
Hari ini Amanda akan periksa ke dokter lain, dia berharap akan mendapatkan hasil yang baik. Sepanjang perjalanan dia terus melamun,dan memikirkan hal yang belum tentu terjadi dan kemungkinan terburuk yang akan menimpa dirinya.
Hari ini Amanda pergi bersama sopir yang biasanya pergi sendiri, dia memutuskan untuk tidak pergi sendiri.
Amanda sudaha sampai di depan klinik kesehatan, dia langsung bergegas masuk sebab sudah di tunggu oleh dokter yang memiliki janji dengan nya.
Dengan penuh semangat dan harapan yang sangat tinggi, Amanda melangkahkan kaki untuk segera masuk ke dalam ruangan.
Setelah beberapa saat Amanda sudah sampai di depan ruangan dokter yang sudah janji dengan nya.
Amanda mengetuk pintu, lalu di persilahkan untuk masuk dia langsung melangkah dengan perlahan untuk masuk ke dalam ruangan.
Setelah sampai di dalam, Amanda di persilahkan untuk duduk di salah satu kursi yang tersedia di sanah.
Setelah beberapa saat, doker bertanya terhadap Amanda"Apa sebelum nya sudah di periksa "tanya dokter wanita itu.
" Sudah, tapi katanya tidak ada masalah.. yang membuat saya heran jika tidak ada masalah kenapa saya tak kunjung hamil"Amanda menceritakan semuanya terhadap dokter itu.
"Seharusnya ibu datang bersama suami, jadi bisa di periksa keduanya siap yang subur dan nggak nya" kata dokter itu.
"Suami saya terus menolak nya jika di ajak periksa, terakhir kami periksa pas di nyatakan suami saya mandul tapi saya tidak percaya akan hal itu. Setelah itu dia selalu menolak jika membahas soal kehamilan" jawab Amanda.
"Baiklah, kita coba periksa dulu rahim ibu apakah baik atau bagaimana" kata dokter itu, sambil mempersilahkan Amanda untuk segera naik ke atas tempat pemeriksaan.
Amanda mengikuti perintah dari dokter tersebut, lalu di periksa nya.
Setelah beberapa saat di periksa, dokter itu bertanya.
"Kalau lagi datang bulan suka sakit? "
"Akhir-akhir ini sakit nya lebih dari yang sering di rasakan" jawab Amanda.
__ADS_1
"Coba kita periksa lebih lanjut ya, untuk memastikan lebih lanjut" kata dokter wanita itu dengan lembut.
Setelah pemeriksaan cukup lama,hampir seharian Amanda berada di klinik ini untuk pemeriksaan selanjutnya dan memastikan,benar atau salah dugaan nya.Dan pemeriksaan jenis kista nya apakah ganas atau tidak.Hasil nya akan segera keluar setelah menunggu beberapa jam, Amanda setia menunggu hasilnya.Dia belum merasakan tenang jika hasil belum di ketahuilah.
Hasilnya sudah berada di tangan Amanda, dan dokter menjelaskan dengan detail tetang penyakit yang di derita Amanda.
"Sepertinya di ibu mengidap kista di ovarium ukuran nya sudah 5cm,ini harus segera melakukan tindakan operasi atau suntik obat androlin satu kali setiap bulan dan itu di lakukan selama tiga bulan, jika ukuran nya sudah seperti ini beresiko mengganggu kesuburan ,bahkan juga memicu pendarahan ****** abnormal dan beragam komplikasi kehamilan" kata dokter wanita itu, memberi penjelasan panjang lebar terhadap Amanda
Amanda tidak menjawab apapun, dia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Sungguh tidak percaya dia akan mengalami hal ini,harapan nya untuk hamil pun sangat tipis.
"Apa ibu siap untuk melakukan operasi? " tanya dokter wanita itu sambil menatap lekat Wajah nya Amanda.
"Jika harus di angkat berati saya sudah tidak ada harapan untuk hamil? " tanya Amanda lagi.
"Ovarium yang akan di angkat hanya satu yaitu bagian kanan,dan seorang perempuan masih bisa hamil dengan satu ovarium asalkan mengikuti saran dokter.Untuk tetap berprilaku hidup sehat" jawab dengan berbagai penjelasan nya
"Kalau melakukan suntik seperti yang tadi di katakan dokter apa saya juga masih bisa hamil? " tanya Amanda lagi.
"Apa ada refek samping nya dari obat ini? " tanya Amanda lagi.
"Bagi yang mempunyai kondisi tubuh sensitif, bisa merasakan mual panas dan lain sebagainya" jawab dokter lagi.
"Maksud saya bukan itu dok! apakah saya ada kemungkinan untuk hamil setelah melakukan suntik endrolin" tanya Amanda lagi.
"Masih ada kemungkinan untuk bisa hamil bu" kata dokter sambil menatap lekat Wajah Amanda.
"Saya harus bicara dulu terhadap suami saya, apa yang di lakukan nantinya tidak bisa memutuskan sekarang" kata Amanda dengan nada bicara putus asa.
"Ibu harus punya keyakinan bahwa bisa hamil, sebab kuasa Tuhan itu tidak ada yang tahu" nasehat dokter tersebut.
"Terimakasih banyak dokter, kalau begitu saya permisi dulu" kata Amanda berpamitan, dengan langkah gontai nya dia keluar dari ruangan dokter.
__ADS_1
Dia terus berjalan keluar dari klinik hinga sampai di depan dia berpapasan dengan pedang keliling yang menjual permainan anak.
Amanda terus melihat ke arah pedang tersebut, lalu sang pedang tersebut berkata "Sayang anak bu! permainan nya murah-murah tapi aman untuk di gunakan anak" kata pedang itu.
"Tapi saya belum bisa punya anak, andai saja saya punya pasti saya beli permainan nya" jawab Amanda yang sudah tidak kuasa menahan cairan bening yang keluar dari ujung matanya.
"Maaf Bu, kalau begitu tidak bermaksud apapun" kata pedang tersebut sambil pergi meninggalkan Amanda.
Setelah pedang itu pergi Amanda mengusap cairan bening yang keluar dari ujung matanya, setelah itu pergi ke tempat parkir di mana dia sudah di tunggu pak sopir.
Setelah beberapa saat Amanda sudah sampai di parkiran, dan dia langsung masuk ke dalam kendaraan tersebut.
"Langsung pulang Pak! " perintah Amanda terhadap pak sopir.
Perjalanan pulang sedang berjalan, saat tadi pagi Amanda berangkat dengan harapan yang sangat besar atas hasil yang di dapat.
Dia harus pulang dengan membawa kenyataan pahit yang harus di terimanya, cairan bening tidak bisa di ajak kerjasama terus mengalir dari ujung mata.
Pak sopir terus memperhatikan Amanda lewat kaca spion, hingga pada akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya.
"Apa ibu baik-baik saja" tanya Pak sopir terhadap Amanda, yang sejak tadi di perhatian keadaan nya seperti itu.
"Saya tidak apa-apa pak! " jawab Amanda.
Setelah cukup lama di perjalanan, dan selama dalam perjalanan Amanda terus melamun. Hingga pada akhirnya kendaraan yang membawanya sudah berhenti di depan rumah.
Amanda langsung turun dan buru-buru masuk ke dalam rumah, setelah sampai di dalam rumah sudah di sambut oleh ibu mertua kedatangan nya.
"Baru pulang" tanya Bu Riana terhadap Amanda.
"Iya, Ma... ada beberapa urusan yang harus di selesai kan hari ini juga" jawab Amanda sambil tersenyum tipis, dia berusaha untuk menyembunyikan kesedihan nya di hadapan semua orang.
__ADS_1
Dia tidak mau membebani semua orang dengan apa yang terjadi dengan dirinya.