
Adila melangkah kembali ke ruang tamu dan dia membisikkan sesuatu kepada, Sandy.
"Papah Sandy, mamah nggak mau keluar dari kamarnya. Dia baru mau keluar kalau Papah Saka pergi dari sini. Mamah seperti orang ketakutan dan sangat benci Papah Saka aku juga nggak tahu kenapa," bisik Adilla pada Sandy.
"Katakan saja pada mamah, kalau Papah Saka sudah pulang supaya mamahmu mau keluar dari kamarnya," bisik Sandy pada Adilla.
Adilla hanya mengangguk kecil seraya melangkah ke arah kamar Nayla kembali. Sementara Sandy meminta Saka untuk bersembunyi sejenak supaya Nayla tidak kabur lagi pada saat melihatnya.
"Ka Saka, ikut aku sebentar saja."
Sandy menarik paksa tangannya.
"Heh, kamu mau bawa aku kemana?" tanya Saka heran.
"Ka Saka bersembunyilah dahulu di sini, kakak juga bisa melihat dari sini nanti siapa mamah dari, Adilla. Karena ia ketakutan tadi pada saat melihat Ka Saka," ucap Sandy.
"Hei, permainan apa lagi ini kenapa pula ia ketakutan padaku? sementara ia menyuruh anaknya untuk bisa mendapatkan pengakuan dariku sebagai seorang ayah," protes Saka.
"Sudahlah kak, tak usah protes menurut saja kenapa. Hanya sebentar saja kakak di sini nanti begitu dia keluar barulah kakak bisa keluar." Ucap Sandy seraya berlalu begitu saja sementara Saka bersembunyi di balik tembok ruang tamu.
Sementara Adila kembali membujuk Nayla supaya bersedia keluar dari kamarnya.
"Tok tok tok tok tok tok." Adilla mengetuk pintu kamar Nayla.
"Mah, ayo dong keluar karena Papah Saka sudah pergi kok."
"Mamah nggak akan keluar, Dilla. Pasti kamu telah berbohong pada Mamah kan?" jawab Nayla dari balik kamarnya.
__ADS_1
"Nggak mah, ayo dong keluar karena Papah Sandy ingin ngomong sesuatu sama mamah sebentar saja," bujuk Adilla.
Hingga pada akhirnya Nayla pun keluar dengan penuh rasa keraguan. Adilla menggandeng tangannya, ia melangkah perlahan mengikuti langkah kaki Adilla ke ruang tamu.
"Nayla duduklah aku ingin bicara sebentar padamu," pinta Sandy.
Sementara dari balik persembunyiannya, Saka telah melihat siapa wanita itu. Ia pun terperangah melihat, Nayla.
"Aku sekarang ingat pada wanita itu, gadis yang pernah aku rudal paksa saat aku terpengaruh oleh minuman keras dan ada orang yang menjual keperawanannya padaku," gumam Saka.
"Aku yakin ini adalah taktik ia untuk memeras diriku lagi, dia pura-pura berwajah polos tetapi dalam hatinya mempunyai seribu akal licik," gumam Saka kembali.
Belum juga Sandy mengatakan banyak hal tentang ayah biologis dari Adila, tiba-tiba Saka keluar begitu saja. Dengan mengatakan banyak hal yang membuat hati Nayla semakin terguncang dan bertambah sakit hati.
"Oh jadi kamu ibu dari anak ini, berapa uang lagi yang kamu butuhkan hah? apa saat ini kamu telah butuh uang kembali sehingga kamu datang untuk meminta uang kepadaku, aku yakin niatmu untuk memerasku bukan?"
"Dilla, Mamah minta kamu masuk sebentar ke kamar karena ini urusan orang dewasa!" pinta Nayla yang tak bisa di bantah oleh Adilla.
Ia melangkah masuk ke dalam, tetapi ia tak masuk dalam kamarnya melainkan mengintip dari balik tembok, karena ia merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada masa lalu Nayla dan Saka.
"Mah, aku minta maaf ya. Aku menguping pembicaraan orang dewasa tetapi aku penasaran kenapa Mamah sebegitu bencinya pada Papah Saka dan juga sebaliknya," batin Adilla.
"Tuan Saka, yang terhormat. Saya sama sekali tidak menginginkan uang sepeserpun dari anda. Apa Anda masih belum puas dengan apa yang anda lakukan di masa lalu terhadap saya, sehingga saya harus menderita bertahun-tahun lamanya karena perbuatan biadab anda waktu dulu?" ucap Nayla lantang.
Sandy merasa heran pada saat mendengar perkataan dari Nayla, dia pun memberanikan diri bertanya padanya.
"Nayla, sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan Kak Saka pada masa lalu sehingga kamu begitu bencinya padanya?" tanya Sandy penasaran.
__ADS_1
"Oh jadi Tuan Muda yang terhormat ini adalah kakak anda? dia ini adalah pria yang telah merenggut kehormatanku secara paksa! hingga aku hamil Adila," ucap Nayla lantang karena sangat marah.
"Hei, aku tidak merenggutnya secara paksa ya. Aku telah membayarmu dengan harga yang sangat mahal," kilah Saka.
"Apa kamu tidak ingat pada waktu itu, aku memohon padamu supaya tidak melakukan hal itu padaku tetapi kamu tetap melakukannya dengan dalih kamu telah membayar mahal atas harga keperawananku pada ibu tiriku."
"Kamu pikir aku rela menyerahkan semua itu padamu jika bukan karena dijebak oleh ibu tiriku, aku tidak akan rela!"
"Gara-gara perbuatanmu itu yang membuat aku harus menderita cukup lama, karena perbuatanmu itu yang mengakibatkan aku hamil!"
"Apa kamu pikir hidupku bahagia setelah di rudal paksa olehmu! Tidak Tuan Muda Saka! aku dihina dibully oleh orang-orang karena aku hamil diluar nikah bahkan setelah anakku lahir pun diejek oleh orang dikatakan anak haram!"
Mendengar akan hal itu Saka tidak lantas merasa iba atau merasa bersalah pada Nayla, dia justru tersenyum sinis padanya.
"Itu hanya sandiwara dirimu saja. Aku yakin kamu pura-pura pada waktu itu menolakku, tetapi sebenarnya kamu menikmatinya bukan? aku juga sangat yakin pasti waktu itu kamu juga menikmati uang pemberianku yang aku berikan pada ibu tirimu!"
"Kamu sengaja membuat supaya dirimu hamil, supaya kamu bisa merongrong aku memeras aku dan mendapatkan banyak uang dariku!"
"Jika tidak untuk apa kamu meminta anakmu untuk datang ke kantor, supaya mendapatkan pengakuan bahwa aku ini ayah biologisnya? pasti kamu kan yang menyuruhnya? tidak mungkin anak sekecil itu akan datang dengan sendirinya."
Nayla semakin geram mendengar apa yang dikatakan oleh Saka padanya, karena dia sama sekali tak memerintah Adila untuk mencari keberadaan ayah kandungnya.
"Tuan Muda Saka yang terhormat, dari aku hamil hingga aku melahirkan Adila hingga dia masuk ke sekolah aku tidak pernah meminta dia untuk menemui dirimu hanya untuk mendapatkan pengakuan darimu bahwa dia adalah anak kandungmu!"
"Jika memang aku menginginkan hal itu sudah dari saat aku hamil akan mencari keberadaanmu dan meminta pertanggungjawaban tetapi aku tidak melakukan hal itu. Susah payah aku merawat dan membesarkan Adilla seorang diri dengan terpaan hinaan dan ejekan dari orang-orang yang ada di sekitarku!"
"Dari desa ke desa aku terpaksa harus pindah karena diusir oleh orang-orang dengan tuduhan aku ini wanita murahan karena hamil diluar nikah, padahal apa yang menimpaku adalah suatu perbuatanmu perbuatan yang tidak aku inginkan sama sekali!"
__ADS_1
Nayla sudah tak bisa meredam rasa emosinya yang telah ia tahan bertahun-tahun lamanya. Kini ia tumpahkan semua di hadapan Saka dan Sandy.