Mengandung Benih Tuan Muda

Mengandung Benih Tuan Muda
Di Jodohkan


__ADS_3

Saka sengaja membungkam mulut adiknya karena datang orang tuanya.


"Saka-Sandy, untung saja kalian ada di sini. Papah dan mamah akan bicara penting pada Saka," ucap Papah Alan.


"Di sini atau di mana, pah?" tanya Saka untuk memastikan.


"Di ruang tengah saja supaya lebih nyaman. Masa iya mengatakan hal penting kok di kamar?" celoteh Papah Alan seraya melangkah pergi dari hadapan kedua anaknya.


"Saka-Sandy, cepat temui papah dan mamah ya," pinta Mamah Nany.


"Iya mah" jawab Saka dan Sandy serentak.


Saat itu juga Saka dan Sandy melangkah menuju ke ruang tengah. Akan tetapi pada saat melangkah, Saka menyeret Sandy sejenak.


"Sandy ingat ya, kamu harus jaga rahasia ini! awas jika kamu mengadu! aku akan buat kamu menderita dan aku akan usir kamu dari kantorku!" ancamnya seraya berbisik.


Setelah itu barulah Saka melangkah kembali ke ruang tengah di ikut oleh Sandy.


"Duduklah, papah ingin bicara pada kalian berdua."


Mendengar perintah dari papahnya, baik Saka maupun Sandy langsung menjatuhkan pantatnya di sofa.


"Sebentar ada apa sih, pah?" tanya Saka penasaran.


"Nggak sabar amat, memangnya sudah sangat penasaran ya," ucap Papah Alan terkekeh.


"Sudah, pah. Jangan melawak yang ada nanti waktu terbuang sia-sia," tegur Mamah Nany.

__ADS_1


"Iya, mah. Sabar sedikit, aku lakukan itu kan biar mereka nggak tegang," ucapnya agak tersinggung dengan perkataan istrinya.


Setelah semua duduk di ruang tengah, barulah Papah Alan mulai berkata.


"Saka, papah berniat untuk menjodohkan mu dengan anak gadis dari teman baik papah," ucapnya membuat Saka langsung protes.


"Pah, sudah berapa kali aku mengatakan kalau aku itu tidak ingin dijodohkan, aku bisa mencari pendamping hidupku sendiri sesuai dengan kriteriaku," protes Saka ketus.


"Kamu bilang bisa mencari jodohmu sendiri, tapi mana buktinya? usiamu hampir memasuki kepala empat tetapi kamu sampai hari ini belum pernah membawa seorang wanita pun di hadapan kami. Hanya saja papah sering mendengar sifat burukmu di luar sana dengan sering bergonta-ganti pasangan, itu tidak baik Saka," tegur papahnya.


"Pah, adanya aku gonta ganti pasangan karena aku sedang mencari wanita yang benar-benar cocok di hatiku dan sesuai kriteria aku, tetapi sama sekali tidak ada yang cocok bagiku hingga detik ini," ucap Saka membela diri.


"Saka, setiap orang itu punya kekurangan tidak ada manusia yang sempurna. Jika kamu ingin mencari pasangan yang sempurna mana ada? diri kamu saja banyak kekurangannya, tetapi kamu meminta pasanganmu untuk sempurna. Sesempurnaan itu hanya milik yang Maha Kuasa yakni Allah SWT," ucap Mamah Nany.


"Jika kamu tidak menerima perjodohan yang akan papah lakukan ini, biarlah perusahaan di handle oleh Sandy saja. Dan Sandy yang akan papah jodohkan dengan anak gadis teman papah ini. Sementara segala fasilitas yang ada padamu akan papah cabut, Saka."


Hati Sandy juga saat ini sedang merasa gelisah, karena dia sudah berinisiatif bertekad di dalam hati ingin meluluhkan hati Nayla. Jika memang dia harus menggantikan posisi Saka otomatis dia harus menikah dengan wanita pilihan papahnya, hal itu akan membuat rencana Sandy menjadi berantakan.


"Aduh bagaimana ini, semoga saja kak Saka berubah pikiran dan menerima permintaan Papah. Sehingga aku bisa dengan lancar mendekati Nayla, karena aku sesungguhnya telah benar-benar jatuh cinta padanya. Bahkan aku sama sekali tak peduli jika Nayla sudah punya anak," batin Sandy yang telah di butakan cinta.


"Saka, kenapa kamu diam saja? coba jawab sekarang, apa keputusanmu. Jika kamu memang berkeras hati untuk tidak mau menerima perjodohan yang papah inginkan saat ini juga papah akan meminta pengacara pribadi kita untuk mengurus segala surat-surat pemindahan hak kuasa atas perusahaan yang saat ini sedang kamu pimpin untuk menjadi milik Sandy sepenuhnya," ancam Papah Alan hingga pada akhirnya Saka pun menyerah.


"Daripada aku menikahi wanita kampung itu, mending aku menikahi wanita pilihan papah yang pastinya cantik sekali dan pintar sehingga tidak akan membuatku malu," batin Saka.


"Baiklah, pah. Aku menerima perjodohan ini. Tapi apakah memang wanita ini benar-benar pantas untukku, karena aku tidak ingin menikahi wanita yang sembarangan," ucap Saka ragu.


"Kamu tak usah ragu, Saka. Gadis ini berpendidikan tinggi parasnya juga cantik, banyak sekali pemuda yang menginginkan dirinya tetapi saat ini dia tidak ada satupun pria yang menjadi kriterianya, bahkan gadis ini bersedia dijodohkan denganmu," ucap Papah Alan.

__ADS_1


"Berarti gadis itu sudah mengetahui kalau dirinya akan dijodohkan denganku, pah?" tanya Saka untuk memastikan.


"Iya Saka, gadis itu bernama Vania. Ia sudah tahu dan sudah menerima dirinya akan di jodohkan denganmu. Ini foto Vania, pasti kamu tidak akan menyesal karena selain cantik dan berpendidikan tinggi, Vania juga gadis yang sangat baik." Papah Alan menyodorkan foto Vania di hadapan Saka..


Seketika Saka meraih foto tersebut, dan dalam hati ia memuji kecantikannya.


"Hem, jika parasnya seperti ini aku pasti mau. Ini bisa buat menghindari wanita kampung yang sok suci itu. Padahal aku bayar tapi dia pura-pura teraniaya," batin Saka.


Hati Sandy begitu lega dengan keputusan Saka yang telah menerima perjodohan tersebut. Dengan begitu, jalannya terbentang lebar untuk bisa meluluhkan hati Nayla.


"Bodoh kamu, Ka Saka. Hanya melihat paras cantik saja langsung tergiur, padahal belum tentu si Vania itu gadis yang baik. Tapi biarlah, ini justru keberuntungan buatku. Aku bisa dengan leluasa mendekati Nayla."


"Lagi pula percuma saja jika Ka Saka mau bertanggung jawab pada Dilla tapi hanya karena terpaksa. Itu malah akan semakin membuat sakit hati Dilla saja."


"Mending aku saja yang kelak menjadi papahnya Dilla."


Setelah cukup lama membicarakan perencanaan pernikahan Saka dan Vania. Saka dan Sandy kembali ke kamarnya.


Akan tetapi Saka kembali lagi mendekati Sandy adiknya.


"Kamu lihat kan, dengan begini aku takkan menjadi ayah dari anak wanita kampung itu!" bisiknya sinis.


"Oh jadi kakak terima ini karena takut Dilla dan Nayla akan terus meminta pertanggungjawaban? picik sekali piikran kakak. Sudah melakukan sebuah kesalahan besar pada Nayla bukannya memperbaiki diri, malam lari dari tanggung jawab."


"Ingat ya Ka, setiap perbuatan yang kita lakukan entah itu baik atau buruk pasti ada balasannya."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Sandy membuat Saka kesal.

__ADS_1


'Heh, seenaknya saja kamu nyumpahin kakak kandungmu sendiri! " Saka mencengkeram kerah baju Sandy.


__ADS_2