucap Alea sambil menutup kedua telinga dan duduk di lantai sambil menangis.
Seketika Rangga dan juga yang lainnya kaget, mereka saling melempar tatapan aneh apa yang terjadi dengan Alea. Padahal tadi Alea terlihat biasa saja bahkan canda tawa terjadi di antara mereka.
"Kenapa dia? " tanya Bu Riana terhadap Rangga.
"Mana ku tahu, Mama lihat sendiri kan dia tadi baik-baik saja" jawab Rangga.
"Dia seperti itu setelah melihat ke arah sanah" kata Dea sambil menunjuk ke arah pelayanan yang sedang membersihkan benda pecah akibat di tabrak seseorang.
"Apa yang dia lihat? bukan nya hanya nampan terjatuh akibat di tabrak! " jawab Pak Wijaya sambil berfikir keras, sebenarnya apa yang di lihat Alea sehingga bisa terjadi seperti itu.
"Nggak tahu, coba Mas... tenangin! " kata Amanda terhadap Rangga.
Rangga akan menyentuh Alea untuk menenangkan nya, seketika dia langsung teriak.
"Jangan mendekat ke arah ku, kalian semua jahat" kata Alea sambil berteriak.
Rangga mundur kembali dia tidak mau Alea semakin histeris ketakutan.
Setelah beberapa saat Alea menangis histeris dan menjadi pusat perhatian semua pengunjung, Amanda berusaha untuk mendekat ke arah Alea.
Dia berkata dengan nada lembut nya, Alea sudah mulai sedikit tenang tetapi tatapan matanya masih seperti orang ketakutan.
Setelah beberapa saat Alea jatuh pingsan, melihat Alea seperti itu seketika Rangga reflek.
Dengan gerakan cepat Rangga langsung menggendong Alea, untuk segera menuju ke mobil dan di ikuti Amanda.
Setelah sampai di dalam mobil, Amanda langsung mengolah hidung Alea dengan minyak angin. Tetapi tidak ada respon dari Alea, hal ini membuat Rangga dan juga Amanda sangat khawatir.
"Mas... langsung bawa ke Rumah sakit saja! " kata Amanda terhadap sang suami.
__ADS_1
Dengan gerakan cepat Rangga langsung menyalakan mesin kendaraan, lalu menginjak gas.
Kendaraan yang di kemudikan Rangga melesat membelah keramaian jalan di malam ini.