
Alan segera di larikan ke rumah sakit dengan di dampingi oleh Mamah Nany, sementara Sandy menatap heran pada Nesa dari jauh.
"Aku seperti pernah bertemu dengan wanita itu, tapi dimanaya?" batinnya seraya mengingat-ingat.
Pada saat Sandy akan menghampiri Nesa, Saka telah terlebih dahulu menghampiri Nesa. Hingga akhirnya Sandy memutuskan untuk ke rumah sakit saja menyusul mamah Nany.
"Nesa, apa yang telah kamu lakukan hah? acara pernikahanku berantakan seperti ini!" bentak Saka sudah tak ada rasa malu lagi.
Bahkan tanpa ia sadari ada salah satu wartawan meliput acara pertengkaran mereka secara sembunyi-sembunyi, di kala para wartawan lain lari ketakutan pada saat di bentak oleh Saka.
"Tuan Muda Saka Yang Terhormat, anda masih bisa bertanya apa yang saya lakukan?" ejek Nesa terkekeh.
"Nesa, apa kamu sudah nggak waras ya? gila kamu ya?" ucap Saka seraya mengepalkan tinjunya.
"Kamu yang telah membuatku nggak waras dan gila, Mas Saka. Kamu sendiri yang telah berjanji padaku akan memberikan apapun jika aku menuruti maumu."
"Tapi mana janjimu itu, kamu hanya memanfaatkan aku saja. Kamu pikir aku ini wanita yang gampang kamu tipu? kamu salah, Mas Saka."
"Makanya kamu jangan mencoba bermain-main denganku jika tak ingin aku hancurkan dirimu."
"Jujur aku tak rela kamu menikah dengan wanita lain setelah apa yang aku berikan padamu!"
"Apa kamu lupa, sebelum ini terjadi. Beberapa hari yang lalu saat kamu mengajakku kencan untuk yang kesekian kalinya, aku sudah memperingatkan dirimu tetapi kamu tak mendengarkankanku dan nekad saja tetap akan menikah."
"Jika pada saat itu kamu menurut dan tak melanjutkan acara pernikahanmu itu, aku tidak akan mempermalukanmu dan mempermalukan diriku sendiri di depan umum."
Saka tak bisa berkata di hadapan Nesa. Dia hanya diam saja tak bisa berkutik sama sekali.
"Kenapa kamu hanya diam saja, Mas Saka? apa sudah tak bisa lagi membela dirimu ini?" ejek Nesa.
"Sebenarnya apa maumu, hah?" tanya Saka lantang.
__ADS_1
"Astaga, Mas Saka. Baru saja aku katakan, kamu sudah lupa? aku inginkan kamu menikahi aku untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu padaku," ucap Nesa mulai kesal.
"Apa, enak saja! kita melakukannya atas dasar suka sama suka. Dan juga aku selalu membayarmu dengan uang tak sedikit jumlahnya," ucap Saka mengelak dari tanggung jawab.
"Hem, jadi seperti itu ya. Kamu hanya ingin enaknya saja, baiklah mas. Jangan salahkan aku jika aku sebar video syur ini ke berbagai acara televisi dan semua media elektronik atau media massa," ancam Nesa.
"Aku sudah mengkopi videonya menjadi banyak, mas. Jika satu langkah saja kamu pergi dari diriku, aku tidak akan segan-segan melakukan apa yang aku mau," ucap Nesa terkekeh.
"Sialan, ternyata Nesa ini tak seperti wanita pada umumnya. Ia begitu licik dan jahat, aku terjebak olehnya. Jika sudah begini aku bisa apa?"
"Lantas bagaimana pula dengan Vania? apakah ia akan bertahan denganku atau ia akan minta cerai saat ini juga?"
Saka semakin bingung di buatnya, ia bingung dengan permasalahan yang tiba-tiba datang.
Sementara Vania terus saja menangis, orang tuanya berusaha menenangkannya.
"Vania, kami minta maaf ya. Kami benar-benar tak tahu jika Saka bukan pria yang baik. Mumpung kalian baru menikah, sekalian saja berpisah Vania. Biar papah yang akan urus permasalahanmu ini."
"Lihat saja, aku pasti akan membalas sakit hati yang telah kamu berikan ini Mas Saka. Dan juga untuk Om Alan, karena ia juga turut andil dalam hal ini.
Berbeda situasi di rumah Nayla, dimana ia sedang melihat acara pernikahan Saka yang tiba-tiba berantakan.
"Astaga, bukankah itu Nesa? jadi ia nekad melakukan hubungan dengan Saka untuk bisa menikah dengannya?"
"Ihhh jijik sekali, apa nggak malu ya buka aib sendiri seperti itu di depan orang banyak?"
"Aku saja sangat malu dulu pada saat di nodai oleh Saka. Hem buah jatuh tak jauh dari pohonnya."
"Sifat Nesa itu turunan dari si Sara, yang dahulu juga jahat telah memakai akal licik untuk bisa mendapatkan almarhum papahku."
"Anak dan ibu sifatnya sama saja yakni rakus dan gila harta."
__ADS_1
Nayla pun mengganti acara televisi yang barusan ia lihat dimana sebuah pesta pernikahan besar-besaran hancur begitu saja.
Sedangkan keributan yang terjadi antara Nesa dan Saka tak kunjung selesai juga karena Saka tetap tak mau menikah dengan Nesa.
"Sampai kapanpun aku tidak akan menikah denganmu, Nesa. Jadi kamu tak usah mengancamku terus ya," ucap Saka.
"Baiklah, Mas Saka. Aku tidak main-main dengan ancamanku ini. Tadi kan video belum di putar sampai selesai, nanti aku kirim ke semua akun sosial mediaku. Aku akan lebih lagi menghancurkan reputasi dirimu," ancam Nesa terkekeh.
"Baiklah, jika kamu mau aku menikahimu sekarang juga. Aku juga ingin kamu kembalikan semua uang yang telah aku berikan sekarang juga detik ini juga, dan jika tidak aku akan laporkan kamu ke aparat kepolisian dengan tuduhan pemerasan," Saka balik mengancam.
"Tidak bisa begitu dong, uang yang telah kamu berikan secara sudah habislah," protes Nesa.
"Baiklah, aku akan laporkan saja kamu ke aparat kepolisian dengan tuduhan pemerasan lewat video syur itu. Kamu ancam aku, aku juga bisa balik melaporkan dirimu!" ancam Saka tidak main-main.
"Apa lagi aku punya kekuasaan dan uangku banyak. Sedangkan kamu hanya wanita biasa dan rendahan yang hanya bisa hidup dari sokongan uang dariku kan?" ejek Saka.
"Baiklah, mas. Jika kamu berkeras hati tak mau tanggung jawab. Saat ini juga aku sebarkan video kita. Aku tak perduli jika kamu melaporkan aku ke ranah hukum."
"Tapi aku yakin usaha bisnismu ini akan hancur dan tak akan ada lagi orang yang percaya padamu."
Sejenak Saja terdiam lagi.
"Aduh, Nesa tetap nekad akan menyebarkan video itu. Ini sih bisa gawat. Benar saja apa yang dikatakan oleh Nesa. Jika ia benar-benar menyebarkan video itu, perusahaanku bisa bangkrut."
Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Saka menyerah. Dan ia pun mau menikahi Nesa saat itu juga.
Walaupun sebenarnya ia tak ikhlas tapi ia tak mau hidupnya hancur dan berubah menjadi miskin. Hati Nesa sangat senang pada saat ia tahu dirinya berhasil menjebak Saka.
"Untuk sementara waktu kita menikah siri dulu karena aku baru saja menikah resmi dengan Vania," ucap Saka lemas.
"Heh, pezinah! kalian benar-benar pasangan yang serasi dan nggak tahu malu ya! video seperti itu di tayangkan! oh ya Saka, saat ini juga aku sendiri yang akan urus perceraianmu dengan Vania. Karena aku tak sudi punya menantu bejad seperti dirimu!" bentak papahnya Vania berlalu pergi.
__ADS_1