
Hingga saat itu juga Saka dan Nesa check in hotel. Dari awal niat Nesa bekerja di kantor Saka memang karena ingin mendapatkan Saka. Bahkan ia rela melakukan segala cara.
Namun Saka meminta Nesa untuk pergi dulu ke hotel yang telah ia pesan lewat telepon. Barulah nanti Saka akan menyusul. Karena ia tak ingin terlihat oleh orang dengan wanita lain, apa lagi undangan telah tersebar beberapa hari lagi ia akan menikah.
Ia tak ingin nantinya pernikahan akan gagal berantakan dan kacau jika ada orang yan melaporkan dirinya jalan dengan wanita lain di sebuah hotel.
Hal ini justru merupakan sebuah keuntungan buat Nesa. Ia bisa dengan leluasa memasang kamera dari berbagai penjuru arah. Ia sengaja ingin merekam aktifitas ranjangnya bersama dengan Saka guna menjebaknya.
"Lihat saja Tuan Muda Saka, aku itu tak bodoh seperti Nayla. Aku akan menjebak dirimu supaya kamu tak bisa lari dariku. Dengan begini, aku akan selalu bisa menikmati kekayaan yang kamu miliki," batin Nesa tersenyum riang.
"Sayang, maaf ya aku tiba-tiba tadi ada tamu jadi aku menemui tamu terlebih dahulu jadi kamu terlalu lama menunggu. Apakah kamu benar-benar sudah siap untuk menyerahkan kehormatanmu padaku?"
Baru juga datang, tetapi Saka sudah tak sabar saja. Tangannya sudah mulai nakal.
"Tapi apakah Tuan tidak akan ingkar janji pada saya?" ucap Nesa seraya menepis tangan nakal Saka.
"Kamu masih saja tak percaya denganku, aku tak akan ingkar janji jika memang kamu benar-benar belum pernah terjamah oleh siapapun. Aku pastikan akan memberikan apa pun yang kamu inginkan."
Tanpa sadar Saka telah mengatakan hal itu.
"Hem, kena kamu Saka. Apa pun loh ya, lihat saja nanti jika kamu ingkar akan hal ini," batin Nesa.
"Baiklah, Tuan. Tapi aku minta pada Tuan lakukan dengan sangat halus ya, karena ini pertama kalinya aku melakukan hal ini," ucap Nesa.
"Hem, baiklah sayang. Aku pastikan kamu tidak akan merasakan sakit sedikitpun. Justru kamu akan merasakan nikmat yang tiada tara dan bahkan akan meminta lagi dan lagi," ucap Saka seraya sudah tak sabar ingin memakan Nesa saat itu juga.
__ADS_1
Maka tak lama kemudian, terjadilah hal yang sudah ingin Saka lakukan. Sesuatu hal yang seharusnya di lakukan setelah mereka menikah. Kini malah mereka telah melakukan hal itu terlebih dahulu.
Saka yang memang sudah terbiasa melakukan hal itu begitu pintarnya dalam bercinta. Bahkan mampu membuat Nesa terbuai.
Beberapa jam kemudian, Saka tersenyum pada Nesa. Ia merasa puas sekali.
"Hem, selama percintaanku dengan para wanita. Baru dua kali ini aku benar-benar mendapatkan wanita yang masih perawan. Dulu aku membeli dari seorang wanita, dan sekarang wanita ini datang sendiri di hadapanku."
"Hem namun permainan kali ini begitu luar biasa karena aku sedang tidak terpengaruh oleh minuman keras dan juga Nesa menyerahkan dengan ikhlas tidak ada perlawanan sama sekali."
Lain halnya apa yang sedang Nesa rasakan saat ini.Dia merasa remuk sekujur tubuhnya dan di bagian intimnya merasa perih sakit sekali.
"Astaga, ternyata sakit sekali jika baru pertama kali melakukan hal ini. Tapi tak apa-apa toh aku akan mendapatkan segalanya."
Selepas melakukan percintaan itu, Saka meminta Nesa untuk pulang nanti. Dia yang akan pulang dulu karena tak ingin terlihat oleh orang jika telah keluar kamar hotel bersama.
Saka lekas memakai semua pakaiannya dan ia pun lekas pergi dari kamar hotel tersebut dengan memakai sebuah penyamaran.
Seperginta Saka, Nesa lekas meraih beberapa kameranya dan mengecek rekaman videonya. Iapun tersenyum bahagia.
"Yes, hasilnya sangat memuaskan sekali. Dengan semua rekaman video syur ini aku akan bisa meluluhkan hati Tuan Muda Saka. Dan mendapatkan semuanya yang aku mau, seperti awal mula niatmu untuk bekerja di kantornya."
Nesa sama sekali tak menyesali perbuatannya barusan yang telah menyerahkan kehormatannya pada Saka. Dia memang sengaja dari dulu ingin mendapatkan pria kaya dengan cara apapun. Termasuk dengan menyerahkan keperawanannya.
*******
__ADS_1
Sejak saat itu, Saka resmi berpacaran dengan Nesa. Dan setiap kali mereka bertemu melakukan kencan di berbagai kamar hotel mewah.
Saka benar-benar tak memikirkan sebab dan akibatnya. Dan ia juga tak memikirkan jika sebentar lagi akan menikah.
Hingga menjelang hari pernikahan tiba, di sinilah Nesa mulai kecewa pada Saka.
"Apa-apaan ini Mas Saka? kamu akan menikah?" Nesa merasa tak suka pada saat Saka menunjukkan undangan pernikahan padanya.
"Iya Nesa, aku akan menikah hari ini juga. Aku sengaja memberi tahumu karena aku tak ingin kamu tahu dari orang lain," ucap Saka.
"Lantas bagaimana dengan hubungan kita, Mas Saka?" tanya Nesa memicingkan alisnya.
"Kamu akan tetap menjadi pacar gelapku. Yang penting aku akan selalu mengirim uang setiap bulannya padamu dan juga kamu akan tetap menjadi sekretaris pribadiku. Enak kan, ibarat kamu dapat dua kali gaji. Dari menyervis aku dan dari menjadi sekretaris pribadiku," ucapnya dengan enteng.
Nesa hanya terdiam, dia seolah sedang berpikir. Apakah ia akan merelakan Saka menikah dengan wanita lain, ataukah ia langsung saja memperlihatkan rekaman video syur itu padanya dan meminta ia menikahi dirinya.
"Hem, jika aku minta di nikahi aku belum siap. Aku masih ingin bebas dan tak ingin terikat dengan suatu pernikahan. Tetapi jika aku tak menikah otomatis aku tak bisa memiliki sepenuhnya Mas Saka," batin Nesa mulai gelisah.
"Nesa, kenapa kamu diam saja? apa kamu tak menerima keputusan yang aku berikan padamu? jika kamu tak menerimanya, sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita sampai di sini. Dan aku juga akan langsung memecatmu dari kantorku," ancam Saka.
"Hem, kamu pikir aku bodoh Saka! main ancam saja, justru aku akan membongkar aibmu ini di hadapan banyak orang pada saat pernikahan mu nanti. Supaya kamu malu dan tak bisa berkutik sama sekali dan akhirnya wanita yang akan menikah denganmu itu membatalkan pernikahan kalian. Dan akulah yang akan menikah denganmu," batin Nesa.
"Mas, kenapa kamu tak menikah denganku? padahal kenu tahu kan a
pada saat aku bersamamu aku ini masih suci belum terjamah," ucap Nesa.
__ADS_1
"Nesa, aku akan menikah dengan wanita anak orang kaya. Sedangkan kamu apa? hanya wanita biasa yang justru hanya bisa membuatmu malu aku," ucap Saka.
Mendengar apa yang dikatakan Saka, Nesa benar-benar sakit hati. Ia benar-benar akan menghancurkan pernikahan Saka. Ia pikir dengan berbicara secara baik-baik, Saka akan merubah keputusannya utama menikah dengan wanita lain.