Mengandung Benih Tuan Muda

Mengandung Benih Tuan Muda
Masih Punya Hati


__ADS_3

Hanya beberapa menit saja, Nayla dan Nany telah sampai di rumah sakit. Mereka langsung mencari ruang rawat dimana Alan berada.


Sesampainya di ruang rawat Alan, Nany langsung menghampiri Sandy.


"Bagaimana papah mu bisa mengalami kecelakaan seperti ini, dan bagaimana pula kamu bisa menemukannya dalam kondisi seperti ini?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut Nany.


Sejenak Sandy menceritakan awal mula dia menemukan Papah Alan dalam kondisi tak berdaya.


"Bagaimana bisa, kok mamah merasa ada yang aneh dan tak wajar di sini? karena setahu mamah, papahmu itu tidak punya riwayat penyakit apa pun. Apa ada tak tak beres dengan mobil yang di kendarai papah, misalnya rem mobil blong mungkin, Sandy?" ucap Mamah Nany.


"Aku juga sempat berpikir seperti itu, mah. Sayang sekali aku tidak bisa mengecek kondisi mobilnya, karena mobil meledak terbakar saat itu juga. Untung saja aku bisa menyelematkan papah terlebih dahulu," ucap Sandy.


"Wah, sayang sekali kita tidak bisa menyelidiki hal ini. Sebagai unsur di sengaja atau unsur kelalaian Papahmu ya?" ucap Nany.


"Mamah nggak usah khawatir, toh kondisi papah baik-baik saja. Hanya ia perlu banyak istirahat saja, untuk saat ini memang belum sadarkan diri karena pengaruh obat. Maaf ya, mah. Aku sampai lupa mengatakan hal ini. Oh ya, apakah mamah masih bisa melihat semua CCTV di rumah dengan ponsel mamah? aku ingin cek, siapa tahu ada suatu bukti kuat yang mengarah pada mobil papah itu, mah," ucap Sandy.


"Masih dong."


Saat itu juga Nany meraih ponselnya, dan mengecek rekaman video CCTV di garasi mobilnya. Dan ternyata memang ada unsur kesengajaan, ada yang menyabotase rem mobil milik Alan.


"Sandy, siapa ya orang jahat itu? sayangnya ia memakai penyamaran jadi kita tak bisa melihat dengan jelas. Jika seperti ini, kita tak bisa menangkap pelakunya dong," terlihat jelas kekecewaan di mata Nany.


"Ya, mah. Kita tidak bisa mengungkapkan pelaku kejahatan sabotase rem mobil papah. Tetapi setidaknya kita bisa lebih waspada lagi. Berarti orang dalam saja, karena di rumah kita tidak akan mungkin orang luar masuk dengan mudahnya," ucap Sandy.

__ADS_1


"Hem, lantas siapa orang dalam itu? masa iya kamu curiga dengan Mas mu sendiri?" tanya Nany merasa bingung.


"Mamah lupa ya, kan di rumah kita ada dua orang asing yakni ibu dan anak yang pernah berbuat jahat pada, Nayla," ucap Sandy.


"Astaga, mamah sampai tidak ingat akan hal itu. Mungkin saja salah satu diantar mereka berdua tersangkanya," ucap Nany.


"Iya, mah. Aku juga berpikir hal yang sama. Nanti kita akan selidiki lebih lanjut. Tetapi untuk sementara waktu, jangan mengatakan apapun pada Mas Saka tentang kondisi papah karena aku khawatir, jika orang yang berniat jahat mengetahui kondisi papah masih hidup, ia bisa berniat lebih nekad dari ini," ucap Sandy.


"Baiklah, Sandy. Mamah sangat setuju untuk hal ini. Tetapi jika Saka mencari keberadaan papah bagaimana? pasti mobil yang meledak itu kan sampai ke telinga Saka, dan jika ia berpikir Papah telah meninggal bagaimana?" tanya Nany memicingkan alisnya.


"Mamah nggak usah khawatir, nanti aku yang akan mengurus semua ini. Dan menurutku biar lebih aman, kita bawa pulang saja papah ke rumah Nayla. Toh kondisi papah baik-baik saja, tidak ada luka yang serius. Tinggal masa pemulihan saja," saran Sandy.


Walaupun Sandy di anak tirikan oleh Alan, tetapi ia masih saja peduli pada keselamatan Alan. Ia bahkan tidak ada rasa benci sedikitpun pada papahnya tersebut.


"Mah, bagaimana pun papah ini tetap papah aku. Jika tidak ada papah, bukannya tidak akan ada diriku di dunia ini? sudahlah tak perlu mengingat segala perbuatan buruk yang pernah papah lakukan padaku. Karena setiap papah berbuat salah padaku, saat itu juga aku telah memaafkan dirinya. Hingga aku tidak punya rasa benci atau dendam pada papah."


Perkataan Sandy membuat Nany semakin terharu. Anak bungsu malah sifatnya tidak manja, ia malah bersikap dewasa dan bijaksana. Lain halnya dengan sikap Saka yang suka hura-hura, foya-foya dengan banyak wanita.


"Sandy, semoga saja dengan adanya musibah ini. Papahmu menjadi sadar akan kesalahannya selama ini padamu. Dan ia berubah menjadi seorang papah yang baik, tak membedakan kedua anaknya," ucap Nany.


"Mah, sudahlah tak usah bersedih dan memikirkan hal ini. Saat ini aku sudah sangat bahagia punya istri dan anak. Bahkan juga punya usaha sendiri tanpa ada campur tangan dari Papah. Mamah bisa melihat kan, usaha restoranku dan Nayla sudah buka satu cabang lagi. Saat ini kita baru urus dua restoran, tapi aku yakin lambat laun akan bertambah lagi usaha restoran kami," ucap Sandy mencoba menghibur kesedihan Nany.


"Amin, semoga segala keinginan di hidupmu terkabul dalam waktu yang cepat," ucap Nany.

__ADS_1


Sore harinya, Alan benar-benar di bawa pulang ke rumah Nayla sesuai dengan keinginan Sandy.


Berbeda situasi di rumah Alan, dimana ada beberapa aparat kepolisian datang ke rumah, hingga membuat Saka heran dengan kedatangan para aparat kepolisian tersebut.


"Apa benar ini rumah dari Tuan Alan?" tanya salah satu aparat kepolisian.


"Ya pak, anda benar sekali? ada apa ya dengan papah saya?" tanya Saka heran.


"Kami menemukan sebuah mobil terbakar hangus. Dimana hanya plat kendaraan yang bisa kami lihat."


Saat itu juga salah satu aparat kepolisian menunjukkan foto di ponselnya sebuah mobil telah terbakar habis hanya saja plat nomornya yang masih baca.


"Bagaimana bisa mobil papah terbakar habis seperti itu ya? bagaimana mobil bisa tidak terkendali?" batin Saka heran.


"Pak polisi, lantas dimana kondisi papah saya? terus apakah sudah di selidiki penyebab mobil alami kecelakaan tunggal?" tanya Saka penasaran.


"Kami mohon maaf, Tuan Saka. Karena kami sama sekali tidak bisa menyelidiki apa yang menyebabkan mobil Tuan Alan terbakar karena mobi benar-benar habis terbakar hingga sulit jika tetap kita paksakan untuk mengeceknya. Bahkan kami tidak menemukan keberadaan, Tuan Alan," ucap salah satu aparat kepolisian.


"Hanya satu yang bisa membongkar kejahatan si pelaku. Apakah anda punya rekaman video CCTV di rumah ini, tepatnya di garasi mobil untuk supaya mempermudah penyelidikan bagi pihak yang berwajib."


Saat itu juga Saka meraih ponselnya,dan ia mengecek rekaman video CCTV di sebuah ruangan.


"Anda lihat kan Tuan Saka, apa yang telah terjadi pada papah anda bukan karena unsur kecelakaan tapi unsur kesengajaan. Izinkan saya menyelidiki kasus ini lebih lanjut, dengan saya ingin menyelidiki setiap manusia yang ada di rumah ini," ucap salah satu aparat kepolisian dengan lantang.

__ADS_1


__ADS_2