MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 47


__ADS_3

Dua tahun setelah kejadian itu,Alea dan Rangga semakin terlihat saling menyayangi. Dan mereka membesarkan kedua anak nya tanpa bantuan dari babysitter, sebab itu kemauan dari Alea ia ingin membesarkan kedua putrinya dengan tangan sendiri dan penuh kasih sayang. Alea juga tidak mau di ajak pindah ke rumah lama, ia lebih memilih tinggal bersama mertua nya apalagi saat tahu Dea pergi dengan alasan pendidikan. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, Dea mau jujur terhadap Rangga bahwa dia sedang mengandung anak dari laki-laki yang tidak mencintai nya, bahkan dengan terang-terangan laki-laki itu menyuruh Dea untuk menggugurkan kandungan. Dea sudah bulat dengan tekadnya bawa akan mempertahankan anak itu, sebab ini bukan salah janin yang ada di kandungan nya. Semua ini murni dari kesalahan nya, yang tidak bisa menjaga diri dari orang itu.


Setelah Dea melahirkan, Rangga meminta nya untuk kembali ke negara asal di mana mereka tinggal. Sang Mama juga ikhlas menerima apa yang terjadi dengan Dea, bahkan tidak sedikit juga para tetangga dan temannya yang mencibir atas apa yang terjadi dengan Dea. Tetapi Bu Riana lebih memilih mengabaikan semua itu dan belajar menutup telinga dari semua omongan semuanya. Sekarang keluarga mereka lebih terlihat bahagia, apalagi sekarang rumahnya ada tiga anak kecil yang menjadikan rumah semakin ramai dan hangat.


Dea juga sudah bisa menerima kenyataan dan meyakinkan hatinya, dan ikhlas dengan apa yang terjadi di hidupnya. Dan mengambil hikmah dari semua yang terjadi di hidupnya, dengan musibah ini Dea jadi tahu mana orang yang benar menyayanginya dan mana saja yang hanya berteman di saat senang. Dan ternyata hanya keluarga yang ada di saat kita susah dan terpuruk dengan keadaan.


Pagi ini keluarga mereka terlihat sangat bahagia apalagi di lengkapi dengan anak kecil yang sedang bermain, di antara ketiga anak kecil itu yang paling cengeng anak nya Dea padahal laki-laki.


"Sayang makannya usil nya di kurangin yah,tuh adik nya nangis kan" kata Alea terhadap anaknya yang datang tiba-tiba dan merebut mainan dari anaknya Dea.


"Dasarnya aja dia yang cengeng" sahut Dea.

__ADS_1


Akhirnya Alea menenangkan keponakannya yang menangis akibat ulah anaknya yang ke lewat iseng, setelah beberapa saat keadaan sudah kembali normal dan anak kecil itu sudah bermain kembali seperti semula.


Rangga dan anggota keluarga yang lainnya mereka sedang duduk di ruang keluarga, kebetulan ini hari libur jadi semuanya berkumpul. Sang ayah sudah tidak lagi muda, sudah memasuki masa pensiun jadi lebih banyak di rumah bersama cucu dan istri. Menghabiskan sisa usia bersama orang-orang terkasih.


Alea juga sudah memaafkan sang Mama dan ayah tirinya sudah mendapatkan ganjaran atas apa yang telah di perbuatannya.


Kebahagiaan mereka semakin lengkap.


Rangga yang melihat istrinya tidak mau diam akhirnya dia buka suara.


"Bunda kapan sih kamu itu duduk di samping Ayah" kata Rangga sambil mengerucutkan bibirnya dan menatap lekat wajah sang istri yang selalu sibuk dengan anak-anak.

__ADS_1


"Waduh Ayah cemburu sama kalian" kata Alea sambil tertawa kecil bersama kedua anak dan keponakan nya.


"Bunda pergi sana, nanti Ayah nangis" kata Marwah,dengan nada bicara khas anak kecil.


Marwah nama putri sulung Rangga bersama Amanda sedangkan Safa nama anak dari Alea. Tetapi Alea tidak membedakan dua putri yang lahir di rahim yang berbeda.


Akhirnya Alea bangkit dan berjalan perlahan segera menuju sofa di mana sang suami sedang duduk.


TERIMAKASIH SEMUANYA YANG SUDAH SETIA MENGIKUTI CERITA RECEH KU.


UNTUK DEA DAN JUGA DOKTER FIRMAN KITA LANJUT DI NEXT NOVEL YA. 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2