MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 17


__ADS_3

Dengan gerakan cepat Rangga langsung menyalakan mesin kendaraan, lalu menginjak gas.


Kendaraan yang di kemudikan Rangga melesat membelah keramaian jalan di malam ini.


Setelah beberapa saat kendaraan yang mereka tumpangi sudah sampai di rumah sakit, kebetulan rumah sakit tempat dokter Firman praktek dekat dengan tempat mereka makan malam.


Saat ini mobil sudah terparkir di depan Unit gawat darurat, Rangga langsung membuka pintu lalu menggendong Alea untuk segera di bawa masuk.


Setelah di baringkan di atas brankar,dokter dan beberapa perawat langsung memeriksa keadaan Alea.


Rangga sudah menghubungi dokter Firman bahwa Alea histeris lagi, setelah beberapa saat dokter Firman sudah sampai.


Alea sudah di periksa dokter yang sedang berjaga di UGD, dokter Firman bertanya kepada dokter yang memeriksa Alea.


Hasil yang dari pemeriksaan yang di dapat, dengan terpaksa Alea harus segera di operasi agar bisa selamat ibu dan anaknya.


Meski usia kandungan baru masuk bulan ke delapan, tetapi tidak ada pilihan lain selain melakukan ini.


Dokter Firman konfirmasi dengan Rangga, sebab dia yang bertanggung jawab atas semua nya.


Semua keputusan juga di tangan Rangga, Amanda yang menyaksikan itu tidak tenang. Rasa takut terjadi sesuatu terhadap Alea menghantui dirinya.


Keputusan sudah di dapat bahwa Alea akan segera melakukan operasi, Setelah beberapa saat dan persiapan sudah cukup.


Alea segera di bawa keruang operasi untuk segera di lakukan tindakan, Amanda dan Rangga menunggu di luar saat operasi sedang berlangsung.


"Mas...bagaimana kalau terjadi sesuatu sama Alea" kata Amanda sambil memegang kuat tangan suaminya, dengan raut wajah di penuhi ke khawatiran.


"Kita berdoa saja, semoga ada keajaiban untuk Alea dan bayinya" jawab Rangga menguatkan sang istri.


Amanda tidak menjawab apapun, dia terus berdoa untuk keselamatan Alea.


Di dalam ruangan operasi sedang berjalan melakukan tindakan, untuk menyelamatkan Alea dan juga bayinya.


Kerja keras dokter ahli bedah dan juga team sangat hati-hati saat melakukan operasi tersebut, dokter Firman mengawal jalan nya operasi tersebut.

__ADS_1


Dia tidak pernah berfikir sebelum nya, bahwa Alea akan kembali histeris dan membahayakan nyawa dan bayi yang di kandung.


Dia terus menatap wajah gadis malang, dia merasakan sesak di dada saat melihat wajah pucat Alea. Entah apa yang terjadi dengan dokter Firman, rasa tidak rela melihat Alea merasakan sakit.


Jika saja dia bisa menggantikan posisi Alea maka sudah di lakukan nya, biar dia saja yang merasakan hal ini semua.


Setelah cukup lama, operasi berjalan dengan lancar. Bayi yang di lahir kan Alea berjenis kelamin laki-laki.


Dokter Firman menatap lekat bayi tersebut yang sudah berada di dalam inkubator, sebab bayi yang di lahir kan prematur akibat kurang bulan.Bayi yang tidak berdosa telah lahir ke dunia, akibat bejat nya ayah tiri. Alea harus menanggung penderitaan seperti ini, untung saja Rangga dan keluarga nya bisa membawa Alea ke arah yang lebih baik.


Setelah semuanya selesai Alea akan segera di pindahkan ke ruang perawatan,dokter Firman tidak beranjak sedikit pun dari sisi Alea.


Alea juga belum sadarkan diri, dia masih di bawah pengaruh obat bius akibat operasi yang telah di lakukan.


*****


Di luar ruangan


Seluruh anggota keluarga Wijaya telah menunggu kabar baik dari Alea, selama menunggu Alea di operasi.


"Ma... ini sudah larut malam,lebih baik terlebih dahulu. Lagipula Alea baik-baik saja, besok Mama baru kembali ke sini untuk mengunjungi Alea kembali sekalian bawa peralatan bayi dan juga Alea" kata Alan terhadap sang Mama, dia juga sangat menghawatirkan keadaan sang Mama.


"Iya, Ma.. pulang dulu yah, ajak Dea juga! " Amanda ikut menimpali perkataan sang suami.


"Ayok,kita pulang! kesehatan Mama juga penting, Alea sudah ada dokter yang menanganinya jadi serahkan saja sama, mereka" kata Pak Wijaya membujuk sang istri.


"Tapi, Pak" Jawab Bu Riana, dia tidak ingin meninggalkan Alea di rumah sakit. Meski sudah ada Rangga dan juga Amanda, tetap saja dia merasa tidak percaya dengan semuanya jika dia tidak bersama mereka.


"Percaya sama, Rangga Ma...Alea akan baik-baik saja" kata Rangga sambil menatap lekat wajah sang Mama.


Setelah di bujuk oleh semu orang, akhirnya Bu Riana mengikuti perintah dari semuanya. Dia bangkit dari duduknya di ikuti oleh Dea, sebab Pak Wijaya telah keluar terlebih dahulu.


Setelah Bu Riana dan Dea keluar dari ruang tunggu, tinggallah Rangga dan juga Amanda yang masih duduk di kursi yang tersedia. Mereka belum di persilahkan untuk masuk untuk menemui Alea, sebab dia belum di pindahkan ke ruang perawatan.


Beberapa saat suami istri itu diam, mereka larut dalam pikiran masing-masing.

__ADS_1


Setelah cukup lama mereka saling diam akhirnya Rangga membuka suara terlebih dahulu.


"Jika lelah tiduran di sini" kata Rangga sambil menepuk pahanya, dia paham betul bahwa sang istri merasa lelah. Entah apa yang terjadi juga dengan Amanda akhir-akhir ini sering banget merasakan lelah, dan sakit di bagian perut.


"Nggak usah Mas... cuma masih kepikiran keadaan Alea! " jawab Amanda.


"Tadi perawat sudah bilang kan! Alea selamat dan bayinya juga" jawab Rangga.


"Kenapa lama sekali di pindah ke ruangan nya! nggak tenang jika belum melihat langsung keadaan nya" kata Amanda sambil menatap lekat wajah sang suami.


Setelah cukup lama Rangga dan Amanda menunggu, hingga Amanda tertidur di atas kursi tunggu dengan beralas kan paha sang suami.


Mereka sudah di persilahkan untuk menemui Alea, Rangga membangunkan sang istri.


"Sayang... bangun, kita temui Alea sekarang dia sudah pindah ke ruang perawatan! " ajak Rangga terhadap sang istri.


Amanda mengerjapkan mata lalu bangkit dan duduk, dia menetralkan perasaan nya. Setelah beberapa saat akhirnya Rangga dan juga Amanda segera menuju ruangan yang di tempati Alea.


Setelah beberapa saat mereka melewati lorong-lorong dan akhirnya sampai di depan pintu kamar yang di tempati Alea.


Sebuah kamar VIP sesuai dengan permintaan Rangga, kamar terbaik yang ada di rumah sakit ini.


Rangga membuka pintu dengan perlahan, pintu ruangan sudah terbuka.


Terlihat Alea masih terbaring dan belum sadarkan diri, ada dokter Firman yang terus berada di samping Alea.


Dokter Firman melihat ke arah sumber suara, ternyata yang datang Rangga dan Amanda.


Rangga dan Amanda melangkah perlahan mendekat ke arah Alea.


"Bagaimana keadaan nya? " tanya Rangga soal keadaan Alea.


"Dia baik-baik saja, cuma masih di bawah pengaruh obat bius" jawab dokter Firman sambil bangkit dari duduknya, dia memberikan ruang terhadap Amanda dan juga Rangga untuk berada di dekat Alea.


Dokter Firman pamit keluar dari ruangan Alea setelah Rangga dan Amanda berada di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2