MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 36


__ADS_3

Rangga sudah berangkat ke kantor, begitu juga dengan Alea. Dia akan pergi mengajar tetapi mampir dulu ke rumah nya Amanda, Alea sudah berada di depan rumah.


Dia tersenyum tipis menatap rumah tersebut, lalu berjalan perlahan untuk segera menuju pintu masuk.


Alea mengetuk pintu, setelah beberapa saat pintu sudah terbuka,dengan jelas Amanda yang membuka pintu bersama Gani sang anak tercinta.


Amanda menyambut Alea dengan senyum kebahagiaan, setelah itu Amanda langsung mengajak Alea untuk segera masuk ke dalam rumah.Setelah berada di dalam Alea duduk di atas apa yang berada di ruang keluarga dia mengajak bermain Gani, Gani terus berada di pangkuannya dia enggan untuk beranjak dari pangkuan Alea.Entah kenapa dia tidak seperti biasanya anak ini selalu menempel pada Alea, biasanya juga tidak pernah.


"Mbak,bagaimana Gani tadi malam apakah dia rewel? "tanya Alea terhadap Amanda sambil terus memperhatikan sang anak yang terus menempel.


"Seperti biasa, dia kan kalau mau tidur mesti dikelonin dulu.Tapi entah kenapa dia seperti mencari-cari sesuatu "jawab Amanda sambil mengelus pipi Gani, yang berada di pangkuan.


"Tapi dia nggak rewel kan, "kata Alea.


" Kalau rewel sih enggak, hanya saja tadi malam tidurnya larut tidak seperti biasanya "jawab Amanda.


Amanda mengajak Alea untuk sarapan bersama, sebab dirinya belum melakukan sarapan.Dari pagi dia terus bermain bersama Gani, yang tidak mau bermain bersama pengasuhnya.


"Yuk kita sarapan dulu!" ajak Amanda terhadap Alea.

__ADS_1


"Mbak, saja aku sudah sarapan biar Gani aku yang menjaga" jawab Alea mempersilakan Amanda untuk sarapan.


Setelah mendengar Alea berbicara seperti itu, Amanda berjalan perlahan meninggalkan Gani dan juga Alea yang sedang bermain di ruang tengah.


Ibu dan anak itu asyik bermain bersama, sesekali Gani tertawa di saat Alea melakukan sesuatu yang menurutnya itu sangat lucu.


Gandhi merasa sangat bahagia di saat bersama dengan Alea, begitupun dengan Alea meskipun baru meninggalkan sang anak satu malam.Tetapi rasanya sudah setahun, ternyata meninggalkan anak bersama orang lain tidak semudah yang dibayangkan Alea .Meskipun dalam jarak dekat dan bersama orang yang sangat mencintainya, tetapi tidak mengurangi rasa sayang seorang ibu terhadap anaknya.


Ternyata Alea tidak bisa jauh dari Gani dalam waktu yang cukup lama.


setelah beberapa saat akhirnya Amanda sudah kembali dari dapur, dia membawa piring yang berisikan cemilan dan minuman yang akan mereka nikmati bersama.Sambil bermain bersama anak mereka yang sangat dicintainya.


Setelah Gani berada di dalam kamar, Alea kembali ke ruang tengah dan berkata terhadap Amanda.Bahwa dirinya akan segera berangkat ke tempat di mana dia mengajar.


"Mbak,aku pamit dulu ya ke tempat mengajar,soalnya jarak dari sini lumayan jauh"pamit Alea terhadap Amanda.


"Kamu berangkat ke sana diantar sopir kan? "tanya Amanda terhadap Alea.


"Iya, pak sopir sudah menunggu di depan" jawab Alea sambil tersenyum tipis ke arah Amanda

__ADS_1


Setelah berpamitan terhadap Amanda, akhirnya Alea pergi berjalan perlahan keluar dari rumah.Untuk segera menuju kendaraannya yang sudah terparkir di depan rumah, dia akan segera berangkat bersama pak sopir yang sudah menunggunya sejak tadi di halaman rumah.


Alea sudah berada di dalam kendaraan, lalu kendaraan melaju dengan kecepatan sedang. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama,akhirnya kendaraan tersebut sudah sampai di tempat tujuan.


Dikarenakan kendaraan tidak bisa masuk ke dalam di mana Alea mengajar, akhirnya Alea turun di pinggir jalan lalu berjalan kaki menuju tempat dia mengajar.Dan mempersilahkan pak sopir untuk pulang terlebih dahulu, sebab dia akan pulang dijemput oleh sang suami.


Alya berjalan kaki dengan perlahan menuju tempat dia mengajar, setelah beberapa saat sudah terlihat anak-anak menunggunya di sana.Alea mengucap salam, dan anak-anak tersebut menyambutnya dengan penuh kegembiraan.


Alea merasa bahagia saat bersama mereka, dia melihat wajah anak-anak yang tidak berdosa itu dengan penuh kegembiraan. Meskipun hidup mereka serba kekurangan dan berada di dalam keterbatasan, mereka tidak pernah mengeluh dengan keadaan mereka pada saat ini.Akhirnya Alea meragap dirinya sendiri,bahwa dia merasa selama ini tidak bersyukur dengan apa yang dimilikinya pada saat ini.


Dikelilingi orang-orang tercinta, dan hidup dalam kemewahan.Ternyata dirinya lebih beruntung dibandingkan anak-anak yang berada di tempat ini, dia tersenyum tipis sambil menatap wajah anak-anak yang berada di hadapannya yang sudah duduk dengan rapi.


Setelah cukup lama kegiatan belajar mengajar pun sudah selesai, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 sore. ini sudah saatnya bagi mereka untuk mengakhiri kegiatan belajarnya.


Tidak terasa saking asyiknya mereka belajar sehingga lupa waktu, akhirnya mereka berdoa sebelum pulang.Memberi salam kepada Alea bawa pelajaran hari ini telah.


"Terima kasih anak-anak,untuk hari ini kalian sangat luar biasa" kata Amanda sambil mengacungkan dua jempolnya terhadap semua anak-anak yang sudah hadir di kelas.


"Sama-sama,Bu guru" jawab anak-anak dengan serempak.

__ADS_1


Akhirnya semua anak sudah keluar dari kelas, tinggallah Alea yang masih berada di dalam kelas.Setelah anak-anak semuanya pulang dia berkemas dan akan segera pulang.


__ADS_2