Mengandung Benih Tuan Muda

Mengandung Benih Tuan Muda
Usaha Baru


__ADS_3

Tak berapa lama, Sandy dan Mamah Nany telah sampai di pelataran rumah Nayla. Nayla yang sedang menyapu halaman menjadi kaget melihat kedatangan Sandy dan Mamah Nany membawa koper besar.


"Ada apa mereka membawa koper sebegitu besarnya ya?" batin Nayla.


"Nayla, aku minta maaf ya. Aku mau izin, mengajak mamah tinggal di sini untuk sementara waktu saja. Nanti aku pasti mencari tempat tinggal," ucap Sandy pada saat sudah berada di depan mata Nayla.


"Kenapa mesti izin, mas. Ini kan rumahmu juga, mamahmu sudah menjadi Mamahku karena aku ini istrimu."


Entah kenapa Nayla bisa berbicara seperti itu.


Mendengar apa ya g di katakan oleh Nayla, membuat hati Sandy berbunga-bunga.


"Alhamdulillah, apakah ini pertanda ya Allah jika istriku sudah benar-benar menerimaku ya?" baru Sandy sumringah.


"Ya ampun kenapa tadi aku mengatakan hal seperti itu ya? tiba-tiba saja yang keluar dari mulutku seperti itu, dan tak mungkin kata-kata tadi bisa di ambil lagi," batin Nayla.


"Terima kasih ya, Nayla. Kamu telah mengizinkan mamah tinggal di sini," ucap Mamah Nany terharu.


"Sama-sama, mah."


Saat itu juga Nayla menunjukkan satu lama kosong untuk Mamah Nany. Dan ia pun penasaran kenapa pula Mamah Nany dan Sandy datang dengan membawa koper besar.


Di saat Mamah Nany berada di kamar untuk menata semua pakaiannya dan beristirahat. Nayla memberanikan diri bertanya pada Sandy tentang apa yang telah terjadi.


"Mas Sandy, aku ingin bicara denganmu sebentar," pinta Nayla.


"Ya, Nayla. Aku tahu apa yang akan kamu bicarakan denganku, pasti tentang kedatanganku bersama mamah."


"Nayla, aku di usir oleh papah karena tahu telah menikah denganmu. Dan pada saat mamah membelaku, ia juga ikut di usir."


"Akhirnya kami pergi dari rumah, dan juga aku sudah tak bekerja lagi di kantor papah karena sudah tak di izinkan. Aku minta maaf ya, malah merepotkan dirimu di sini."

__ADS_1


"Tapi aku janji akan lekas mencari pekerjaan dan juga rumah untuk tempat tinggal mamah."


Mendengar penjelasan dari Sandy, entah kenapa hati Nayla merasa iba.


"Mas, tak usah mencari rumah lagi. Jika mamahju bersedia tinggal di sini, kenapa nggak tinggal di sini saja? lagi pula kasihan juga jika tinggal di rumah baru tetapi hanya seorang diri," saran Nayla yang sempat membuat Sandy terhenyak kaget.


Dia sama sekali tak menyangka jika Nayla akan berkata bijak padanya.


"Mas, jangan salah paham ya. Aku melakukan ini bukan untukmu tetapi untuk mamah karena entah kenapa aku sudah anggap mamahmu seperti mamah kandungku sendiri," ucap Nayla karena khawatir Sandy salah paham dan gagal paham dengan apa yang ia katakan barusan.


"Ya, Nayla. Terima kasih ya kamu sudah baik pada mamahku," ucap Sandy.


*********


Tak terasa sudah satu Minggu, Mamah Nany tinggal d ini rumah Nayla. Akan tetapi Sandy belum juga mendapatkan pekerjaan yabg yang layak.


"Mah, kenapa kok aku susah sekali mencari pekerjaan ya? padahal aku sudah berkeliling di kota ini dari kantor ke kantor tapi semuanya menolakku," ucap Sandy merasa lelah dan putus asa.


"Pah, kenapa nggak kerjasama dengan mamah saja? yakni buka restoran atau kalau papah belum ada modal setidaknya membantu mamah menawarkan usaha cateringnya kan bisa."


Sejenak Mamah Nany dan Sandy sing berpandangan satu sama lain.


'Sandy, mamah rasa apa yang di katakan Dilla ada benarnya. Dari pada kamu pusing terus melamar kesana kemari tapi tak ada yang mau menerima dirimu. Mending buka usaha saja,' ucap Mamah Nany membenarkan saran dari Adilla.


"Aku sih mau saja, mah. Tapi aku tak tahu apakah Nayla akan bersedia," ucap Sandy ragu.


"Pah, nanti kita bicarakan hal ini bersama-sama. Oh ya, aku nggak ikut dech. Mending nanti Oma sama papah saja ajak mamah bicara. Tapi jangan katakan jika aku yang memberi saran," ucap Adilla.


"Iya, Dilla. Nanti Oma yang ngomong, terima kasih ya cucu Oma ini memang pintar,' ucap Mamah Nany seraya mengusap surai hitam Adilla.


"Ya sudah, aku akan belajar lagi ya Oma-Papah Sandy."

__ADS_1


Adilla berlalu pergi dari kamar Oma Nany.


Sandy dan Mamah Nany menemui Nayla yang sedang duduk melihat acara televisi di ruang tengah.


"Nayla, mamah minta maaf ya. Ganggu waktu santaimu barang sejenak saja, ada yang ingin mamah katakan padamu," ucap Mamah Nany.


"Katakan saja, mah. Nggak perlu sungkan," ucap Nayla seraya mengecilkan volume televisinya.


"Nay, saat ini Sandy sedang kesusahan mencari pekerjaan. Dalam seminggu ini ia sudah usaha melamar di semua kantor tapi di tolak. Mamah rasa ini ada hubungannya dengan Papahnya."


"Yang sengaja mempersulit Sandy untuk tidak di terima di semua kantor yang ada di kota ini."


"Nayla, mamah ada ide. Tapi ini juga jika kamu tak keberatan sih. Bagaimana kalau Sandy buka restoran dan kamu yang memasaknya, karena masakan kamu kan enak."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Mamah Nany sebenarnya Nayla sungkan, dengan begitu ia harus setiap hari berhadapan dengan Sandy. Tetapi ia tak enak jika menolak kemauan mamah mertuanya itu.


"Bagaimana ya, mah. Baiklah, mah. Tapi aku nggak ada modal sama sekali," ucap Nayla.


"Nayla, kamu tak usah khawatir. Kebetulan mamah punya banyak perhiasan dan punya sedikit tabungan bisa di gunakan untuk modal kalian berdua. Mamah yakin usaha kalian pasti akan berkembang pesat jika Sling bekerja sama," ucap Mamah Nany.


"Mah, nggak usah pakai modal mamah. Aku juga ada tabungan kok, dan aku yakin cukup untuk buka sebuah restoran," ucap Sandy.


"Sandy, kamu nggak usah berbohong pada Mamah. Tabunganmu itu nggak seberapa, karena mamah tahu selama kamu kerja di kantor papah di gaji nggak seberapa kan sama Saka? Sudah nggak usah menolak bantuan dari mamah," ucap Mamah Nany.


"Ya sudah, baiklah mah. Tapi anggap saja ini sebuah pinjaman ya? nanti jika usahaku sudah jelas berkembang, semua pinjamanku ke mamah aku kembalikan," ucap Sandy merasa tak tega.


"Kamu nggak usah berpikir itu dulu, yang terpenting pikirkan usahamu ingin. Nayla, kamu tak usah khawatir masalah Dilla. Selama kamu sibuk di restoran bersama Sandy, biar mamah yang jaga Dilla," ucap Mamah Nany antusias.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Mamah Nany, Nayla hanya mengangguk pelan seraya tersenyum kecil.


Sandy sangat senang karena saran dari Adilla ini sangat bagus. Ia yakin dengan usaha barunya ini, ia akan bisa lebih dekat lagi dengan Nayla. Dan akan lebih cepat meluluhkan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2