MENDUNG DI ATAS LUKA

MENDUNG DI ATAS LUKA
Part 14


__ADS_3

Keesokan harinya.


Keluarga ini beraktifitas seperti biasa, meskipun sudah terlihat pulih dan seperti biasanya.


Alea masih harus tetap mengonsumsi obat anti depresi sebab Alea juga belum di nyatakan sembuh


Dokter Firman juga berpesan agar terus menjaga emosi dia Agar tidak memicu nya untuk mengingat kembali hal yang membuat dia stres.


Amanda selalu mengingatkan Alea untuk tidak telat minum obat dan makan yang sesuai dengan kebutuhan gizi ibu hamil, Amanda sudah seperti ibu kandung yang sangat menghawatirkan keselamatan anaknya.


Rutinitas pagi juga seperti sarapan dan lain sebagainya, keluarga ini lakukan dengan penuh canda tawa.


Meski Dea tidak bahagia seperti yang lain, sebab dia masih terpikir kejadian tadi malam ketika melihat Alea dan dokter Firman terlihat begitu dekat.


Dia berusaha untuk menepis rasa itu agar tidak semakin terluka, tetapi semakin kerasa dia berusaha untuk tidak mengingat semua yang berhubungan dengan dokter Firman, semakin pusing jadinya.


Dia juga tidak bisa memaksakan kehendak siapapun untuk bisa bersama dirinya, mungkin dia sangat beruntung bisa di lahir kan dari keluarga kaya raya dan tidak kekurangan apapun. Tetapi tidak dengan percintaan nya, baru saja dia berharap terhadap seorang lelaki dan ternyata kenyataan pahit harus di terima.


Orang tersebut lebih memperhatikan orang lain di banding dirinya yang sudah jelas mencintai dia.


Ternyata tidak semua yang kita inginkan harus menjadi milik kita,Alea mungkin di lahir kan dari keluarga yang kurang begitu perhatian terhadap dia tetapi keberuntungan datang untuk nya lewat keluarga baru bahkan dokter Firman juga sangat perhatian.


Setelah cukup lama Dea terus berfikir dan menghilangkan rasa yang ada pada dirinya.


Hari ini Dea berencana akan pergi keluar untuk bertemu teman-temanya di kampus.


Dea sudah bersiap akan pergi keluar dan sudah rapih, di ruang tengah sang ibu dan kakak ipar dan juga Alea sedang berada di sanah.


Rangga dan juga pak Wijaya sudah berangkat ke kantor sejak pagi.


"Ma, Kak! Dea pergi dulu mau ketemu teman-teman" pamit Dea terhadap sang Mama dan juga kakak nya.

__ADS_1


"Mau naik apa ke sanah nya? masih di bengkel kan mobil nya? " tanya Amanda terhadap Dea.


"Naik taxi saja" Jawab Dea.


"Pake mobil kakak saja, lagi pula nggak di pake juga! " kata Amanda dia mempersilahkan mobil nya di pake Dea.


"Nggak usah Kak! sekalian mau ambil mobil juga, makannya naik taxi" Jawab Dea sambil tersenyum ke arah sang Mama dan juga Kakak ipar nya, dan juga Alea yang duduk di samping Amanda.


"Ya sudah hati-hati di jalan" Amanda berpesan, sebab Amanda tahu bahwa Dea orang nya sedikit arogan kalau lagi bawa kendaraan. Bahkan terkadang Rangga manggil nya perempuan gagal produksi, sebab dia sifat nya lebih mirip ke laki-laki.


Sekarang saja dia berpenampilan seperti perempuan juga setelah, Amanda terus menerus menasehati nya.


Bahwa perempuan harus berada di kodrat perempuan,jangan sampai penampilan mau pun sikap menyerupai laki-laki.


Dengan penuh kesabaran Amanda memberi pengertian dengan berjalan nya waktu Dea pun sudah sedikit berubah, dari penampilan sudah seperti perempuan lainnya.


"Iya" Jawab Dea singkat sambil melangkah kan kakinya dengan perlahan untuk segera keluar dari rumah, setelah berpamitan.


"Manda kita pergi keluar yuk! sekalian beli peralatan bayi? " ajak sang mertua terhadap Amanda.


"Tapi, Ma... belum ijin sama Mas Rangga" jawab Amanda.


"Mama yang minta ijin sama Rangga" jawab sang mertua.


Setelah beberapa saat dan Bu Riana meminta ijin terhadap Rangga,awalnya tidak di ijinkan dengan alasan takut terjadi sesuatu terhadap Bu Riana dan juga Alea. Sebab Amanda juga takut ketika keluar bersama dua orang yang mempunyai later belakang yang sama.


Rangga memberi ijin yaitu dengan satu syarat, harus ada pelayan yang ikut bersama mereka dan pak sopir. Rangga juga tidak mau mengambil resiko untuk keselamatan mereka semua.


Bu Riana sudah siap begitu juga dengan Alea dia sudah mulai terlihat gemuk akibat perutnya yang semakin hari semakin membesar, usia kandung sudah memasuki bulan ke tujuh.


"Ayo kita berangkat" ajak Bu Riana terhadap kedua wanita muda yang akan pergi bersama dirinya.

__ADS_1


"Ayok" jawab Amanda sambil menggandeng tangan Alea, mereka bertiga keluar rumah sedangkan Bibi dan pak sopir sudah menunggu nya di depan.


Mereka sudah berada di dalam kendaraan dan tujuan utama yaitu pusat perbelanjaan, Bu Riana akan membeli semua perlengkapan.


Kendaraan melewati jalan dengan kecepatan sedang, selama di perjalanan Bu Riana terus bercerita pada saat dia mengandung sampai melahirkan Ghia. Bu Riana bercerita dengan penuh kegembiraan, dia tidak menyadari ada orang yang merasa sedih, sebab dia belum bisa menjadi wanita sempurna.


Amanda diam tak bahkan dia enggan mendengar cerita sang mertua, indah nya menjadi wanita hamil dan bisa melahirkan. Meski sang suami tidak mempermasalahkan itu semua, tetap saja Amanda selalu kepikiran. jika ada orang yang membahas soal kehamilan dan melahirkan.


Perjalanan yang sangat menyenangkan, hingga tidak terasa mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan.


Setelah kendaraan terparkir, mereka segera turun dari kendaraan dan berjalan untuk segera masuk ke dalam gedung.


Dengan perlahan mereka melangkah kan kaki untuk segera sampai di tempat tujuan.


Sepanjang perjalanan mereka di manjakan dengan pemandangan indah yang berada di area pertokoan yang di lewati, terlihat di sanah berbagai jenis barang yang bagus.


Tetapi tujuan utama mereka yaitu peralatan bayi.


Setelah beberapa saat mereka berjalan, hingga akhirnya sampai juga di tempat yang di tuju.


Dengan penuh kebahagiaan Bu Riana memilih perlengkapan bayi di bantu oleh Amanda,tetapi Alea duduk di salah satu kursi yang tersedia di sanah. Sebab dia sudah merasakan lelah di kakinya akibat terlalu banyak gerak.


Perlengkapan bayi sudah di beli pihak toko akan segera mengirim ke alamat yang sudah di berikan Bu Riana. Sebab tidak mungkin juga mereka membawa nya, biarkan sopir toko yang akan mengantarkan nya.


Pembayaran sudah selesai dan tujuan selanjutnya yaitu tempat makan, sayang juga jika datang ke tempat ini melewatkan makan di sini. Amanda sangat menyukai makanan yang tersedia di tempat ini.


Mereka berjalan untuk segera sampai di tempat makan yang di tuju, setelah beberapa saat mereka sudah sampai di tempat tujuan.


Bu Riana duduk berhadapan dengan Alea, sedangkan Amanda duduk di samping Alea sang pelayanan ikut duduk bersama mereka. Amanda tidak pernah membedakan antara antara dirinya dan pelayanan yang bekerja di rumahnya.


Mereka sudah memesan makanan sesuai dengan kesukaan masing-masing, sudah cukup lama mereka menunggu makanan yang di pesan akhirnya datang juga.

__ADS_1


Di saat mereka akan menikmati makanan yang sudah di hidangkan di meja, ada seseorang yang datang menyapa.


__ADS_2